GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
87. Iblisnya Denmo


__ADS_3

Malam ini desa Zebbel tampak terang. Denmo ( kepala desa yang dirasuki iblis ) memandang dari antara pohon di hutan, ia tidak berani mendekat. Ia menggeram dan mendesah pelan. Sebagai manusia, sebenarnya ia rindu pada keluarganya. Tapi begitu melihat siapapun, iblis yang merasukinya menginginkan darah mereka. Membuatnya tanpa sadar menyerang mereka.


Rey sedang berbicara dengan istri kepala desa. Ia ingin tahu berapa lama suaminya dirasuki iblis. Istrinya menjelaskan jika Denmo kadang-kadang menemuinya di belakang. Tapi hanya sebentar saja dan selalu pergi berlari. Rey menebak bahwa alam bawah sadar Denmo belum sepenuhnya dikuasai iblis. Ia mengatakan sebuah rencana pada Asgar.


Denmo melihat bagian belakang rumahnya yang gelap. Ia mendekati dari balik pohon. Ia membuka pintu belakang yang tidak terkunci. Seorang gadis cantik dengan dahi bercahaya berdiri tegak dibalik pintu yang terbuka.


Seketika iblis didalam tubuhnya marah. Ia menggeram, matanya memerah. Tangan gadis itu terjulur menghentakkan dada Denmo. Sekilas ada cahaya berpendar dari telapak tangannya. Ia terpental jatuh ke halaman belakang. Asgar menyusul keluar untuk berjaga-jaga. Bagaimanapun, manusia yang dirasuki iblis tenaganya lebih kuat dari manusia biasa.


" Rroooaaarrrgghh.............. "


Denmo menggeram campur berteriak. Ia merasa iblis dalam tubuhnya meronta-ronta. Kepalanya sangat sakit. Ada suara yang berteriak keras dikepalanya.


( " Bunuh dia..... ! bunuh diaaaa ....... ! " ) suara seram bergema di otaknya.


( " Lawan dia, paksa iblis itu keluar dari tubuhmu. Ingat istrimu menunggumu " ) satu suara lembut mengingatkannya.


( " Cepat bunuh dia, manusia bodoh .... ! ) suara seram itu membuat Denmo marah.


Ia menggeram penuh kemarahan dari dalam hatinya. Memaksa sesosok iblis keluar dari kepalanya. Sebentuk asap hitam bertanduk 2 mulai terlihat. Mata merah menyeramkan. Tubuhnya meliuk-liuk saat dikeluarkan paksa oleh Denmo.


" Rroooaaaaaaarrrgghhh............. "


Rey menatap santai, ia yakin cinta Denmo pada istrinya akan memenangkan hal ini. Asgar bersiap-siap menunggu. Ia melesat cepat membawa tubuh Denmo saat iblis itu telah keluar sepenuhnya.


Rey mengacungkan jarinya ke arah iblis itu. Suatu bola cahaya terbentuk mengurungnya sebelum sempat menyadari . Dengan marah iblis itu bermaksud memecahkannya, namun malah tangannya berasap saat menyentuhnya sehingga tidak jadi memukul lagi.ia memandang marah pada Rey.


" Siapa kamu ? " tanyanya pada Rey.


Tapi Rey membaca satu mantra lagi sebelum berlalu dan menutup pintu. Ia tak khawatir tentang bola cahaya itu.


Di dalam kamar kepala desa tampak Asgar menaruh kalungnya di telapak tangan Denmo. Istrinya menangis disamping pembaringan. Rey menyentuh dahi Denmo sebentar.


" Ia baik-baik saja. Hanya perlu istirahat "


Rey mengambil kalung Asgar dan mengembalikannya. Lalu mereka keluar dari kamar.


" Nona, silahkan Nona dan Tuan beristirahat dikamar ini " istri kepala desa menunjuk kamar disamping kamar utama.

__ADS_1


" He..he..he... maaf, nyonya.... kami bukan suami istri " jawab Rey.


" Eh....? lalu.....? "


" Dia saudaraku. Biar dia yang tidur di dalam. Aku di sini saja " tunjuk Asgar pada kursi panjang di ruang tamu.


" Oh.... ya, baiklah.


Malam ini hampir seluruh warga Zebbel tidur dengan senyum. Ya, mereka semua yang terluka atau sakit akibat serangan Denmo sudah sembuh. Namun mereka tidak tahu bahwa Denmo sudah pulang. Besok pasti heboh ....


Keesokan harinya para warga dikejutkan dengan sebuah bola kaca ( cahaya ) berisi sosok yang menyeramkan di depan rumah kepala desa. Ya, Rey yang menyuruh Asgar memindahkannya dari halaman belakang. Ia sengaja mempertontonkan iblis itu agar warga mengetahui iblis apa yang telah merasuki Denmo. Dengan begitu mereka tidak akan menghakimi Denmo.



" Aaaaaaaaaahhhhh.................. ! "


" Ya ampun....! mahluk apa itu ?! "


" Astaga.....! mengerikan sekali....! "


" Ibuuuuuuu......... "


Asgar dan Rey keluar lebih dulu. Warga segera mendekat.


" Tuan, apa ini ? " tanya John


" Itu adalah iblis tingkat menengah. Dia bisa berwujud apa saja. Juga bisa merasuki manusia atau hewan untuk tempat hidupnya " jelas Rey.


" Sungguh menakutkan "


" Dialah yang selama ini merasuki kepala desa "


" Aah....! lalu bagaimana nasib Denmo ? dimana dia sekarang ? " tanya seorang lelaki tua.


" Aku disini ...... " jawab Denmo dari serambi rumahnya. Semua warga menatapnya. Mereka mulai waspada, takut Denmo menyerang lagi.


" Jangan takut..... Denmo sudah selamat. Iblis itu sudah ditangani oleh nona Rey " tunjuk Asgar pada bola cahaya berisi iblis. Tampak iblis itu meraung marah melihat Rey. Warga ketakutan.

__ADS_1


Denmo berdiri disamping Asgar dan menceritakan apa yang terjadi pada dirinya saat berburu ke hutan.


" Jadi, apakah kau sekarang baik-baik saja ? " tanya seseorang.


" Ya, aku baik-baik saja. Aku meminta maaf karena sudah menyerang kalian tanpa sadar. Aku bahkan membunuh anakku sendiri " Denmo menunduk sedih.


Semua warga ikut bersedih. Mereka mendekat dan bergantian menepuk bahu Denmo untuk mengucapkan duka cita.


Lalu Asgar berkata " Mulai sekarang kalian tidak diperbolehkan berburu ke hutan sendirian. Paling tidak harus 2 atau 3 orang supaya saling melindungi jika sesuatu yang buruk terjadi "


" Kami mengerti, tuan " sahut para pria.


Rey mendekati bola cahaya. Ia berbalik lagi pada Asgar dan berbisik.


" Kamu berelemen udara kan ? Cobalah menguraikannya "


Rey dan Asgar sama-sama menyeringai.


Asgar berdiri di depan bola cahaya. Kedua telapak tangannya menempel di luar bola cahaya. Ia mencoba merasakan udara di dalam bola. Iblis didalamnya mencoba menakuti Asgar dengan wajahnya yang sangat seram. Beberapa ibu-ibu dan anak-anak menjerit takut. Rey juga meringis ngeri.


Asgar mengambil nafas. Ia menatap badan iblis itu. Tenaganya ia alirkan pada telapak tangan yang menempel di bola. Perlahan sesuatu dirasakan oleh iblis itu. Ia merasa tubuhnya ( dari asap ) terasa tegang. Semakin tegang....


Ia melotot menakutkan saat menyadari apa yang dilakukan Asgar. Badannya meliuk-liuk mencoba menahan tarikan yang tak terlihat. Tangannya menggapai sesuatu yang tak nyata. Ia merasa tubuhnya meregang seperti mau pecah.


" Rroooaaaaaaarrrgghhh............. "


Iblis itu meraung hebat. Ia kesakitan karena rasa terpecah semakin kuat. Asgar sendiri juga berkeringat. Ia menggeram saat mengeluarkan tenaganya lebih kuat. Dan akhirnya.....


Partikel-partikel asap ( tubuh iblis ) tersebar menabrak dinding bagian dalam bola cahaya. Seketika berubah menjadi asap putih karena terbakar elemen cahaya. Tampak bola cahaya penuh asap putih yang lama-kelamaan menghilang. Iblis itu musnah.


Asgar masih berpegangan pada bola cahaya itu kelelahan. Namun bibirnya tersenyum lebar pada Rey. Rey mengacungkan jempolnya.


" Hebat..... kamu berhasil "


Lalu badan Asgar melorot jatuh terduduk. Denmo cepat-cepat mendekat. Para warga juga mendekat.


" Tuan, anda tidak apa-apa ? " mereka memapah Asgar ke teras rumah dan memberi minum.

__ADS_1


" Aku tidak apa-apa, jangan khawatir.... " Asgar terkekeh.


__ADS_2