GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
29. Bersiap Menghadap


__ADS_3

Raja Higo sedang bersiap-siap untuk beristirahat. Pelayan membantu membuka jubah kebesarannya dan melepaskan kasutnya. Setelah itu mengundurkan diri.


Tiba-tiba seseorang menyelinap masuk dan langsung menutup pintunya. Raja Higo terkejut dan segera bangkit ....


" Ini saya , Baginda "


" Bruno ..... !? "


" Maaf, saya datang terlambat, Baginda "


" Apa kau membawa kabar penting ? "


" Saya melihat Ksatria Asgar datang bersama seorang gadis di ibukota. Mereka makan di rumah makan dekat alun-alun "


" Bagaimana ciri-ciri gadis itu ? "


" Saya tidak dapat melihat wajahnya. Gadis itu memakai jubah bertudung putih "


" Dimana dia sekarang ? "


" Maaf saya sudah menyuruh seseorang mengikutinya. Ksatria Asgar berpisah dengan gadis itu setelah makan. Jadi saya pergi mengikuti Asgar ke markas. Tapi tidak ada pergerakan apapun yang mencurigakan "

__ADS_1


" Hmmm....... baiklah. Kau boleh keluar "


Selepas Bruno pergi Raja masih berpikir. ( Siapa gadis bertudung itu ? Mungkinkah itu si Gadis Takdir ? Atau hanya kenalan Asgar. Tapi mengapa Asgar tidak menemuiku ? apakah dia gagal dengan tugasnya ? ) Raja duduk berpikir dengan keras. Akhirnya Raja tidur dengan gelisah.


* * * * *


Matahari mulai merangkak naik. Suara berisik membangunkan Asgar. Segera ia mandi dan keluar, melihat orang-orangnya berlalu-lalang. Seorang datang mendekatinya.


" Selamat pagi Tuan, apakah anda ingin disediakan sarapan pagi ? "


" Tidak. Apa kalian semua sudah siap ? Atau sudah ada yang pergi ? "


" Hmmm..... baiklah kalau begitu, jaga diri kalian baik-baik. Sampai berjumpa lagi "


Asgar memandang mereka semua sebelum beranjak pergi.


* * * * *


Rey menggeliat bangun. Dilihatnya Angel masih tertidur pulas. Tak sengaja matanya melihat liontin kalung Angel. Ia mengedipkan matanya seolah tak percaya. Sepertinya tadi ia melihat pergerakan " peri " itu. Hati Rey bertanya-tanya ( apakah liontin peri itu hidup ? )


Diulurkannya jarinya sambil terus menatap tajam . Saat ujung jarinya menyentuh, sontak " peri " itu meloncat terbang. Rey terperangah. Peri itu turun ke bahu Rey dan berbisik mengatakan bahwa ia adalah bawahan yang diutus Lord Kendrick untuk menjaga Angel.

__ADS_1


" Ooohhh....... " Rey tersenyum sambil mengangguk-angguk. Peri kecil itu kembali bertengger di kalung Angel. Rey lalu bangkit dan bersiap untuk mandi.


Di dalam kamar mandi Rey berendam sambil mengingat tentang peri kecil itu. Ia berpikir sungguh menyenangkan mempunyai teman kecil tersembunyi. Setelah berpakaian, Rey menyisir rambutnya. Ia keluar dari kamar mandi dan mendapati nenek Flo sedang berusaha membangunkan Angel.


" Selamat pagi Nona , saya minta maaf karena telah masuk ke kamar anda tanpa ijin. Tadi saya sudah memanggil dan mengetuk pintu Nona, tapi karena sampai lama tidak ada jawaban saya jadi khawatir telah terjadi sesuatu pada Nona dan Angel "


" Yah... Aku tadi sempat melamun.... "


" Aiissh ...... Nona...... "


Rey terkekeh malu. Ia duduk di pinggir ranjang. Nenek melanjutkan membangunkan Angel. Rey pun menggelitik pinggang Angel. Angel mulai menggeliat. Ia membuka matanya kemudian menguap. Nenek menarik tangannya supaya duduk.


" Selamat pagi , kakak cantik .... ooaaahhmm "


Angel kembali menguap, matanya sedikit berair. Rey mengacak rambutnya.


" Hari ini kakak ada urusan. Tetap bersama nenek kemanapun. Kau jangan nakal ya "


Kemudian Rey memeluk sebentar dan mengecup puncak kepala Angel. Angel segera turun dari ranjang. Mereka kembali ke kamarnya sendiri untuk mandi. Rey mengambil tudung putihnya. Lalu keluar dan mengunci pintu kamar. Ia harus segera menemui Asgar.


__ADS_1


__ADS_2