GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
Menikah Dengan Siapa ?


__ADS_3


" Mempelai dipersilahkan kembali ke dalam ( kamar ) " kata pelayan tua.


" Kalian bersenang-senanglah " jawab Darkie gembira.


Ia segera menggendong Rey palsu kembali ke kamar. Dalam perjalanan Rey palsu terus menciumi leher Darkie, membuat Darkie tergoda. Langkahnya semakin cepat.


Setelah membanting pintu kamar, Darkie langsung beraksi membalas ciuman Rey palsu. Ia menambahkan olesan ramuan cinta pada leher dan bahu Rey palsu sehingga semakin bergelora.


Sementara para penjaga dan pelayan yang muda-muda tetap di sekitar altar, meminum lebih banyak arak sehingga mulai mabuk. Mereka mulai saling bersenggolan, memeluk, mencium dan menanggalkan jubah masing-masing. Bergumul dengan gairah terlarang dan berganti pasangan tanpa sadar.


" Hu.... huuuuuw............ hu.... huuuuuw............ " burung hantu hanya bisa merana sendirian. Ia memelototi tubuh-tubuh telanjang yang tumpang tindih bergantian dari tempatnya bertengger. Zigaz ada di dapur mencari makanan dan minuman yang enak.


Beberapa jam berlalu. Matahari mulai menyinari ruangan terbuka yang semalam dipakai pesta. Satu pelayan wanita mulai bangun dan dengan malu-malu mengambil jubah terdekat untuk dipakai menutupi tubuhnya yang telanjang.


Lalu ia juga membangunkan pelayan wanita lainnya sambil melirik tubuh kekar para penjaga yang telanjang memamerkan pesona. Sejujurnya mereka masih ingin lagi mengulang kesenangan semalam. Sayang waktunya terlalu singkat.


Setelah semua para pelayan wanita pergi, segera pelayan tua sengaja membanting kaleng di depan pintu dengan keras.


" Klang..... klontang.......... ! "


Tentu saja bunyi itu membangunkan para penjaga yang tertinggal. Mereka segera menyadari bahwa mereka dalam keadaan tidak berpakaian. Cepat-cepat mereka mengambil jubah terdekat yang berserakan di lantai. Tentu saja ada beberapa yang terlalu kecil karena tertukar dengan jubah pelayan perempuan. Namun mereka tak perduli dan segera berlari ke kamar masing-masing untuk berganti.


Karena hal itu, para pelayan dan penjaga sama-sama memerah mukanya saat berpapasan dimana saja. Mereka ingat tadi malam telah saling bergelut tanpa pilih-pilih. Entah siapa dengan yang mana. Uuuuh...........


Sedang Zigaz sudah menyusup ke kamar Darkie. Ia ingin tahu apa yang akan terjadi jika Darkie melihat penampakan " istrinya " hari ini.


Zigaz menatap wajah wanita yang sedang berada di pelukan Darkie. Alis Zigaz berkerut.


" Kasihan sekali jika wanita ini mengalami kesialan di hari pertama menikah "

__ADS_1


Zigaz mendekati pakaian dan jubah milik Darkie. Ia mencari-cari botol ramuan cinta. Lalu diam-diam mengoleskannya di leher dan bahu Darkie agak banyak. Kemudian menyimpan botol kecil itu disakunya. Zigaz berniat mengacaukan pagi ini.


Di luar pintu kamar sudah berdiri seorang penjaga dan 2 pelayan wanita yang membawa kereta sarapan pagi. Mereka terus menunduk karena malu dengan kejadian semalam.


Rey palsu mulai terbangun. Ia mengerutkan alisnya saat menyadari tidurnya tidak sendirian. Matanya terpaku pada dada bidang didepannya. Lalu menengadah untuk melihat siapa pemiliknya.


" Aaah........ ! " Ia terpekik kecil. Matanya terbelalak lebar ketika melihat wajah Tuan Darkie. Ia beringsut mundur, namun pinggangnya tertahan tangan Darkie. Dengan panik ia berusaha menyingkirkan tangan Darkie. Tapi itu malah membangunkan Darkie.


Rey palsu menelan ludahnya ketakutan. Nafasnya seperti putus-putus. Darkie menatapnya lama ( ia sudah terpengaruh ramuan cinta yang dioleskan Zigaz sedari tadi ). Alisnya berkerut karena tak mengenali wanita ini ( sihir Rey sudah habis, jadi wajahnya kembali ke wajah asli pelayan ). Sementara gairahnya sudah terbangun tegak dibawah, mencari kehangatan.


Darkie mendesis. Ia berusaha menekan gairahnya yang terasa membakar kelelakiannya. Tak sanggup jika harus mencari Rey sekarang.


" Siapa kamu..... ? " suaranya terdengar sedikit serak.


" A.... aku....... s.... salah masuk Tuan, maaf....... " Rey palsu beranjak duduk. Tapi dia lupa bahwa tubuhnya tidak mengenakan pakaian. Bagian dadanya yang menonjol tentu saja menggoda Darkie.


Tangannya cepat menarik Rey palsu sehingga terjerembab di pelukan Darkie.


Darkie mencium bibirnya penuh nafsu. Tangannya meremas sesuatu yang telah menggodanya. Tentu saja Rey palsu meronta dan mengeluh tak berdaya. Suaranya terdengar erotis di telinga Darkie.


" Mmmph.......... aaaaaah........... j....jangaaaan............ ooouuuh.............. "


Darkie terus menyusuri leher Rey palsu. Ia tak dapat menahan diri melihat tubuh indah itu. Tak perduli itu Rey atau bukan ia akan menyelesaikan gairahnya sekarang juga.


Dibaliknya tubuh Rey palsu sehingga berada dibawahnya. Bibirnya merambat turun ke bagian dada dan menghisap puncaknya.


" Aaaaaah............... " Rey palsu mengerang menggeliat tak berdaya. Kedua tangannya ditahan disamping oleh Darkie. Suara teriakan dan ******* terdengar sampai kepada mereka yang berdiri di samping pintu kamar.


Tentu saja dua pelayan wanita menunduk amat malu. Mereka segera bergeser agak jauh dari penjaga laki-laki itu. Bayangan pesta tadi malam melintas di pikiran mereka bertiga.


Suasana ini menyiksa mereka selama 1 putaran jam waktu. Setelah itu sunyi. Sepertinya Tuan Darkie dan istrinya kembali tidur karena lelah ? Akhirnya dua pelayan wanita memilih ke dapur untuk menyiapkan sarapan yang sudah sangat terlambat, hampir mendekati waktu makan siang.

__ADS_1


Sementara Darkie kembali tidur karena kelelahan. Rey palsu diam-diam menangis. Ia merasa sakit dibagian bawah karena dipaksa oleh Tuan Darkie. Bagaimanapun ia meronta, tenaganya tetap kalah jauh. Tuan Darkie bahkan melakukan hingga 2 kali pagi ini.


Perlahan ia berusaha turun. Tetapi ia jatuh terduduk karena begitu sakit dan lelah. Dengan setengah menyeret tubuhnya yang telanjang, ia menuju ke kamar mandi.


Setelah itu ia mencari baju, namun yang ada hanya gaun pengantin mewah di lantai. Akhirnya Rey palsu meraih jubah Darkie untuk menutupi tubuhnya.


Dengan tertatih-tatih, ia membuka pintu sedikit. Satu pelayan mendekat.


" Selamat siang, Nyonya...... Kami membawakan makanan dan minuman untuk Tuan dan Nyonya "


" B.... bawakan baju ganti untukku......"


" Baik Nyonya "


Rey palsu bersandar dibelakang pintu sambil menggigit bibirnya. Tak lama terdengar ketukan halus. Ia membuka pintu sedikit dan mengambil gaun hitam pengganti. Lalu kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


Ia terkejut ketika keluar dari kamar mandi, Tuan Darkie sudah berdiri menghadangnya. Menatap wajah dan lehernya yang banyak merah bekas kecupan.


" Siapa kamu ? Mengapa kamu berada di sini ? Dimana Rey ? "


Rey palsu menunduk gemetar.


" Tu... tuaaan......... saya tidak tahu apa yang terjadi kemarin...... Saya sama sekali tidak bisa bicara atau bergerak untuk memberitahu siapapun "


" Kemarin..... ? " Darkie jelas mengingat kemarin masih ada Rey. Juga sepanjang malam ini. Apa jangan-jangan.......


" Apa yang terjadi ? Katakan dengan jelas ! " Darkie tidak sabar.


" Waktu itu kami datang untuk membersihkan tubuh Nona Rey. Tapi sesuatu membuat saya pingsan. Ketika bangun, saya sudah terbaring di tempat tidur, tidak bisa bicara dan bergerak sama sekali "


" Apa........ ?! Jadi kau sudah lama menggantikan Rey ?! "

__ADS_1


Darkie mengepalkan tangannya kuat-kuat. Amarah mulai naik ke kepalanya.


__ADS_2