
" Asgar, apa kau punya pendapat atau pemikiran tentang pertarungan besok ? "
" Ya Nona, My Lord sudah pasti kekuatannya jauh di atas kita "
" Berarti kita harus melawan mati-matian ? "
" Bukan begitu Nona.... kita melawannya dengan kecerdikan. Ibarat hewan kecil melawan harimau "
" Hmmm.... tapi dia punya semuanya. Kekuatan, kecepatan, kepandaian, ....... "
" Ya, tapi My Lord belum pengalaman dalam bertarung sungguhan. Saya dengar My Lord memang tidak pernah bertarung secara besar di luar Kerajaan Astraco. Selama ini My Lord selalu berada di dalam dunia Astraco, melindungi dari dalam "
" Aku tak yakin bisa menang...... "
" Saya punya saran tapi agak licik sedikit. Itupun jika Nona mengijinkan "
" Katakanlah..... "
" Ehmmm......... begini Nona. Bisakah besok Nona memakai pakaian yang agak terbuka atau bersikap menggoda kepada My Lord. Dengan begitu akan menggangu konsentrasinya saat bertarung "
" Haaahhh ........... !? " Rey terbelalak mendengar saran Asgar. Tapi kemudian tertawa membuat Asgar ganti tercengang.
" Kau benar Asgar..... itu benar-benar licik ! " Rey mengetuk-ngetuk dagunya sambil berpikir.
" Lalu bagaimana dengan penyerangannya ? " Kali Asgar menggaruk kepalanya memikirkan serangan apa yang akan dipakai melawan Kendrick.
__ADS_1
" Dalam pertarungan kali ini sepertinya Nona akan lebih banyak bekerja daripada saya. Nona harus menggoda, membutakan pandangan dan menyerang dengan kekuatan besar. Saya akan membantu memecahkan konsentrasinya juga dengan menyerangnya "
" Ehmmm...... itu bagus .......... jika nanti aku diserang olehnya , aku akan pura-pura jatuh. Kau jangan pedulikan aku ya. Kau harus keluarkan semua kekuatanmu untuk membuat dia keluar arena "
" Waaahh..... itu..... ya..... aku akan berusaha sekuatnya "
" Baiklah ...... sekarang kau berlatihlah dengan bola tanah dan pisau angin. Tapi jangan sampai kelelahan ya "
" Baik , Nona "
Rey berpikir dia harus melakukan sesuatu dengan gaunnya. Ia teleport mencari Alice.
" Astaga Nona.... anda mengejutkanku ! "
" Maafkan aku Alice...... "
" Ada apa Tuan Putri, adakah yang ingin anda rubah pada gaunnya ? "
" Ya ibu penjahit "
" Nama saya Sevio , Tuan Putri "
" Ah.... begini Ibu Sevio, bisakah kau membuat gaun pendek ini tampak sedikit menggoda ? Aku ingin mengganggu konsentrasi Kendrick saat pertarungan besok agar mudah mengalahkannya.... "
Ibu Sevio dan Alice tercengang sesaat namun kemudian tertawa bersama. Rey jadi malu.
__ADS_1
" Itu ide bagus Nona, anda harus menggodanya sambil memukul "
Alice berdiri lalu berlenggak-lenggok dengan genit. Mereka kembali tertawa.
" Aku yakin ide itu bukan berasal dari anda Tuan Putri ? " tanya ibu Sevio.
" Yaaahh..... ide itu keluar dari kepala kekasihnya " jawab Rey menunjuk Alice dengan dagunya.
" Apa ...... ?! maksud Nona, Asgar ? " Alice membelalakkan matanya.
" Yeaaahh........ A..S..G..A..R ........... " Rey mengeja nama Asgar.
" Uuuuh ........ aku akan menghajarnya besok ! " Alice menggembungkan pipi sambil berkacak-pinggang.
Sekarang ganti Rey dan Ibu Sevio tertawa lebar.
" Ehmmm...... anda ingin baju yang terbuka atau model ketat Tuan Putri ? " tanya Ibu Sevio.
" A...aku........ bagaimana jika yang sedikit terbuka tapi ketat ? apakah para Tetua akan melarangnya ? "
" Tentu saja....... Aku akan membuat celah-celah dibagian atas dadamu sehingga hanya My Lord yang melihatnya. Anda bisa menutupinya dengan selendang sebelum bertarung "
" Ya..... ! selendang itu bisa kujadikan sebagai senjata. Anda sungguh pintar Ibu Sevio "
" Andalah yang membuatku menjadi pintar sekarang.... semoga gadis-gadis lain tidak meniru gaya pakaianmu , Tuan Putri " kata Ibu Sevio sambil melirik Alice.
__ADS_1
Alice segera menutup mulutnya sambil mengedip-ngedipkan matanya. Ibu Sevio memukul pelan kepala Alice menggunakan pengukur. Rey tertawa keras.