
Asgar berjalan masuk ke markasnya. Beberapa orang segera mengikutinya ke ruang kerja. Asgar mengeluarkan semua kantong koin yang ada di lemari. Ia menaruhnya dimeja. Lalu duduk memandang mereka satu-persatu.
" Apakah ada orang-orang kita yang sedang bertugas di luar ? "
" Tidak ada Tuan. Kami sudah lama menunggu anda kembali "
" Hmmm...............
Kalian berdua bebaskan semua tahanan. Berikan masing-masing 100 koin emas sebagai permintaan maafku. Lalu kembalilah kesini "
" Baik Tuan "
" Kalian semua panggil yang lain untuk datang ke ruang pertemuan. Ada hal penting yang harus kubicarakan. Kau bantu aku membawa semua uang ini ke ruang pertemuan "
" Baik Tuan "
__ADS_1
Mereka segera melakukan perintah Asgar meski bertanya-tanya dalam hati. Asgar melangkah menuju ruang pertemuan. Saat masuk , sudah banyak yang berkumpul di dalam, duduk ataupun berdiri.
" Aku kesini untuk membubarkan kalian semua "
Seketika ruangan berisik. Seorang memberanikan diri maju ke depan dan bertanya.
" Apakah ada hal buruk yang membuat Anda mengambil keputusan ini Tuan ? "
" Ya..... Sebelumnya aku mendapat tugas dari Baginda Raja Higo untuk mencari Gadis Takdir. Dan aku sudah menemukannya. Tapi dia bukanlah gadis biasa. Ia adalah milik Penguasa Abadi "
Mereka semua terkejut mendengarnya. Siapa yang tak tahu tentang Kerajaan Abadi beserta orang-orangnya. Kekuatan mereka jelas bukan tandingan orang biasa sekalipun itu Ksatria seperti Asgar.
" Tuan, apakah Gadis Takdir juga punya kekuatan ? "
" Ya, ia punya kekuatan sihir, cahaya dan penyembuh. Ia datang ke sini untuk melawan Raja Higresia "
Ruangan kembali ribut. Mereka tahu seperti apa Raja Higo. Ia punya banyak pembunuh bayangan selain Asgar.
__ADS_1
" Aku meminta kalian pergilah ke kota lain mencari pekerjaan baru. Jangan mencoba mencari perkara yang berhubungan dengan Gadis Takdir. Bagilah koin ini sama rata. Malam ini kita makan malam bersama yang terakhir. Setelah itu kemasi barang-barang kalian. Besok aku dan Gadis Takdir akan menghadap Raja, kalian jaga diri masing-masing "
Kemudian Asgar kembali ke ruang kerjanya. Asgar duduk menumpangkan kakinya ke atas meja. Ia memejamkan matanya ingat kejadian di hari kematian nenek Flo.
* FlashBack On *
Setelah mereka menghilang ( Rey, Nenek Flo dan Pria itu ) , Asgar bangkit berjalan menuju lorong sepi dan terjungkal disana.
Ia merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya. Seolah tercabik-cabik di dalam tubuh. Tubuhnya berguling kesana kemari. Ia mengerang dan melolong tak karuan. Entah berapa lama Asgar merasakan penderitaan itu.
Kemudian tampak ada cahaya yang melingkupi seseorang yang sedang mendekatinya . Seketika rasa sakitnya menghilang. Asgar duduk bersandar dengan nafasnya yang tersengal-sengal. Dilihatnya orang itu berdiri didepannya. Asgar menengadah. Ia terkejut mengenali pria itu adalah orang yang membawa Rey menghilang tadi siang.
Pria itu mendekat dan tangannya menyentuh kepala Asgar. Seketika Asgar terbuka matanya seperti melihat bayangan tentang Kerajaan Astraco dan siapa saja yang berhubungan dengan orang ini.
Tubuhnya merosot kebawah gemetar. Ia tak menyangka akan bertemu dengan Penguasa Abadi . Telinganya sempat mendengar perintahnya sebelum sosok itu menghilang.
" Aku ingin kau menyertainya kemanapun ia pergi. Sampai tiba saatnya dia menjadi Ratuku "
__ADS_1
Kemudian cahaya menyilaukan itu menghilang. Asgar membenarkan duduknya. Ia tampak seperti orang linglung.
* FlashBack Off *