GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
Kepala Cretta


__ADS_3

( " Apa rencana Nona selanjutnya ? " ) tanya Zigaz.


( " Rencana terakhir adalah memusnahkan desa ini beserta seluruh penghuninya. Mereka tidak pantas dibiarkan hidup karena ritual meminum darah sesamanya. Mereka keturunan penyihir hitam yang bersifat buas dan tega membunuh keluarganya sendiri dan warga lain. Beruntung mereka tak pernah melihat dunia luar. Tapi aku ingin melihat sampai akhir, siapa yang paling bertahan hidup " ) jawab Rey.


( " Bukankah Izabel yang terkuat ? " ) tanya Asgar.


( " Mungkin, tapi ia sedang terkena racun pemimpi yang diminum setiap hari. Jadi kewaspadaan dan daya serang baliknya menurun banyak. Lihat, ia banyak terluka dan mengeluarkan darah terus " )


( " Saya rasa ia bisa bertahan karena ada iblis dalam tubuhnya " ) kata Zigaz.


( " Ya, kemungkinan iblis itu yang akan mengambil alih tubuhnya sebelum mati " ) kata Rey.


( " Wooaaah....... itu seru ! )


Rey mengajak mereka masuk ke ruang dimensi untuk makan pagi. Mereka menikmati sisa rusa panggang dan beberapa apel. Nenek Wilma membagikan minuman sari apel untuk mereka bertiga. Lalu mereka kembali nongkrong di atas atap gubuk Garet. Mereka sungguh menikmati pertarungan kematian penduduk desa penyihir.


Keadaan Cretta paling mengerikan, darah merembes di seluruh kulit tubuhnya karena terkena cakaran para wanita. Kepala dan muka dipukuli batu.


Ada beberapa wanita yang sempat pulang mengambil belati. Mereka dengan ganas menusuk-nusukkan ke dada dan punggung Cretta. Mereka tak mengerti mengapa Cretta tak segera tumbang meski keadaannya sudah sangat parah.


( " Asgar, tolong periksa semua gubuk dari sini ke utara. Aku akan memeriksa dari sini ke selatan. Pastikan tidak ada lagi yang bersembunyi di dalam gubuk. Zigaz, periksa panggangan daun pemancing kemarahan, besarkan lagi apinya supaya asap lebih pekat. Kalau bisa kipasi asapnya supaya mengarah kesini lebih banyak " ) perintah Rey.


( " Baik Nona " ) jawab Asgar dan Zigaz semangat.


Mereka berpencar melaksanakan tugas masing-masing. Asgar menyisir gubuk satu persatu hingga sampai ke gubuk besar milik Izabel. Ia pun terkejut dan hampir berteriak melihat 3 mayat bayi kering tergantung di dapur.


Dipejamkannya matanya untuk melakukan proses penguraian satu-satu. Tanpa sadar air mata meleleh di pipinya. Kira-kira tiga puluh hitungan ia menguraikan dengan hati pedih.


Ketika kembali, Rey dan Zigaz sudah berada di atap gubuk Garet.


( " Asgar........ kenapa lama sekali, apakah masih ada yang bersembunyi ? " ) tanya Zigaz was-was.


( " Bukan, aku harus memusnahkan mayat 3 bayi di gubuk Izabel. Sepertinya Izabel dan 2 gadis itu meminum darahnya sampai habis " ) jawab Asgar.

__ADS_1


( " Ah iya...... Aku lupa mengatakannya padamu. Bayi-bayi itu sudah lama disana, Izabel sengaja mengawetkannya " ) kata Rey.


( " Untuk apa...... ?! " ) Asgar dan Zigaz bertanya berbarengan.


Rey hanya menggerakkan bahunya tanda tak tahu. Zigaz menggelengkan kepalanya sambil berdecak.


( " Tccck........ ! Izabel memang gila " )


Rey menatap wanita-wanita yang saling bertarung karena tak sengaja tersenggol atau terpukul. Mereka saling mencaci, mencakar atau menjambak rambutnya. Cretta sudah tumbang dan terinjak-injak. Namun Rey masih melihat Cretta merayap susah payah.


Asgar dan Zigaz lebih memperhatikan pertarungan para laki-laki dengan Izabel dan Tiffa. Dua orang tokoh itu sungguh tangguh. Tiffa masih gesit menghindar dan menyerang. Sedang Izabel hanya bisa menyerang meski tubuhnya bersimbah darah karena banyak tusukan dan bacokan yang tidak bisa dihindari.


Menjelang siang, Izabel sudah menyerah, ia membiarkan iblis menguasai dirinya sepenuhnya. Saat Garet menusuk bahu kanannya, mata Izabel berubah merah. Ia menggeram marah dan memukul kepala Garet. Kemudian menendang dengan lutut ke arah dada Garet. Garet terjengkang dengan dada sesak.


Karel menusuk punggung Izabel. Sebelum sempat mencabut belatinya, Izabel mengeluarkan semburan asap hitam ke muka Karel. Karel tak sengaja langsung menghirup asap itu. Asap itu menyebabkan tenggorokannya kering dan panas seperti terbakar. Kedua tangannya memegang lehernya sendiri. Ia tak bisa bersuara.


Izabel mendorongnya keras hingga terjatuh bersama. Tapi Broma menjambak rambut Izabel sehingga Izabel terdongak. Broma dengan kejam memukul kepala Izabel dengan lututnya.


Tapi Broma kemudian terjatuh kena tendangan Tiffa di kepalanya. Ia menggeleng-geleng karena sakit dan pusing. Dua orang laki-laki datang menendang dan memukul Tiffa. Lalu yang lain menusukkan belati ke dada Tiffa. Itu tepat mengenai jantungnya.


" Aaaaaaarrrgh........ ! " Tiffa melotot marah. Matanya berubah merah. Iblis segera mengambil alih tubuh Tiffa. Tiffa mencabut belati di dadanya dan bangkit menyerang membabi buta kepada siapa saja yang ada dalam jangkauannya. Ia menyabetkannya dengan ganas.


Broma, Garet, Karel terkena bagian dada, pipi dan bahu. Bahkan leher yang lain juga robek. Pertarungan semakin sengit. Izabel dan Tiffa tak bisa lagi saling melindungi, mereka harus berjuang masing-masing.


Waktu berlalu hingga sore. Para wanita sudah tewas semua. Namun Cretta masih merayap karena iblis tak mau melepaskan tubuhnya.


( " Asgar..... bantu uraikan tubuh Cretta. Iblis itu tak mau lepas " )


( " Zigaz, tolong arahkan asap supaya mengelilingi mereka yang masih bertarung. Aku akan memusnahkan mereka yang sudah mati " )


Mereka bertiga segera konsentrasi melakukan tugas masing-masing.


Asgar mengamati Cretta yang merayap. Ia pikir tangan dan kaki Cretta akan diuraikan lebih dulu supaya iblis itu tak berkutik. Asgar mengambil nafas dan mulai proses penguraian. Karena tubuh Cretta sudah mati, maka ia tak berteriak kesakitan saat proses penguraian terjadi. Dan tidak ada perlawanan sehingga memudahkan Asgar mengurai. Masing-masing tangan hanya butuh 5 hitungan. Kemudian masing-masing kaki hingga lutut.

__ADS_1


Asgar lebih konsentrasi saat menguraikan bagian badan yang bergerak-gerak seperti cacing. Itu terlihat lucu tapi mengerikan. Dan ketika tubuh sudah terurai, kepala Cretta terdiam beberapa saat. Kemudian tiba-tiba bergerak melesat ke atas atap gubuk Garet.... !


" Uih....... !! " Asgar dan Zigaz terkejut menghindar.



" Aaaaaaaahhh........... ! Rey melesat ketakutan dan jijik.


Mereka bertiga terpencar kalang kabut dikejar kepala Cretta. Darah menetes dari leher Cretta.


" Zigaaaazzz.................. " Rey segera bersembunyi dibelakang Zigaz karena merasa jijik.


Zigaz langsung memasang perisai angin untuk menghindari terkena cipratan darah yang menetes karena terombang-ambing.


" Jdaakk...... ! " kepala Cretta berbalik mengejar Asgar. Asgar jadi sulit berkonsentrasi karena harus menghindar.


" Nonaaaa............ aku tidak bisaaaa......... " teriak Asgar sambil terus menghindari kepala Cretta ( iblis itu benar-benar marah karena kehilangan tubuh )


" Zigaz, tolong tutupi aku " kata Rey.


Rey berusaha menguraikannya dari belakang Zigaz.


Zigaz segera membuat bola perisai agak besar. Baru saja selesai membuat,


" Jdaakk...... ! " Kepala Cretta menabrak perisai. Cipratan darah mengotori perisai. Rey kehilangan konsentrasi sesaat.


" Iiiiih........ "


" Jdaakk...... ! " Kembali kepala Cretta menabrak dinding perisai. Rey memejamkan mata dengan jijik. Lalu mencoba lagi berkonsentrasi. Tapi itu tidak mudah.


Tiba-tiba kepala Cretta terburai tidak sempurna. Bola mata, otak, butiran gigi terbang kemana-mana.


" Astaganaga........ ! "

__ADS_1


__ADS_2