GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
79. Jezko Dan Cleo


__ADS_3

Sebelum makan siang Kendrick datang menjemput Alice. Kendrick menyerahkan 10 kerikil batu yang sudah dimantrainya.


" Berikan ini pada 10 orang yang dipilih nanti. Ini adalah batu teleportasi sekali pakai. Gunakan hanya pada saat terdesak. Cukup dengan menggenggam dan menyebutkan suatu tempat , mereka akan berpindah keluar istana " jelas Kendrick. Asgar berterima kasih.


Setelah makan siang, Rey datang membawa cemilan ke ruang pertemuan ( aula ). Ia mempersilahkan siapa saja mengambilnya. Mereka akan membahas rencana penyerangan. Asgar memastikan semua hadir di ruang itu.


Rey memilih 10 orang yang behati teguh untuk ikut masuk istana. Asgar menyerahkan batu teleportasi pada mereka yang terpilih dan menjelaskan kegunaannya.


Lalu Rey berbicara didampingi Asgar.


" Kami akan masuk lebih dulu untuk menaruh peledak di tempat-tempat yang sulit. Saya dan Asgar bertugas melindungi. Kira-kira pada hitungan ke 25 kelompok Zacko melempar panah peledak. Itu akan memicu pembakaran pada peledak yang kami taruh. Lalu pada hitungan ke 10 kelompok Greg lakukan pembakaran atap dan peledak bertali. Jika ada sesuatu terjadi. Tetaplah jalankan rencana sambil mengatasi masalah, jangan gegabah atau panik. Ingat.... ! Lawan kita adalah iblis dan penyihir. Usahakan tetap tenang saat menghadapi mereka. Gunakan senjata perak atau obor untuk melawannya "


" Apakah ada pertanyaan atau keberatan ? " tanya Asgar.


Ruangan hening, semua terlihat tenang. Asgar mengangguk pada Rey.


" Baiklah, jika tidak ada keluhan silahkan mendengarkan pengarahan serangan pada pemimpin kelompok masing-masing " ujar Rey.


Segera mereka membentuk kelompok masing-masing dan membicarakan penyerangan. Rey kembali ke penginapan sambil mampir memesan roti untuk besok pagi. Ia juga mampir ke toko senjata untuk memberitahu agar bersiaga besok.


Malam ini terasa agak tegang untuk orang-orang yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi besok. Rey duduk bersila mengumpulkan energi pada cincin dan kalungnya. Ia sendiri agak was-was takut mereka terluka atau jadi korban. Ada rasa bersalah karena melibatkan mereka dalam rencana besok.


Suara gemuruh dan teriakan terdengar dari luar. Rey mendesah. Mengapa masih ada orang bodoh yang berada diluar pada malam hari. Seharusnya mereka tahu ibukota penuh dengan iblis dan penyihir hitam. Atau jangan-jangan itu adalah pendatang yang terlambat mencari penginapan ? entahlah....


Rey bangkit menuju jendela, ia mencoba mengintip melalui celah dibagian bawah jendela. Dilihatnya banyak penyihir hitam sedang mengurung seorang pria.


" Tolong.... jangan bunuh istriku. Ia sedang hamil. Biar aku saja, bawalah aku " laki-laki itu ternyata menutupi seorang wanita yang sedang berlutut.

__ADS_1


" Tidak suamiku, jangan tinggalkan aku " terdengar suara wanita menangis.


Rey mengigit bibirnya. Dipejamkannya matanya. Sempat ada rasa ragu dihatinya. Namun ia harus menolongnya. Diintipnya sekali untuk memastikan posisi mereka. Lalu.....


" Zap....! " ( Rey muncul langsung menempelkan tangannya di badan kedua orang itu )


" Eh......! "


" Zap....! " ( mereka menghilang )


" .......! "


Semua penyihir terkejut. Kedua korban mereka menghilang. Seketika penyihir-penyihir itu meraung marah. Warga sekitar dan penghuni penginapan gemetar ketakutan, masing-masing menyembunyikan diri dibalik selimut.


" Woaaah......! "


Asgar dan Zacko terjengkang kaget. Mereka sedang mengobrol di ruang kerja saat Rey muncul tiba-tiba membawa seorang laki-laki dan wanita hamil.


Rey memegang dadanya, ia menghela nafasnya dengan lega. Diliriknya kedua orang yang ia bawa, mereka tampak bingung. Terdengar raungan keras di kejauhan. Wanita hamil itu segera merangkul suaminya ketakutan. Ia mulai menangis.


Rey menyentuh bahunya " Jangan menangis, nanti mereka tahu kita ada dimana. Tenanglah.... "


Wanita itu mengangguk dan menutup mulutnya. Suaminya juga menepuk-nepuk punggungnya. Rey memberi isyarat tutup mulut pada semuanya sebelum duduk disamping Asgar. Mereka diam mendengarkan suara gemuruh dan raungan dari luar. Zacko menelan ludahnya diam-diam.


Setelah waktu berlalu 40 hitungan, suasana sudah sepi.


" Asgar... apa masih ada roti untuk mereka ? " tanya Rey

__ADS_1


" Ada, Nona. Biar saya yang mengambilnya " Zacko cepat-cepat beranjak pergi. Tak lama Zacko datang membawa 4 roti dan minuman. Ia meletakkannya di depan kedua orang itu.


" Makanlah..... jika sudah ceritakan pada kami mengapa kalian ada diluar malam hari " ujar Rey lembut.


Laki-laki itu memberikan roti pada istrinya. Ia sendiri makan sambil bercerita.


" Nama saya Jezko dan istri saya Cleo. Sebenarnya kami bermaksud menengok orang tuanya yang sakit. Namun karena istri saya sedang hamil, jadi kami tidak bisa berkuda terlalu cepat. Ketika masuk ke kota semua penginapan sudah tutup, jadi kami tidak tahu harus kemana. Kami mencoba mengetuk rumah siapapun tapi tidak ada yang membukakan pintu " jelas Jezko.


" Tentu saja. Mereka takut kamu adalah iblis yang menyamar " ujar Asgar.


" Ya.... Kami bersembunyi di samping rumah makan. Aku menutupi Cleo dengan terpal kulit. Tapi mereka menemukan kami dan menyeretku ke jalan. Cleo datang menyusulku. Lalu datang nona ini menolong. Terima kasih, nona " lanjut Jezko.


Rey tersenyum mengangguk.


" Kalian akan tetap disini sampai lusa. Jangan keluar apapun alasannya. Bagaimanapun penyihir takkan melepaskan korbannya begitu saja. Jika membutuhkan sesuatu, katakan pada Zacko atau Asgar "


" Saya akan menyiapkan satu kamar untuk kalian " kata Zacko bersiap untuk bangkit.


" Tidak tuan, jangan sekarang. Cleo pasti masih takut. Biar kami tidur bersama kalian disini malam ini " Jezko menahan Zacko.


" Baiklah, aku juga akan menginap disini malam ini " ujar Rey.


Asgar dan Zacko segera mengambilkan beberapa alas tidur dan selimut. Mereka tidur bersama di ruang itu dengan hati tenang.


Ketika matahari sudah penuh, mulai terdengar suara-suara di sekeliling. Rey membuka matanya, ia mengingat kejadian semalam. Jika Kendrick tidak segera menegurnya lewat telepati, ia pasti lupa untuk menghilangkan auranya setelah menolong mereka. Untunglah penyihir-penyihir itu tidak dapat melacaknya.


Rey melihat Cleo masih tertidur, ia bangkit pelan-pelan dan menggulung alas tidurnya. Tiba-tiba sepasang tangan mengambil alih alas tidurnya dan menaruhnya di pojok ruangan. Ternyata Asgar juga sudah bangun. Tentu saja, telinga Asgar peka dengan gerakan disekitarnya. Ia seorang ksatria yang terbiasa waspada. Mereka pelan-pelan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Tak lama Zacko menyusul sambil membawa sekantong koin. Ia menyuruh beberapa orang membeli makanan dan minuman. Rey meminta Asgar datang ke toko roti membawa 2 orang. Ia sudah memesannya kemarin. Roti itu akan mereka bawa sebagai bekal sambil menunggu saat pembakaran. Rencananya pembakaran akan dimulai setelah matahari berada tepat di atas kepala.


Suasana pagi ini terlihat bersemangat. Semua berebut mandi sebelum makan. Mereka tidak ada yang merasa takut dengan rencana hari ini. Asgar mengajak Jezko dan Cleo makan bersama. Rey memberi penjelasan tentang rencana mereka. Cleo menepuk-nepuk tangan Rey memberi dukungan walaupun khawatir. Ia tidak tahu siapa sebenarnya Rey. Rey memperingatkan Jezko agar jangan keluar markas apapun yang terjadi, harus mendampingi Cleo sekalipun ke kamar mandi. Jezko berjanji.


__ADS_2