
Selama melewati hutan mereka tak berbicara sama sekali. Rey betul-betul menikmati pemandangan. Pada akhirnya mulutnya mulai bernyanyi. Asgar terperangah mendengar suaranya, begitu merdu menenangkan jiwa. Tak sadar ia mengangguk-anggukkan kepalanya.
Kudanya pun berjalan mengikuti irama lagu Rey. Burung-burung saling bersaut menambah ceria suasana. Sungguh ..... nyanyian Rey mampu menggugah sekitarnya. Kendrick yang berada di tempat lain tersenyum mendengar (melalui telepati) Rey bernyanyi. Seketika ia merasa rindu, ingin memeluknya.
Menjelang sore hari mereka mencapai kota kecil. Suasana disini sedikit lebih ramai . Rey berhenti di rumah makan terdekat. Ia memberikan kudanya pada Asgar. Lalu Rey duduk di pojok dekat jendela. Ia memesan beberapa makanan dan minuman. Asgar menyusul masuk lalu berdiri di samping Rey. Rey menyuruhnya duduk dihadapannya.
" Nona, saya tak pantas makan satu meja dengan anda "
" Tolong jangan membantah, Asgar. Aku tak ingin mereka mengusikku "
Rey berkata pelan. Asgar memandang berkeliling. Mengertilah ia dengan pandangan beberapa pengunjung rumah makan itu. Dengan sedikit sungkan Asgar duduk.
__ADS_1
Beberapa mata memang memandang Rey sebelumnya. Tapi ketika Asgar duduk satu meja mereka segera berpaling sambil bergumam. Tentu saja mereka tak berani. Badan Asgar yang kekar cukup membuat nyali mereka ciut.
Setelah selesai Rey membayar sambil menanyakan penginapan terdekat. Pelayan mengatakan malam ini ada perayaan pernikahan anak walikota. Jadi penginapan terbaik sudah tentu penuh, hanya ada satu penginapan murah yang berada di belakang pasar kota. Rey mengangguk mengucapkan terima kasih. Asgar pamit untuk menyiapkan kuda.
Baru saja Rey melangkah keluar pintu rumah makan , datang beberapa orang ke tempat itu. Pemuda paling depan melihat Rey begitu cantik tapi gaunnya sangat sederhana. Dengan segera ia menghadang sambil tersenyum menyeringai.
" Hai Nona, temani aku. Apa kau membutuhkan uang untuk membeli gaun yang bagus ? "
" Ada apa denganmu Tuan, gaunku masih layak pakai. Mungkinkah mata Tuan sudah rusak ? "
" Kau ..... ! "
Pemuda itu mendekat dan mengulurkan tangan bermaksud menyentuh Rey, tapi sebuah tangan kokoh menangkap tangannya.
__ADS_1
" Jangan sentuh Nona-ku ... ! "
kemudian Asgar menghempas tangan pemuda itu sehingga terhuyung ke belakang.
Segera saja dua orang pengawal berdiri disamping pemuda itu. Pemuda itupun mundur sambil menyeringai. Ia yakin orang-orangnya akan membereskan pengganggu ini. Jadi ia bisa bersenang-senang dengan gadis tadi. Matanya mencari-cari dimana gadis cantik itu, tapi tak ditemukannya.
Rey menghela nafas lalu mundur ke dekat kudanya. Ia membaca mantra membuat bola pelindung agar tak ada yang melihat dirinya. Ia hanya tak ingin siapapun mengganggunya saat ini.
Asgar bersiap untuk bertarung dengan dua pengawal itu. Orang-orang yang melihat itu segera berkerumun melingkari mereka. Beberapa pengunjung restoran ikut keluar menonton. Ada juga yang diam-diam bertaruh dibelakang.
Dua pengawal mulai bergerak. Satu orang melompat menerkam Asgar. Asgar menangkap orang itu sambil berputar membanting. Seorang lagi datang menerkam Asgar. Tapi Asgar Segera berguling ke samping. Tentu saja orang itu jatuh menimpa temannya sendiri. Orang-orang tertawa melihatnya dan mulai bersorak. Kegaduhan ini semakin mendatangkan banyak orang.
Dan kerumunan orang-orang itu menghalangi pandangan Rey. Tapi Rey tak terlihat khawatir. Ia yakin Asgar mampu mengatasi dua pengawal itu. Rey bersandar di pagar menunggu pertarungan selesai.
__ADS_1