
Pagi menjelang, Kendrick sudah berdiri di halaman belakang markas. Padahal penghuninya belum ada yang bangun. Kendrick berdiri diam menatap sekelilingnya. Ia merasa sedikit sendu karena takdir menjadikannya sebagai Lord Astraco. Ia iri melihat kehidupan orang biasa, tak ada beban. Diambilnya nafas panjang, lalu memanggil seseorang dengan telepati.
" Apa yang anda pikirkan Yang Mulia ? " sebuah suara kecil bertanya padanya.
Kendrick menoleh. Seorang peri kecil terbang lalu bertengger di bahunya.
" Bagaimana kabarmu Angeline ? " tanya Kendrick.
" Saya baik-baik saja Yang Mulia. Nenek dan Angel juga baik-baik saja. Angel gadis kecil yang baik hati terhadap sekelilingnya. Tapi ia masih terlalu polos, ada beberapa teman kecil yang memanfaatkannya " lapor Angeline.
" Hmmm...... tetaplah menjaganya, jika sudah sampai waktunya, kau harus membawanya kembali ke Astraco " kata Kendrick.
" Saya mengerti, Yang Mulia " jawab Angeline sebelum berlalu.
Di penginapan, Asgar segera bangun dan membersihkan diri. Lalu mengetuk pintu kamar Rey.
" Nona.... anda sudah bangun ? " tanya Asgar.
" Ya.... tunggu sebentar " sahut Rey dari dalam.
Asgar berdiri di samping pintu. Tak lama Rey keluar. Mereka menuju markas lama Asgar.
Ketika hampir sampai, Rey melihat banyak pria berbadan kekar bergerombol didepan gerbang markas.
" Eh.....? mengapa orang-orang itu disitu ? apa yang mereka cari ? " tanya Rey.
" Mereka adalah bekas anak-buah saya yang dulu, Nona. Mereka akan membantu kita menyerang istana " jelas Asgar.
" Oh......tentu saja, terima kasih Asgar " Rey memandang mereka penuh binar.
Gerombolan orang-orang itu langsung memberi hormat begitu Asgar dan Rey sampai. Mereka sudah diberitahu Asgar sebelumnya tentang Gadis Takdir.
" Salam tuan Asgar, salam My Empress..... "
" Salam kalian semua " jawab Asgar dan Rey berbarengan.
Lalu Asgar mendorong gerbang dan mengajak mereka semua masuk. Beberapa anak buah perampok yang berpapasan memberi salam juga. Mereka semua dibawa masuk ke ruang aula. Asgar memerintahkan 4 orang Zacko membeli sarapan dan cemilan. Ia mempersilahkan Rey duduk di kursi tempat biasanya ia bertugas dahulu.
Tak lama Kendrick masuk bersama Zacko. Kendrick bergabung di sisi Rey sedang Zacko langsung bergabung bersama mereka. Asgar segera menjelaskan tentang alasan kedatangan mantan anak buahnya. Ia juga menjelaskan siapa Kendrick dan Rey.
__ADS_1
Segera semua berdiri dan menundukkan hormat.
" Terima hormat kami My Lord dan My Empress "
Kendrick dan Rey berdiri dan mempersilahkan mereka semua kembali duduk.
" Terima kasih atas penghormatan kalian. Kalian makanlah dahulu sebelum bekerja. Karena Asgar sudah kembali, kami akan berjalan-jalan dahulu "
Lalu Kendrick mengajak Rey keluar.
Segera aula riuh dengan suara. Mereka makan sambil bicara. Para perampok dan anak buah Asgar saling membicarakan pengalaman masing-masing. Asgar terkejut mendengar Zacko keturunan penyihir. Tentu saja Asgar senang ketika semua bilang ingin melihat mereka bertarung ( latihan ). Ia setuju pertarungan akan dilakukan nanti sore.
Sementara anak buah Asgar juga terkejut mengetahui tuan mereka bisa sihir. Asgar menceritakan tentang pengalamannya selama di Kerajaan Astraco. Semua yang mendengarnya terkagum-kagum. Ternyata Astraco memang ajaib.
" Baiklah.... ayo segera kerjakan tugas kita. Supaya masalah iblis segera terselesaikan dan kita hidup nyaman lagi. Semangat, semangat, semangat.....! " ujar Asgar mengacungkan kepalan tangan ke atas.
" Yooo.... Semangat.....! " sahut semua serentak.
Diluar, Kendrick dan Rey masuk ke restoran besar. Di dalam sudah ada beberapa pengunjung kalangan atas. Mereka diam-diam melirik pasangan itu. Ada kecemburuan sedikit melihat ketampanan dan kecantikan yang duduk disamping jendela. Kendrick dan Rey hanya tersenyum kecil merasakan suasana itu. Mereka menikmati makanan dengan tenang sampai selesai. Lalu berjalan-jalan keliling menikmati waktu yang ada. Menjelang sore mereka kembali.
Di halaman belakang markas, semua sudah berkumpul melingkar. Mereka ingin menonton pertunjukan kekuatan sihir Asgar dan Zacko. Zacko membuat pedang dan perisai dari tanah. Tentu saja itu berat, namun sebanding dengan kekuatan sehari-hari Zacko sebelum ini.
Zacko maju menebas Asgar.
" Blaaam.....! " Asgar menyeringai. Ternyata ia menggunakan perisai dari angin.
" Waaoow.... " Zacko dan semuanya tercengang. Perisai angin tidak dapat terlihat, namun dapat dirasakan. Orang harus mengandalkan telinga untuk mengetahui pergerakannya.
" Wuuuss....... zzaapp.......bruukk......! "
" Walah......! semua terkejut melihat separuh perisai Zacko terbelah dan terjatuh ke tanah. Mereka menatap bergantian pada Zacko dan Asgar.
Zacko melemparkan sebelah perisai yang tersisa ke arah Asgar disusul serangan pedang tanah.
" Blaaarrr......! " sebelah perisai tanah Zacko terpecah berantakan mengenai perisai angin Asgar.
" Dak....duk....dak...... " pedang tanah Zacko beradu dengan pedang angin Asgar yang tak terlihat.
Pemandangan ini sangat mencengangkan para anggota karena mereka melihat Asgar seperti tak bersenjata.
__ADS_1
" Serang dengan tanah... ! " seseorang berteriak.
Zacko melompat mundur dan menyiram tanah pada Asgar. Asgar mengibaskan kipas angin sehingga tanah berbalik mengenai Zacko sendiri.
" Aaah..... uhuk-uhuk......! "
" Ha...ha...ha...ha.... "
Zacko menjejakkan kakinya, seketika tanah disekitar Asgar menyerang ke Asgar. Asgar melompat tinggi. Lalu turun perlahan sambil melemparkan beberapa pisau angin.
Zacko cepat-cepat melindungi dirinya dengan perisai baru ( dari tanah ). Namun itu terpecah belah kena pisau angin.
" Gila..... ! "
" Serang lagi.....! "
Kali ini Zacko menggerakkan banyak bola tanah ukuran besar. Ia mengerahkan semua tenaganya.
Asgar meliuk-liuk menghindari banyak bola tanah. Lalu turun ke bawah untuk memberi hormat pada Kendrick dan Rey.
Terlihat tangan Kendrick menengadah ke atas, menarik bola-bola tanah ke bawah agar tidak merusak bangunan markas.Zacko terengah-engah mendekat dan memberi hormat juga.
Rey memegang bahu Zacko, memberi kekuatan sedikit.
" Terima kasih, Nona. Maafkan saya My Lord " ucap Zacko.
" Tidak apa, pertarungan sihir masih baru untukmu. Jangan selalu menghabiskan energimu pada setiap serangan. Kau juga harus berjaga-jaga dengan serangan balik. Jangan lupa, selalu memperhitungkan tenaga lawan dan kondisi alam, entah angin atau hujan. Semua elemen ada kelemahan dan kelebihan. Tanah bisa menang melawan api dan petir, tetapi lemah terhadap air dan angin. Namun tergantung tingkatan dan pengalamannya. Asgar bisa saja melukaimu. Tapi ia tidak melakukannya karena ia tahu kau belum bisa mendengar gerakan angin. Jadi belajarlah mendengarkan sekelilingmu " Kendrick menjelaskan.
" Terima kasih atas penjelasannya My Lord. Saya akan berlatih lebih keras lagi " ucap Zacko. Asgar menepuk bahunya memberi semangat.
Semua anggota bertepuk-tangan dan bersorak.
" Tuan... eh.... My Lord.... Bolehkah kami berlatih juga ? " tanya seseorang.
Kendrick tersenyum mengangguk. Mereka segera berlatih satu lawan satu, baik menggunakan senjata atau tidak.
Zacko menggerakkan tanah membuat tempat duduk untuk Kendrick dan Rey. Asgar mengacungkan jempol. Zacko menepuk dadanya dengan bangga, semua tertawa.
__ADS_1