GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
48. Destraco


__ADS_3

Alice mengetuk pintu kamar Rey.


" Nona, ini aku Alice "


" Masuklah...... " Alice masuk dan menutup pintu. Ia melihat Rey sedang rebahan. Diseretnya kursi dekat pembaringan dan ia duduk.


" Nona..... ceritakan padaku apa saja yang Nona lakukan di luar sana ? "


" Aiiish.... Alice...... Kau menggangguku saja " jawab Rey cemberut. Alice tersenyum. Rey menceritakan apa saja yang ia alami dan lakukan bersama Asgar.


Saat makan malam pelayan memanggil mereka berdua. Di meja sudah duduk Kendrick, Asgar dan beberapa Tetua. Rey duduk disamping kiri Kendrick. Asgar duduk diantara para Tetua. Tidak ada yang istimewa dalam percakapan di sela-sela makan. Alice bertugas seperti pelayan yang lain.


Setelah makan Kendrick menahan Rey.


" Dengarkan aku, sayang.... Kau tak bisa kembali ke kota itu selama beberapa hari ini "


" Eh.... kenapa ? "


" Kau sudah berani melawan penyihir tingkat menengah. Untunglah itu di siang hari. Jika itu terjadi saat malam, mereka tentu saja lebih kuat. Dan akan mengundang kedatangan penyihir lain "


" Tapi..... itu kan tidak sengaja. Aku juga tidak tahu seberapa tinggi tingkat penyihir itu "

__ADS_1


" Hmmm....... nanti malam kita akan melihat melalui bola kristal, sekarang kembalilah ke kamar dan tutup jendela. Jangan kemanapun .... ! "


" Baiklah "


Rey kembali bersama Alice. Kendrick meminta Asgar mengikutinya ke ruang kerja.


Menjelang tengah malam Kendrick muncul di kamar Rey. Ia membangunkan Rey dan duduk di kursi. Tangannya mengeluarkan bola kristal seukuran sejengkal tangan. Ia meletakkan tangannya sebentar ke bola kristal sambil bergumam. Tak lama terlihat kota Bronche yang lengang.



Rey melihat beberapa asap hitam melintas. Lalu suasana sedikit berubah. Kabut hitam pekat agak panjang melintas. Daun-daun pohon yang terlewati seketika mengering layu. Terlihat bentuk kabut seperti sosok hitam yang sedang terbang.


Kendrick memutar bola kristal tampak depan sosok penyihir. Matanya menyala merah, seperti iblis haus darah. Rey menutup mulutnya.


" Apa ...... ? "


" Destraco adalah saudara kembar Astraco. Mereka mempunyai kekuatan yang bertolak belakang. Karena menginginkan calon istri saudaranya, ia membunuh Astraco dan menggantikannya saat pernikahan. Tapi wanita itu sudah terikat darah dengan Astraco, sehingga siapapun yang menyentuhnya akan berakhir dengan kutukan. Jadi ia membunuhmu sebelum menghilang "


Rey tersenyum sinis mendengar cerita itu. Ia tak tahu harus berkata apa . Ia tak bisa mengingat masa lalunya.


" Dan kau siapa ? " matanya menatap lekat pada Kendrick. Kendrick mendekat ke wajah Rey.

__ADS_1


" Menurutmu siapa ? Aku sudah menunggumu seribu tahun lamanya. Mencari jiwamu ke seluruh negri. Dan sekarang tidak mendapatkan satupun ciuman ? "


Rey tersenyum simpul mendengarnya. Ia mencium sekilas pipi Kendrick.


" Berarti..... Kau Astraco ? "


" Astraco sudah mati ribuan tahun lalu. Jiwanya bereinkarnasi pada anak kecil yang mati kedinginan "


" Bagaimana kau bisa kembali ke Kerajaan ini ? "


" Para Tetua Astraco mencariku. Mereka juga mencarimu, tapi tidak dapat menemukanmu karena ibumu menyegel aura dan kekuatanmu "


" Kau bilang tadi sudah menungguku selama seribu tahun ? "


" ............. " Kendrick hanya meliriknya.


" Aaaaaaaaaaaaahh ........... jadi calon suamiku adalah seorang kakek tua bangkotan .... ?! "


Rey menampakkan muka memelas lucu. Kendrick gemas menarik tubuh Rey dan mencium bibirnya berkali-kali.


" Mmmmhhh..... Ken....... mmmmhhh...... Kendriiiiick ......... "

__ADS_1


Kendrick terkekeh. Ia mengangkat tubuh Rey ke ranjang .


" Tidurlah.... sudah larut malam " Kendrick lalu turut naik ke ranjang berbaring di samping Rey sambil memeluknya dari belakang.


__ADS_2