GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
Siapa Menculik Rey ?


__ADS_3

Jadi sebenarnya dimana Rey..... ?


Ia berada dalam pelukan seorang pria muda yang tampan. Ternyata Rey pingsan. Mereka terbang ke arah barat, menjauhi ibukota Trexodia. Melewati beberapa kota hingga pagi menjelang. Mereka sampai di hutan yang tenang dan indah. Terdengar suara aliran air sungai.



Pria itu membaringkan Rey di rerumputan. Lalu ia mengerahkan sihirnya untuk membuat sebuah rumah kecil dari kayu. Setelah itu ia membopong Rey masuk dan membaringkannya di ranjang kayu. Ia kemudian ikut berbaring sambil memeluk Rey.


Waktu berlalu......


Matahari mulai muncul. Ayam hutan berkokok di kejauhan. Burung hantu berbunyi sebentar sebelum bertengger diam memejamkan matanya. Tugas malam sudah selesai....


Burung-burung mulai bernyanyi, bersahutan. Tupai juga keluar dari sarang, berniat mencari kacang hazel. Rey mulai sadar. Sudah lama ia tidak mendengar suara burung di pagi hari ( di kota tidak ada ). Ia menggeliat.....


Membangunkan pria yang masih memeluknya.


" Hmm...... ? " Rey meraba ke arah perutnya. Ada satu tangan yang memeluknya. Cepat ia menoleh ke samping dan mendapati wajah tampan sedang tersenyum.


" Kendrick........ ? " tanya Rey tak percaya tapi matanya berbinar ceria.


" Hmmm......... "


Rey menyusupkan kepalanya di leher Kendrick. Ia jadi malas bangun. Kendrick memeluknya bahagia. Selama 10 hitungan mereka menikmati kebahagiaan. Suara burung yang bersahutan menggoda Rey untuk bangun. Ia mulai beringsut.


" Mau kemana, ini masih pagi " kata Kendrick. Suaranya terdengar lebih jernih dari biasanya.


" Aku mau menikmati pagi, ada banyak burung bernyanyi, aku suka mendengar suaranya..... " Rey bangun dan berlari keluar. Kendrick terpaksa melepaskan tangannya.


" Tccck....... ! " Kendrick kesal pada burung-burung itu. Menggangu saja. Ingin rasanya ia membunuh burung-burung itu. Namun akal sehatnya masih bekerja. Ia tak ingin merusak suasana hati Rey.


" Hhhhhh....... ! "


Dengan kesal ia duduk di ranjang melihat ke jendela. Tampak hari sudah terang. Ia masih merasa lelah karena terbang begitu jauh. Namun ia terpaksa menempuh cara itu karena tak bisa melakukan teleportasi. Semoga saja dua pengawal Rey tidak datang mengganggunya. Kendrick tersenyum miring. Akhirnya ia bangkit keluar.


Rey berjalan ke arah sungai dengan riang. Ia memetik beberapa bunga yang dilewatinya. Lalu duduk di bebatuan sungai bermain air. Lalu mencuci mukanya.


" Aaah........ " terasa dingin tapi segar.

__ADS_1


Beberapa ikan besar melintas. Rey menangkap satu-satu dan melemparkannya ke atas ( daratan pinggir sungai ). Ia bermaksud membakar ikan untuk sarapan.


Kendrick yang mencari Rey melihat beberapa ikan dilempar ke daratan oleh Rey. Diam-diam ia mendesah tidak suka.


" Hei.... apa yang kau lakukan ? " tanya Kendrick mendekat.


" Aku ingin makan ikan bakar " sahut Rey berhenti. Sepertinya tadi sudah ada 6 ekor yang ditangkap dan dilemparkannya. Ia naik ke atas dan mengurus ikan-ikan itu.


" Kendrick, maukah kau mencari sedikit kayu bakar ? " tanya Rey.


" Hmmm....... " Kendrick hanya mengangguk-angguk dan segera pergi.


Rey menatapnya heran karena merasa Kendrick seperti enggan pergi. Tapi Rey berpikir mungkin karena baru bangun tidur, jadi agak malas. Anggaplah energinya belum genap.....


Sementara Kendrick meluapkan kekesalannya pada sebuah pohon. Ia mengeringkan pohon itu dan menjadikannya kayu bakar kecil-kecil. Kemudian kembali ke tempat Rey menunggu. Tapi Rey tidak ada disana.


Kendrick menjatuhkan kayu bakar ke rumput dan berteriak.


" Rey..... ! "


Ia berlari kesana-kemari sambil memanggilnya.


" Kau darimana ? " tanyanya gusar.


" Aku mencari rempah-rempah untuk membakar ikan " Rey menunjukkan beberapa rempah di tangannya.


" Oh........ " Kendrick lega ternyata Rey tidak pergi. Ia berbalik dan segera memunguti kayu bakar yang berantakan karena dijatuhkannya tadi.


Mereka berdua membakar ikan bersama-sama. Sambil membolak-balik ikan supaya matang, Rey bertanya " Bagaimana kabar Martin ? "


Kendrick terkejut, namun cepat menjawab sambil berdiri " Ia baik-baik saja. Aku akan mencuci muka dulu "


" Eh tunggu " Rey mengeluarkan guci untuk tempat air minum dan memberikannya pada Kendrick " Tolong isikan air "


" Hmmm..... " Kendrick berlalu.


Ketika Kendrick kembali, ikan-ikan sudah matang. Mereka segera menikmatinya sambil mengobrol. Kendrick akan selalu mengalihkan pembicaraan jika Rey bertanya tentang orang-orang di Astraco. Rey merasa sedikit aneh....

__ADS_1


Diam-diam Rey mulai mengamati Kendrick dengan teliti. Tidak ada yang berbeda. Tapi mengapa Rey merasa dia tidak seperti Kendrick ?


" Kendrick...... ? Mengapa kamu tidak memakai gelang pemberianku ? " tanya Rey sambil menunjuk tangan kiri Kendrick.


Kendrick tertegun.


" Oh............ Aku meninggalkannya di kamar mandi tadi, maaf lupa.


( Di kamar mandi ? Tadi ? Bukankah pagi ini dia cuci muka di sungai ? Lagipula sebenarnya Rey tidak pernah memberikan gelang pada Kendrick, bagaimana bisa mengaku lupa ?) Rey tersenyum diam-diam. Orang ini bukan Kendrick.


Rey mencoba mengingat bagaimana bisa ia bersama orang ini. Tadi malam ia sedang mengobati orang-orang yang terkena serangan kelelawar penghisap darah.


Lalu Kendrick memeluknya dan membawanya pergi. Tapi ia tak bisa mengingat apapun setelah itu. Laki-laki ini pasti membiusnya pada saat itu. Siapa dia ?


Rey terkejut ketika Kendrick membelai pipinya. Wajahnya seketika memerah.


" Sebaiknya kita segera menikah " kata Kendrick.


" A....apa...... ? " Rey gugup.


Kendrick meraih pinggangnya hendak menciumnya. Rey cepat memalingkan muka sehingga Kendrick hanya bisa mencium rambutnya. Rey berontak.


" Kendrick, lepas....... "


" Aku tidak ingin kehilanganmu lagi " Kendrick meraih dagu Rey bermaksud mencium bibirnya. Tapi Rey menepis tangan Kendrick dan bergegas berdiri.


" Aku akan mandi di sungai, jangan mengintipku " Rey berlari ke arah sungai.


Kendrick mengepalkan tangan. Ia melirik kepergian Rey. Rasanya kesal karena gagal mencium Rey. Tapi kemudian ia tersenyum licik. Tunggu 5 hitungan lagi ia akan menyusul ke sungai, berniat mandi bersama. Pikirannya sudah melayang kemana-mana.


Sementara Rey duduk di atas batu sungai. Ia mencoba menghubungi Zigaz dan Asgar. Ternyata tidak bisa. Ada sesuatu yang menghalangi di udara. Rey yakin laki-laki ini pasti memblokir udara di sekitarnya. Seberapa tinggi kekuatannya ? Rey merasa sedikit gentar. Ia masuk ke ruang dimensi dan mandi di danau jiwa.


Kendrick menyusul ke sungai tapi tidak menemukan Rey disana. Ia sedikit heran karena jejak aura Rey terakhir di sungai, tidak pergi kemana pun. Ia memang tak Tahu tentang ruang dimensi. ( Itu hanya dimiliki oleh penyihir keturunan kerajaan atau tingkat penguasa )


" Rey...... !! "


Kendrick berteriak keras karena marah. Ia mengira Rey melarikan diri.

__ADS_1


" Ada apa ? Mengapa kamu berteriak ? " Rey berdiri sejauh 10 langkah di belakang Kendrick, memegang seikat bunga.


Kendrick menoleh. Ia melesat ke depan Rey dan langsung memeluknya. Tapi Rey dengan kesal langsung mendorongnya mundur.


__ADS_2