GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
125. Malam Pesta


__ADS_3

Rey berdiri di hadapan Zacko.


" Jika kau tidak suka aku mendekati Xenia, lalu apa yang kau lakukan saat para gadis itu mendekatimu terus menerus ? " tanya Rey.


" Aku akan mengusir mereka dan mengakui Xenia di depan mereka " jawab Zacko dengan tegas.


" Baguslah.... " Rey tersenyum pada Xenia. Xenia juga membalas tersenyum. Membuat hati Zacko panas.


" Lalu mengapa kau masih disini ? " Zacko bermaksud mengusirnya.


" Aku menunggu waktu. Aku nanti akan pergi ke pesta Raja Greg bersama Kendrick "


" Lord Kendrick ? Kau siapa ? "


Rey melambai-lambaikan tangannya di depan mata Zacko dan menatap lekat. Sejenak kemudian Zacko tersadar dan menunduk.


" Aaah.... ! M... maafkan saya, Nona Rey. Saya tidak mengenali anda. Aow.... ! "


Asgar datang menjitak kepala Zacko dan Zigaz memperlihatkan deretan gigi yang bertaring di depan muka Zacko.


" Grrrrr...... "


" Serigala Cronos ! " seru Xenia terkejut tapi senang. Ia berdiri dan memegang lengan Zigaz.


" Tolong tunjukkan wujudmu yang asli " pinta Xenia.


Zigaz menatap Rey dan meminta persetujuan sebelum berubah.


Seekor serigala besar berwarna putih keabuan muncul di aula. Xenia segera memeluk leher Zigaz agak lama, kemudian terisak, seolah merindukan sesuatu. Zacko tercengang.


Seluruh anggota geger. Beberapa dari mereka menonton lebih dekat. Kendrick dan Greg juga.


Kendrick melihat Xenia menangis memeluk Zigaz. Ia membelai kepala Xenia. Xenia menengadah ingin tahu siapa yang membelai kepalanya.


" M... My Lord..... " Xenia menyusut air matanya.


" Mengapa kamu menangis ? " tanya Kendrick.


" Ng.... dia mengingatkanku pada Xibo, serigala kepunyaan ibu. Seorang penyihir membunuhnya saat melindungi ayah " jawab Xenia menunduk.


" Mengapa Elena tidak mengatakannya padaku ? Bangunlah.... " Kendrick mengulurkan tangannya. Mereka kemudian menghilang.


Zacko kebingungan dan takut kehilangan Xenia " Nona.... Xenia kemana ? "


" Ia mencari Xibo yang baru " jawab Rey tersenyum.


Tak lama mereka kembali dengan rubah kecil dipelukan Xenia. Namun semua anggota tahu itu pasti hanya penyamarannya saja. Wujud asli pastilah sama seperti Zigaz, serigala besar. Tak mungkin penguasa Astraco hanya memberi rubah pada Xenia, Putri Trexodia.

__ADS_1



Tampak Xenia tersenyum gembira seperti anak kecil diberi permen. Ia berlari ke arah Zacko. Zacko memeluknya beserta dengan rubah itu.


Merasa sudah tidak dibutuhkan lagi, Zigaz kembali berubah menjadi pria paruh baya. Ia berdiri di sisi Nona Rey. Namun rubah kecil melompat ke arah Zigaz dan mengulurkan kaki depannya. Zigaz menerimanya sambil tersenyum. Kemudian kembali lagi pada Xenia.


Greg maju ke hadapan Kendrick.


" My Lord.... bolehkah aku meminta burung hantu ? "


" Burung hantu ? "


" Ya, burung hantu tidak merepotkan dan pendiam, saya menyukainya "


" Hmmm..... "


Kendrick menjentikkan jarinya. Tiba-tiba satu mahkluk terbang keluar dari balik tiang penyangga terbesar. Ia datang dan bertengger di lengan Kendrick. Para anggota markas tercengang. Mereka tak tahu selama ini ada burung hantu yang tinggal bersama mereka di markas.



Kendrick meletakkannya di bahu Greg. Greg tertawa senang sekali. Yang lain bertepuk tangan.


" Mari kita kembali ke alun-alun. Akan ada pesta kembang api setelah makan malam " ujar Greg.


" Yooo...... "


Mereka semua bersiap-siap pergi. Asgar mengatakan tak perlu khawatir tentang keamanan markas. Kendrick telah memantrainya.


" Waooow....... "


" Cantik sekali...... "


" Pemandangan yang indah..... "



Kendrick dan Zacko berlutut sebelah kaki mengulurkan tangannya. Tapi tiba-tiba Greg nyelonong dan langsung menggandeng lengan kedua gadis itu lalu berpura-pura membawanya pergi. Asgar dan Zigaz yang melihat segera bergabung menggandeng lengan satunya dari para gadis supaya berjalan lebih cepat.


" Hah..... !? "


Kendrick dan Zacko seketika mengejar.


" Eeeeh, copeeeett....... ! " teriak Zacko.


" Bukan ! Penculiiiiiikk...... ! teriak Kendrick.


Mereka kejar-kejaran di ruang aula.

__ADS_1


" Ha...ha...ha...ha..... Kejaaaarrr...... " anggota markas tertawa dan bersorak meledek Kendrick dan Zacko.


Setelah itu semua bersama-sama berangkat ke alun-alun. Greg segera menemui para menteri. Para pelayan dan rakyat yang berpartisipasi memasak sudah menyiapkan makan malam dan kue-kue. Berbagai minuman juga tersedia.


Greg naik ke panggung untuk pembukaan makan malam. Satu kembang api diluncurkan ke langit. Rakyat menyambut gembira.


Zacko dan Xenia bergabung dengan Raja dan Ratu Trexodia. Di meja lain, Kendrick saling menyuapi dengan Rey. Beberapa mata melirik iri pada pasangan itu. Namun mereka yang tahu siapa Rey tidak berani mendekat meskipun ingin.


Sementara Asgar dan Zigaz kemana-mana berdua.


Musik lembut dimainkan, beberapa orang turun menari ( dansa ) termasuk Zacko dan Xenia. Setelah makan malam, Kendrick dan Rey menyusul menari. Raja dan Ratu Trexodia juga bergabung.


Tak lama kembang api diluncurkan berturut-turut. Rakyat bersorak dan bertepuk-tangan. Musik berganti irama gembira. Kali ini para lajang turun menari dengan semangat. Asgar dan Zigaz juga.


Merry menatap ke arah Kendrick yang merangkul mesra seorang gadis cantik. Ia mengerutkan alisnya mengingat tadi siang Kendrick mencium sesama pria. Kendrick berbisik pada Rey. Rey mengangguk.


Melihat Kendrick pergi, Merry mendekati Rey.


" Kalau aku jadi kamu, lebih baik aku jauhi pria itu "


" .... ? kenapa ? kami saling mencintai kok... "


Merry tertawa tanpa suara.


" Pria itu menyukai sesama jenisnya " ejek Merry.


" Oh.... mungkin kamu salah lihat ? " Rey menyesap anggurnya sedikit.


" Hmmmph..... Kamu yang bodoh dan buta. Aku melihatnya sendiri " jawab Merry jengkel. Ia kesal karena Rey bersikap tidak perduli mendengar omongannya tentang Kendrick.


" Tuan Putri...... " Ratu Elena datang memberi hormat pada Rey.


Rey dan Merry menoleh.


" Oh.... Ratu Elena. Anda cantik sekali "


" Ah, Tuan Putri Rey, anda lebih cantik lagi dari saya. Terima kasih sudah memberi penjaga untuk Xenia "


" Bukan aku, Kendrick yang memberikannya "


" Saya tidak melihatnya sedari tadi. Tolong sampaikan terima kasih saya pada Lord Kendrick. Saya harus menemui yang lain "


" Tentu Ratu Elena "


Kemudian Ratu Elena melambaikan tangan dan berlalu.


Merry tertegun mendengar percakapan mereka. Ternyata gadis ini seorang Putri ? Dan tadi yang menyapanya adalah Ratu Elena, istri Raja Alexander ( Trexodia ). Kalau tidak salah.... terakhir Ratu Elena juga menyebut nama Lord Kendrick ? Itu seorang Penguasa Astraco, negeri cahaya yang penuh dengan keajaiban.

__ADS_1


Oh astaga..... hati Merry seketika menciut. Tangannya gemetar memegang gelas anggur. Ia telah salah berurusan dengan " bintang-bintang di langit " . Siapakah dirinya ini sampai berani menggoda Lord Kendrick dan mengejek seorang Tuan Putri ? Bukankah pasangan Penguasa Astraco adalah Gadis Takdir ? Seseorang yang telah mengalahkan para iblis penguasa kerajaan HIGRESIA. Merry merasa lututnya lemas. Ia jatuh terduduk dengan anggur yang tumpah ke pangkuannya.


Rey meliriknya sekilas dan berlalu diam-diam. Ia menghubungi Kendrick agar menyusulnya ke meja kue-kue kecil.


__ADS_2