
Kendrick kemudian melatih Asgar dan Zacko belajar bersama berpindah tempat ( teleportasi ) dari yang terdekat sampai yang terjauh. Dengan membawa seorang teman sampai sepuluh orang.
Ketika hari mulai gelap, Kendrick mengantar Rey terlebih dulu kembali ke penginapan sebelum dirinya kembali ke Astraco.
Asgar mengingatkan semua orang agar membersihkan diri lebih dulu sebelum makan malam bersama. Beberapa orang keluar membeli makan malam dan arak. Lainnya menyalakan obor-obor seperti biasanya.
Setelah makan malam, mereka semua berkumpul di aula untuk membahas rencana pembakaran dan penghancuran istana. Mereka saling mengemukakan pendapat dan cara terbaik dalam pelaksanaan. Juga membahas tentang cara menghadapi iblis atau penyihir hitam. Diharapkan semua lebih cerdik saat ada masalah dan saling melindungi. Tidak diizinkan punya rasa egois atau menjatuhkan teman sendiri. Jika ada yang tidak sanggup, silahkan mengundurkan diri. Namun tak satupun dari mereka yang mengundurkan diri. Mereka adalah orang-orang yang merasa senasib-sejiwa dari awal.
Esok harinya mereka melakukan kegiatan dan pekerjaan seperti biasanya. Sementara Asgar dan Zacko terus berlatih teleportasi sambil membawa orang atau barang sepanjang hari.
Asgar memperkirakan pekerjaan merakit senjata, pelontar dan peledak akan segera selesai. Tinggal menyiapkan gerobaknya saja. Asgar sudah memerintahkan besok mereka harus membeli gerobak dengan penutup ( terpal yang terbuat dari kulit binatang ) sejumlah 10 untuk membawa semua itu. Ia menyerahkan 1 kantong emas untuk pembelanjaan besok. Rencananya mereka akan membawa ke istana dengan menyamar seperti gerobak-gerobak pedagang atau apapun lainnya.
Menjelang sore semua peledak dan senjata yang berkaitan sudah siap. Asgar dan Zacko hanya perlu mengecek saja. Malam ini mereka beristirahat sambil membicarakan hari esok. Zacko besok akan tetap di markas untuk mengurus pembelanjaan gerobak. Sedang Asgar berencana akan mengajak beberapa orangnya untuk memantau keadaan istana. Mereka akan menyamar sebagai gelandangan atau pengemis.
Paginya, tampak 10 orang keluar dari markas dengan penampilan seperti gelandangan. Mereka berjalan terpisah-pisah agar tidak mencurigakan. Setiap orang mengamati keadaan istana dari sisi yang berbeda-beda.
Tidak ada lagi pejabat atau menteri yang bertugas. Hanya ada beberapa puluh prajurit yang tubuhnya diambil alih oleh para iblis. Keadaan istana kotor dan seram. Para pengamat itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Mereka menempatkan rongsokan atau sampah di titik-titik tertentu untuk persiapan pembakaran. Asgar melarang mereka ke ruangan atau sisi yang gelap agar terhindar dari iblis. Ketika sudah siang, Asgar mengajak mereka ke sekitar pertokoan dan pasar untuk mengamati keadaan.
Asgar melihat Rey masuk ke toko senjata. Ia dan teman-temannya menyusul.
" Nona......" sapa Asgar.
" Oh, Asgar..... kebetulan sekali kau kesini. Tolong bantu aku membawa semua kep perak ini ( cape : mantel setengah badan ) "
Kep itu menutupi bagian bahu, dada dan punggung. Bahan lapisan tipis dan dikaitkan menggunakan tali kulit. Tidak berat per lembarnya, namun karena ada 30, jadi cukup repot membawanya. Asgar memanggil teman-temannya untuk membantu membawa ke markas.
Penjual senjata sudah diberitahu tentang rencana Rey. Ia bertugas untuk menjelaskan dan mengarahkan penduduk ke tempat aman saat pembakaran terjadi. Ia sudah membuat tabung pengeras suara ( sejenis TOA ) agar suaranya nanti jelas dan keras terdengar banyak orang.
__ADS_1
Rey meminta masing-masing jalan terpisah agar tidak menarik perhatian orang. Asgar tetap mendampingi Rey. Tapi Rey mampir dahulu ke toko roti. Lalu menuju ke markas.
Sampai di markas terlihat kesibukan para anggota menata senjata dan peledak dalam gerobak. Rey membagikan kue ke semua orang. Asgar pun segera membantu yang lain. Menjelang sore Rey berpamitan kembali ke penginapan.
Malam ini semua berebut mencoba kep perak.
" Tuan Asgar, mengapa Kep ini hanya ada 30 lembar ? " tanya Zacko.
" Pemilik senjata kekurangan bahan karena harus berbagi dengan pesanan warga kota. Sedangkan penjahitnya tidak cukup waktu untuk membuat lebih banyak. Jadi yang bisa terselesaikan hanya 30 saja.
Mungkin hanya ada 10 orang yang akan dipilih untuk masuk ke dalam istana bersama saya dan Nona. 10 orang untuk yang bertugas mengarahkan warga kota. Sisanya untuk kelompok Greg dan Zacko. Greg akan memimpin 20 orang pembakar dari luar. Zacko akan memimpin 20 pemanah. Besok kalian boleh bangun agak siang. Kita akan ada pertemuan setelah makan siang. Jika ada yang ragu atau keberatan, katakan saja " ucap Asgar panjang lebar.
Mereka semua mengangguk-angguk. Satu persatu mulai menggelar alas tidur. Mereka semuanya lebih suka tidur bersama di aula sambil mengobrol. Empat orang berjaga keliling seperti biasanya, mengecek obor di seluruh area.
Pagi datang terasa sepi. Belum ada orang melakukan kegiatan di luar rumah atau ke pasar seperti dulu. Ya, warga kota tidak ada yang mau bangun terlalu awal sejak Penguasa Kegelapan menguasai istana. Siapa yang mau mengambil resiko keluar saat langit masih gelap ? Mereka sudah banyak kehilangan salah satu keluarga karena jadi korban iblis atau penyihir hitam.
Setelah makan pagi, Asgar pergi ke halaman belakang bersama Zacko memeriksa masing-masing gerobak. Setiap gerobak isinya sama : kayu obor, peledak bertali, peledak besar dan kecil, panah peledak, Kep perak. Semua gerobak menggunakan penutup dari kulit binatang.
Lalu Asgar mengajak Zacko duduk di kursi buatan Zacko. Asgar mengajari telepati pada Zacko sambil menunggu Rey datang.
Lalu Zacko mencoba berbicara dengan Greg, namun Greg tidak menjawabnya.
Tak lama Greg datang.
" Ketua, apa kau memanggilku ? " tanya Greg tiba-tiba.
Zacko tertegun sesaat.
__ADS_1
" Ya, aku tadi memanggilmu dengan telepati. Tapi kau tidak menjawabnya ! " Zacko menyahut agak kesal.
" Ha..ha..ha..ha..... " Asgar tertawa sambil menepuk-nepuk dengkulnya.
" Zacko.... Zacko....... tentu saja Greg tidak bisa bertelepati, dia adalah orang biasa, bukan keturunan penyihir. Hanya bisa mendengar tapi tidak bisa menjawab " jelas Asgar.
" Oooooo....... " jawab Zacko berbarengan dengan Greg.
" Lalu bagaimana tuan bisa bertelepati. Bukankah tuan asalnya orang biasa juga ? " tanya Greg pada Asgar.
" Itu karena aku melakukan ikatan sihir dengan tunanganku, ia gadis Astraco " Asgar sedikit sendu saat mengatakannya. Ia rindu Alice.
" Jadi begitu ya.... " Greg mengangguk-angguk.
" Apa ada yang sedang merindukanku ? " terdengar suara ceria seorang gadis.
Mereka bertiga menoleh bersamaan ke arah sumber suara dibelakang mereka. Tampak seorang gadis berwajah manis berdiri menatap mereka.
" A...Alice......?! " Asgar terkejut dan berdiri. Alice tersenyum manis membentangkan kedua tangannya. Asgar berlari untuk memeluknya.
" Uhuuuiii....... uhuk-uhuk.......... "
Zacko dan Greg meledek Asgar sebelum kabur cepat-cepat.
" Aiiisssh......! " Asgar menghempaskan angin kecil ke arah mereka dengan gemas.
" Woaaah....." Zacko dan Greg terhempas bergulingan agak jauh.
__ADS_1
" He..he..he..he...."