GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
57. Terhalang Pendapat


__ADS_3

Hari ini adalah puncak tantangan Rey. Semua yang ada di istana Astraco membicarakan pertarungan hari ini. Mereka tak yakin Putri Rey dan Asgar akan menang melawan Lord Kendrick. Karena dimata mereka Lord Kendrick adalah penguasa yang sudah pasti terkuat di Kerajaan Astraco.


Asgar yang mendengar pembicaraan itu segera pergi menemui Nona Rey. Alice mempersilahkan Asgar masuk ke ruangan Rey. Rey baru akan mandi.


" Ada apa Asgar ? "


" Nona , saya rasa lebih baik kita batalkan pertarungan ini. Saya mendengar pembicaraan semua orang tentang kedudukan My Lord. Bagi mereka My Lord adalah penguasa dengan kekuatan tertinggi. Jika My Lord kalah itu berarti My Lord tak layak jadi penguasa Astraco "


Rey dan Alice seketika termangu mendengarnya. Rey mendesah lesu.


" Aku lupa jika Ia adalah penguasa Astraco. Padahal niatku hanya untuk bertarung biasa. Tapi ternyata ini rumit..... "


" Bagaimana jika Nona membicarakan hal ini dengan para Tetua "


" Bukankah kita biasa makan pagi bersama mereka semua ? "

__ADS_1


" Benar Nona , tapi tidak semua para Tetua hadir makan bersama. "


" Baiklah, aku akan membicarakannya setelah makan pagi "


Kemudian Rey segera mandi dan bersiap-siap untuk makan pagi bersama.


Di ruang makan , Asgar sedikit tegang. Ketika para Tetua hampir beranjak pergi setelah makan, Asgar mengangguk kepada Rey.


" Ehm ...... My Lord....dan para Tetua..... Saya ingin membatalkan pertarungan dengan anda "


" Apakah ada alasan yang mempengaruhi keputusan anda Tuan Putri ? " tanya salah satu Tetua.


" Ya Tetua. My Lord adalah penguasa tertinggi dan pelindung Kerajaan Astraco. Jika kami kalah dalam pertarungan, itu tak masalah. Tapi jika kami menang bukankah itu sama dengan menghina seorang pemimpin "


Tetua menghela nafas dan mengangguk-angguk. Kendrick tersenyum.

__ADS_1


" Sebenarnya pertarungan ini kumaksudkan agar kalian mampu melawan Destraco. Destraco sama kuatnya denganku walau berbeda elemen "


" Tetapi kami mendengar orang-orang membicarakan hal ini. Sungguh tidak baik jika kami tetap maju ke pertarungan "


" Tuan Putri..... kami sudah mendengar tentang mereka. Untuk itu nanti salah satu Tetua akan menjelaskan tujuan pertarungan ini. Jika mereka tetap keberatan, baiklah kita tidak melanjutkan. Namun Tuan Putri dan Tuan Asgar akan tetap berlatih melawan Yang Mulia Lord Kendrick agar dapat mengalahkan Destraco "


Rey dan Asgar saling menatap. Mereka masih merasa ragu.


" Atau begini saja, aku akan menyamar menjadi Tetua Oldden dan mengatakan aku ada urusan di luar Astraco. Dengan begitu mereka takkan mempermasalahkan hal itu "


" Jika begitu aku akan menyamar menjadi salah satu pelayan dan duduk diantara mereka untuk mendengar pendapat mereka " kata Tetua Oldden.


Rey dan Asgar tersenyum lega. Kendrick segera merubah dirinya menjadi Tetua Oldden. Dan Tetua Oldden pun berubah menjadi pelayan laki-laki. Satu halangan sudah diatasi. Sekarang mereka bersiap menuju pelataran.


Sementara Rey kembali ke kamar untuk berganti pakaian. Alice membantu Rey mengenakan gaun bertarung. Selendang putih ditata membentuk pita besar di depan dada Rey. Asgar menunggu di depan pintu kamar Rey. Kemudian mereka bertiga berjalan bersama menuju pelataran.

__ADS_1


Ketika sampai disana, Rey dan Asgar menunggu di arena. Salah seorang Tetua bangkit berdiri mendekati mereka. Rey dan Asgar memberi hormat. Mereka tampak berbicara serius sebentar. Lalu Tetua itu membalikkan badan memandang berkeliling dan menghela nafas sebelum berbicara.


__ADS_2