GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
51. Tetua Hermes


__ADS_3

Pagi ini para Tetua ikut makan bersama . Mereka sudah mendengar bahwa hari ini Rey dan Asgar akan melawan salah satu Tetua.


Terlihat Rey dan Asgar makan dengan bersemangat. Sementara Kendrick dan para Tetua tersenyum .


" Kita akan adakan pertarungan setelah lewat 2 jam dari sekarang " kata Kendrick.


Mereka semua yang ada di meja makan hanya mengangguk-angguk sambil tetap makan.


Satu setengah jam kemudian para prajurit yang tak bertugas mulai berdatangan ke pelataran. Mereka ingin menonton pertarungan Tuan Putri dengan salah satu Tetua. Mereka duduk bersila di pinggir sambil mengobrol menunggu waktu.


Tak lama kemudian datanglah para Tetua. Mereka juga duduk bersila di sisi pelataran yang sudah disiapkan para prajurit.


Sementara Kendrick, Rey dan Asgar masih ada diruang kerjanya. Kendrick memastikan lagi keteguhan niat keduanya dan memberi wejangan atau nasihat agar jangan sampai ada emosi kemarahan saat bertarung. Setelah itu mereka bersama-sama pergi ke pelataran.


Para Tetua dan prajurit berdiri sejenak memberi hormat atas kedatangan mereka. Salah satu Tetua yang disepakati melangkah mendekati mereka.


" Salam My Lord, salam Tuan Putri, salam Tuan Asgar... "


" Salam Tetua Hermes, apakah sudah siap ? "

__ADS_1


" Saya siap , My Lord. Saya berjanji tidak akan melukai Tuan Putri dan Tuan Asgar "


" Tidak apa-apa, tolong jangan sungkan. Saya dan para Tetua pasti akan mengobati jika mereka tak sengaja terluka. Ini penting untuk pelatihan mereka menghadapi Destraco "


" Baiklah kalau begitu saya akan gunakan satu elemen saja, My Lord "


" Boleh, silahkan bersiap "


Kemudian Kendrick menuju ke area duduk para Tetua dan duduk diantara mereka. Sementara Rey berdiri bersebelahan dengan Asgar, berhadapan dengan Tetua Hermes. Asgar menyiapakan perisai dan pedangnya.


Tetua Hermes menyerang dengan bola udara. Asgar segera menempatkan perisai berbanding lurus dengan arah Tetua. Rey bergeser ke belakang tubuh Asgar menahan punggung Asgar dengan menyalurkan tenaga dalam. Bola udara itu tidak pecah menabrak perisai Asgar, melainkan terpantul kembali kepada Tetua sekedip mata.Tetua Hermes terbelalak kaget melihat serangan terbalik begitu cepat.


" Arrrrrggghh........ uhuk.... uhuk........ "


" Maaf Tetua, anda tak apa-apa ? " tanya Asgar.


Tetua mengacungkan jempolnya. Kemudian Tetua menyerang lagi dengan berturut-turut. Tapi ia langsung menghindar saat serangan bolanya dikembalikan.


Kendrick segera membuat lapisan pelindung untuk para prajurit agar tidak terkena serangan yang meleset. Tetua Hermes melayang diatas lempengan angin.

__ADS_1


Rey segera membuatkan lempengan angin dibawah kaki Asgar. Asgar menyimpan pedangnya dan berusaha menyeimbangkan dirinya. Sementara Rey tetap terus dibelakang Asgar.


Tetua Hermes menyerang dengan bola udara atau hempasan angin. Tapi Rey malah memegang perisai Asgar dari sisi kiri dan bersama menghalau serangan angin. Akhirnya Tetua melepaskan dua bola sekaligus. Rey menciptakan pisau udara memecah bola udara Tetua. Bahkan pisau udara itu terus menuju Tetua dan mencabik lengan jubahnya.


" Woaahh...... " para prajurit berteriak takjub.


Tetua mengulurkan tangannya ke atas dan turun ke pelataran.


" Aku menyerah "


Semua segera bertepuk tangan. Rey dan Asgar mendekati Tetua Hermes.


" Kami mohon maaf telah memotong jubah Tetua "


" Tidak apa Tuan Putri. Itu berarti nyawa saya tidak akan selamat jika saya adalah seorang musuh. Tuan Putri dan Tuan Asgar sungguh hebat "


Kendrick dan para Tetua mendekati mereka. " Kerjasama kalian sangat baik. Bagaimana jika besok melawan 5 orang prajurit petarung ? " Rey dan Asgar saling menatap kemudian mengangguk senang.


" Baiklah , besok mereka akan melawan prajurit petarung. Kalian pilihlah 5 orang terbaik menjadi lawan mereka " kata Kendrick.

__ADS_1


" Woaahh........ " kembali para parajurit bersorak dan ribut mengusulkan nama-nama petarung terbaik.


Sementara Kendrick mengajak Rey dan Asgar beristirahat.


__ADS_2