
" Woooooohh............ "
Semua mata yang hadir melihat ke arah salah satu kaki Tetua Oldden yang berada diluar batas arena. Tetua Oldden segera menunduk mengikuti pandangan semua orang. Ia melongo melihat kakinya. Segera ia menarik kakinya dan terkekeh.
" Eh...he...he...he...... Aku belum kalah........ "
Rey berpandangan dengan Asgar.
" Serang lagi ...... "
Rey melayang ke atas sambil menyebarkan tetes-tetes air seperti hujan. Asgar melepaskan bilah-bilah tajam dari angin ke arah kaki Tetua Oldden.
Tetua Oldden merasa serangan Asgar membahayakan posisi kakinya. Ia meremehkan tetes-tetes air buatan Rey. tak disangka Rey mengirim petir yang mengakibatkan sengatan listrik mengenai seluruh tubuh Tetua Oldden.
" Aaaaaaaaarrrgghh ........................... "
Tetua Oldden jatuh terhempas berguling-guling keluar arena. Kali ini badannya berada di luar garis, sementara sebelah kakinya di dalam.
Seketika Rey dan Asgar bersorak.
__ADS_1
" Horeeeee............. kita menaaaang........ "
Tetua Oldden segera bangun dan melihat kakinya. Lalu melangkah mendekati Rey dan Asgar sambil bersungut-sungut.
" Aaaah...... kakiku ini ternyata tidak setia padaku. Ia selalu saja ingin bertarung sendiri "
" Ha...ha...ha...ha..... " semua orang tertawa.
Para Tetua saling berbisik. Akhirnya Tetua Bijack berdiri dan maju ke depan.
" Ehemm.......... semua yang hadir disini sudah melihat bahwa Tetua Oldden berada di luar arena, sementara kakinya tetap berada di dalam. Itu berarti Tetua Oldden masih belum kalah. Tapi ..... Tetua Oldden juga tidak dapat melanjutkan pertarungan hanya dengan kakinya saja. Jadi dalam pertarungan kali ini tidak ada yang menang dan yang kalah. Apakah ada keberatan dari semua yang hadir disini ? "
" Aku mengucapkan selamat pada kalian. Kalian sungguh hebat. Meskipun belum menang, tapi kalian sudah berhasil mengeluarkan badanku. Sementara kaki ini tidak punya otak ingin melawan sendirian "
" Ha...ha...ha...ha..... " semua orang kembali tertawa.
Salah satu Prajurit Petarung berdiri mengacungkan tangannya.
" Tetua , saya punya usul. Bagaimana jika setiap bulan diadakan pertarungan bebas seperti ini ? "
__ADS_1
" Ah.... usulmu boleh juga. Setiap orang dari kalangan manapun silahkan mengajukan diri jika ingin bertarung. Nanti akan kami undi siapa saja yang akan bertarung setiap awal bulan, tidak membedakan status dan gender ( laki / perempuan ). Dan tidak boleh ada kecurangan dan dendam. Juga hadiah terserah pada yang bertanding, mau memberi atau tidak. Bagaimana ? "
" Setujuuuuu........ " semuanya menjawab dengan bersemangat.
Kemudian satu-persatu berdiri dan mulai meninggalkan arena. Asgar, Rey dan Alice membungkuk hormat kepada para Tetua.
Tetua Oldden bergabung bersama para Tetua yang lain kembali ke ruang pertemuan. Di lorong Asgar dan Alice memohon ijin memisahkan diri. Mereka ingin menggunakan waktu istirahat berdua di taman.
Rey mengangguk mengijinkan, lalu kembali sendiri ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Rey duduk sebentar meminum teh untuk melepas penat. Kemudian ia menyiapkan gaun pengganti dan membawanya ke kamar mandi. Ia merasa gerah dan risih karena berkeringat .
Segera dilepaskannya pakaian bertarung satu-persatu. Hanya tersisa pakaian dalam tipis yang melekat di badan. Rey menyanggul rambutnya ke atas kepala. Menampakkan lehernya yang jenjang dan bahu yang indah.
Ketika Rey berbalik, ia terpekik kaget melihat Kendrick berdiri bersedekap tangan dekat tempat pemandian.
" Aaaaahhhh......... Kendrick ! mengapa kau ada disini ? keluarlah ........ aku mau mandi "
usir Rey.
__ADS_1