GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
146. Pernikahan Katty 3


__ADS_3


" Cuupp... ! "


Katty terhenyak kaget. Jarinya menyentuh bibirnya yang sedikit basah. Jantungnya berdebar keras. Matanya beradu pandang dengan mata abu-abu milik Richard.


" Jangan memandangku terlalu lama, nanti jatuh cinta " kata Richard menggoda.


Wajah Katty terasa memanas, rona merah tampak di pipinya yang tembem ( karena bengkak ditampar Diego dan ayahnya ). Ia malu karena ternyata Richard dari tadi menyadari Katty yang menatapnya diam-diam.


(" Oh my God.... ") Katty menunduk merutuki kebodohannya. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan karena sangat malu.


Tapi di sisi ayahnya malah gembira melihat hal itu. Para tamu undangan yang kebetulan melihat itu juga tersenyum melihat kemesraan pengantin.


Sementara Roy (Rey) masih terpesona melihat penampakan Kenzi (Kendrick). Ia kehilangan otak, maaf... akal sehatnya. Asgar menyorongkan dan menggoyang-goyangkan segelas anggur merah ke dekat wajah Roy. Roy langsung menenggaknya tanpa mengucap terima kasih. Lalu kembali menatap Kenzi.


" Panggil aku Kenzi " ujar Kenzi perlahan supaya jelas.


Roy memutar bola matanya " Kau masih waras ? "


" Tentu saja.... siapa yang mau kehilangan kekasih tercinta ? " jawab Kenzi sambil menepiskan rambutnya ke belakang layaknya gadis tulen yang bergaya.


Roy, Asgar dan Alice tak sengaja bersamaan menepuk dahi masing-masing.


He..he..he..he....


Kenzi segera menikmati makanan yang tersedia.


" My Lord... Eh..... My..... " Asgar bingung harus memanggil apa.


" Kenzi saja.... "

__ADS_1


" Mmmm..... " Asgar tetap tak berani. Bagaimana pun Kendrick adalah Penguasa Tertinggi.


" Mengapa kau tak mengajak Zigaz ? " tanya Roy sambil mengunyah kue. Nah... Asgar mengangguk-angguk karena hal itu yang tadi ingin ditanyakannya pada Lord Astraco.


( " Ia sedang mengawasi seseorang yang berhubungan dengan keluarga Tetua Outter " ) jawab Kenzi lewat telepati pada Roy dan Asgar. Ini dilakukan agar Alice tidak tahu. Kenzi hanya mengunyah makanan dan mengacungkan garpunya yang terdapat daging sapi panggang seolah menunjukkan bahwa ia ingin menikmati makan daging panggang itu.


Roy mengangguk mengerti dan mengambil lagi kue yang lain. Asgar juga mengerti bahwa pembicaraan itu tak boleh diketahui Alice. Ia menuangkan anggur ke gelas Kenzi. Roy minta Kendrick bertukar tempat duduk agar bisa berhadapan dengan Alice. Biasalah... perempuan senang berbisik-bisik dengan perempuan. Roy lupa bahwa wujudnya sekarang adalah seorang laki-laki.


Sementara ia mengobrol dengan Alice, Kendrick sesekali menyuapinya makan. Hal ini menimbulkan kecemburuan para gadis yang tadi mengincar Roy. Asgar berbisik menyampaikannya dengan tetap memanggil "My Lord" . Mereka berdua meringis, senang menggoda para gadis.


Kelakuan Asgar yang berbisik-bisik pada Kenzi sedikit membuat heran tamu-tamu lainnya. Bagaimana tidak ? Bukankah mereka punya pasangan masing-masing. Mengapa tidak merasa sungkan berdekatan dengan pasangan temannya ?


Gadis-gadis itu gemas dengan Kenzi. Tadi sudah merebut perhatian Roy, kok sekarang malah dengan pria lain lagi ? Seorang gadis yang dekat dengan meja mereka berdiri dan membenahi pakaiannya.


Asgar menoleh dan menggoyang-goyangkan telunjuk jarinya seolah berkata "jangan mencari masalah" . Ia mengedipkan sebelah matanya pada gadis itu. Gadis itu tertegun. Ia tak jadi melangkah. Ia melihat sekelilingnya. Tampak tatapan para gadis lain ke arahnya seolah ikut menghakimi. Beberapa diantaranya menggelengkan kepala. Nyalinya terasa menciut. Ia menghela nafas dan kembali duduk.


Kenzi mengulurkan anggur kepada Roy. Roy tersenyum dan mencium pipi Kenzi.


" Hhaaahh........ " terdengar banyak tarikan nafas para gadis melihat kelakuan Roy.


" Kalian sungguh membuat suasana jadi gerah.... " tegur Asgar.


Kenzi menaik-turunkan alisnya sambil melingkarkan tangannya di bahu Roy. Ia tak peduli dengan reaksi sekelilingnya. Baginya Roy adalah cahaya hidupnya, kebahagiaannya.


Walikota memerintahkan kembang api diluncurkan lagi dan musik berbunyi lebih gembira. Ia mengumumkan warga sekitar dipersilahkan ikut menikmati makanan yang sudah disediakan di meja-meja yang berjajar di lapangan kota.


Seketika suasana jadi ramai dan gembira. Richard masih duduk menikmati waktunya bersama Katty. Katty sudah mulai menerima Richard meski agak malu-malu. Sementara Roy, Kenzi, Asgar dan Alice beranjak keluar untuk menikmati tontonan kembang api. Beberapa gadis masih terlihat menguntit agak jauh.


Katty merayu takut-takut pada Richard agar boleh keluar menonton pesta kembang api. Richard menatapnya lekat.


" Benarkah kau ingin melihat kembang api ? Bukan karena pria lain ? " tanyanya.

__ADS_1


Katty menggeleng. Ia memegang lengan kiri Richard dengan mata berkaca-kaca.


" Baiklah, berikan aku satu ciuman mesra " kata Richard sambil menunjuk bibirnya sendiri.


Wajah Katty merona, tapi ia nekat mencium bibir Richard demi bisa mewujudkan keinginannya.


Kemudian mereka melangkah perlahan dengan diiringi para pelayan yang mengangkat gaun belakang Katty. Walikota dan orang-orang Richard juga mengiringi di belakang pasangan itu.


Para tamu undangan bertepuk-tangan melihat mereka.


Karena suasana yang ramai dan gembira, orang-orang cenderung tak menyadari sesuatu terjadi. Beberapa anak kecil terlepas dari pantauan orang-tua atau pengasuhnya. Mereka berlarian ke meja makanan atau minuman. Atau terselip diantara orang-orang lain.


Seorang tua nampak tersenyum melihat keramaian ini. Ia berjalan-jalan sambil sesekali melihat kembang api yang bertaburan di langit. Kadangkala ia tak sengaja menabrak orang lain. Atau menginjak kaki seseorang. Namun ia segera meminta maaf agar tidak menyebabkan berkepanjangan.


Seorang anak kecil tersesat di antara kerumunan. Ia berputar-putar berusaha mencari ibunya dan melewati orang tua itu lalu menghilang.


Kenzi sempat tertegun. Ia menyadari ada sesuatu yang hilang dari antara orang-orang. Namun ia hanya bisa menghela nafas. Tak mungkin langsung menindak hal ini sekarang. Ia menatap percikan kembang api di langit. Lalu melihat Asgar dan Alice yang tampak bahagia.


Ketika ia menoleh ke arah Roy, hatinya bagai tersengat listrik. Roy menatapnya dengan pandangan dan senyum yang aneh.


" Jangan khawatir... Aku akan mengurusnya nanti " kata Roy mengedipkan sebelah matanya.


Kenzi tertawa tanpa suara. Ia memeluk pinggang Roy dari samping.


" Aku percaya padamu, tapi hati-hatilah. Orang ini tidak diketahui tinggi kekuatannya. Mungkin ia setara denganmu " jawab Kenzi pelan.


" Dialah yang menyamar sebagai Tetua Outter. Beberapa waktu lalu ia bermaksud mengorbankan gadis-gadis pada saat bulan purnama. Tapi memang aku belum mengetahui sepenuhnya kekuatannya. Ia bahkan memintaku untuk bergabung dengannya " Roy terkekeh tanpa suara.


" Berhati-hatilah, bisa saja ia mengambil alih pikiranmu atau kekuatanmu " Kenzi menatapnya khawatir.


" Aku akan berusaha lebih licik darinya " Roy menyeringai lucu.

__ADS_1


Kenzi menciumnya dengan gemas.


( Mengapa Kendrick tak khawatir ? Ini karena mereka sudah melakukan ikatan darah suci. Jadi jika sesuatu terjadi pada Rey, Rey tak akan mati sepenuhnya, karena nyawanya terikat dengan nyawa Kendrick. Kemungkinan terburuk hanya mati suri seperti yang dialami saat bertarung dengan Terra. Tapi.... bagaimana jika musuhnya menghancurkan tubuhnya saat mati suri ? )


__ADS_2