GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
173. Martin Melawan Odex


__ADS_3

Naga itu marah dan memukul Tetua Outter dengan ekornya.


" Plaakkk.... ! "


" Aaahkk..... ! "


Tetua Outter jatuh terguling. Belum sempat berdiri, naga itu melesat mencakarnya.


" Aaiiihh...... ! "


Baju di bagian dada Tetua Outter robek dan darah segera merembes.


" SIDRAG..... ! " terdengar suara seseorang.


Naga itu menoleh dan mengecilkan badannya. Lalu meluncur dan segera melingkar di pergelangan tangan Lord Kendrick layaknya gelang biasa.


Lord Kendrick menatap Tetua Outter yang bangkit berdiri. Tampak kepala pelayan dan beberapa pengawal khusus menatap dari beberapa tempat yang berbeda.


" Suamiku..... ! "


Seorang wanita berlari mendekati Tetua Outter untuk menolong. Namun Tetua Outter menepis tangannya dan mendorongnya mundur, membuat wanita itu tertegun.


" Minggir..... ! Jangan menyentuhku sembarangan ! "


" Suamiku...... Kau.... tak mengenaliku ? " tanya wanita itu dengan suara sedikit terisak.


" Kau siapa ?! pergilah ! aku tidak punya istri ! "


Kendrick menarik Mareta ke tempatnya ( teleportasi ).


" Jika begitu maka kau bukan Tetua Outter " kata Kendrick.


" Ya, siapa kau sebenarnya ? " tanya kepala pelayan sinis.


" Kau.... ! saya Tetua Outter. Mohon My Lord percaya pada saya "


" Lalu.... Siapa nama istri dan anakmu ? "


" A... saya..... " Tetua Outter bingung karena tak mengetahui nama istri dan anaknya.


" My Lord...... saya.... saya mengalami hilang ingatan saat bertarung dengan... dengan seorang penyihir hitam. Saya sungguh tidak ingat tentang istri dan anak saya "


" Lalu bagaimana bisa kamu mengingat tentang Astraco dan mengenali saya ? "

__ADS_1


" Itu.... hanya itu yang saya ingat "


Tiba-tiba muncul seorang anak kecil di antara Tetua Outter dan Lord Kendrick. Mareta terkejut dan hendak maju, namun Lord Kendrick menahannya agar tetap diam.


" Minggir, anak kecil... ! " usir Tetua Outter.


Martin menatap tajam pada Tetua Outter. Ia tidak takut karena Lord Kendrick pasti melindunginya meski dia berhadapan di depan Tetua Outter. Ia muncul disini karena panggilan Lord Kendrick. Lord Kendrick ingin dia sendiri yang menghakimi Odex.


Gelang naga di pergelangan tangan Kendrick lepas dan meluncur ke samping Martin, berubah menjadi pria berbaju zirah besi ( Ksatria ). Ia termasuk salah satu binatang pelindung Astraco. Secara otomatis, ia harus melindungi warga kerajaan Astraco dari bahaya. Apalagi ia mencium aura tubuh Tetua Outter bercampur kegelapan.



Martin, kepala pelayan dan para pengawal terpukau melihat penampakannya. Hanya binatang mitos kuno yang berumur ribuan tahun yang bisa berubah menjadi manusia. Martin merasa bangga dan lebih berani didampingi seorang Ksatria.


Sementara Tetua Outter menatap kagum sekaligus ngeri. Makhluk itu memegang pedang panjang tajam. Sepertinya bahannya campuran besi putih ( baja ) dan perak. Tentu saja, ini adalah dunia sihir. Dimana perak dipakai sebagai senjata sihir.


" Penyihir Odex...... perkenalkan, aku : Martin, adalah putra orang yang telah kau bunuh ! Hari ini aku akan membalaskan kematian ayahku ! " kata Martin lantang dan bersiap mengerahkan kekuatannya


" Heh... Hehh...... Jangan mimpi ! Aku akan mencincangmu supaya kau bisa bertemu dengan ayahmu "


Martin merentangkan kedua tangannya. puluhan pisau angin terbentuk dan melesat cepat ke arah Odex. Odex melompat menghindar, namun ternyata pisau-pisau itu seperti punya mata. Ketika ia mendarat, beberapa pisau menembus jubahnya dan menyerempet kakinya.


Odex melemparkan bola racun ke arah Martin.


Racun itu menabrak perisai angin Martin. Martin menatap tangan kanan penyihir Odex. Ia menyeringai teringat ajaran Dewi Takdir. Ia bermaksud menguraikannya. Martin menempelkan tangannya pada perisai dan fokus penguraian.


" Sssssh..... " Odex tiba-tiba merasa tangannya sedikit nyeri. Ia membuat tombak angin dan melemparkannya ke arah Martin. Namun karena tangannya sedikit nyeri maka tombak itu jatuh tepat didepan Martin dan patah.


" Ha..ha..ha..ha......... Ha..ha..ha..ha......... " kepala pelayan terpingkal-pingkal.


Odex melirik geram padanya. Namun ia terlihat mengibas-ngibaskan tangan kanannya yang semakin sakit. Lalu ia mengerakkan tanah ( menggunakan tangan kiri ) menyembur ke arah Martin. Martin hanya terbang menghindar karena tetap fokus pada tangan kanan Odex.


Sebenarnya Odex adalah penyihir Cronos. Ia mempunyai elemen cahaya ( api dan petir ). Namun karena melakukan ritual kegelapan, elemen cahaya rusak atau hilang sama sekali.


Odex meringis menahan nyeri di tangannya. Ia melompat cepat menendang Martin. Martin terjatuh bergulingan. Ia bangkitsambil menggertakkan gigi dan berusaha lebih kuat lagi melakukan penguraian.


Mareta sempat menjerit dan hendak berlari ke arah Martin. Kendrick memegang lengannya sambil tersenyum.


" Tenanglah, aku dan Sidrag melindunginya "


Mareta tanpa sadar berpegangan pada lengan Kendrick sambil menatap khawatir ke arah Martin.


" Aaaaarrrrgh........ ! "

__ADS_1


Odex berteriak sambil memegangi tangannya yang sebelah kanan. Dengan marah ia mengeluarkan bola racun dari mulutnya. Bola itu melesat cepat mengenai lengan baju Martin, menyebabkan lobang kehitaman.


" Hhhhhh ...... ! "


Martin mengeluarkan tenaga besarnya.


" Aaaaarrrrgh........ ! Tangankuuuu........ ! Tidaaak..... Tidaaaakkkk.......... ! " Odex berteriak sakit dan takut melihat bagian tangan kanannya terurai hingga ke pergelangan tangan.


Sementara Martin terkekeh senang karena usahanya berhasil. Ia kembali menghimpun kekuatan dan menghujani Odex dengan pisau-pisau angin sebanyak 2 lapis berturut-turut.


Odex yang sedang panik karena keadaan tangannya jadi kurang waspada. Pisau-pisau angin itu menghujaninya secara beruntun.


" Ah.... Aow.... Ah..... ! " Ia bangkit berlari sambil mengumpat. Bajunya sudah bergelimang darah dimana-mana. Belum lagi darah mengucur dari pergelangan tangan kanannya.


Odex menatap marah pada Martin. Dilihatnya Martin agak terengah-engah karena telah mengeluarkan banyak tenaga. Ia menyeringai punya rencana. Sekejap kemudian Odex melesat cepat ke arah Martin.


" Bruukkk..... !! "


" Aaah...... !


Tubuh Odex terpental jatuh setelah menghantam Ksatria Sidrag yang berdiri melindungi Martin. Ia tidak menyangka mahkluk itu ikut campur. Badannya terasa remuk seperti menabrak batu gunung.


Martin membuat pedang angin dan menusuk punggung Odex hingga tembus ke dada. Odex terpana. Ia tak menyangka akan dikalahkan oleh seorang anak kecil ?


" Aaaaarrrrgh........ ! "


Odex ambruk saat Martin mencabut pedang angin dari punggungnya. Dengan tenaga penghabisan, Martin memenggal kepala Odex. Mareta menyembunyikan mukanya di lengan Kendrick. Kepala pelayan dan para pengawal hanya diam tanpa rasa.


Sidrag menyimpan pedang dipunggungnya lalu menggendong Martin yang kelelahan. Lord Kendrick mengacungkan tangannya ke arah mayat Odex. Tak lama mayat itu terurai habis dan tertiup angin.


Sidrag mendekati Lord Kendrick dan menurunkan Martin. Mareta segera memeluknya sambil menangis.


" Ibu..... aku berhasil membunuhnya. Aku berhasil...... Ibu tak perlu khawatir lagi. Aku akan berlatih lebih kuat lagi agar bisa menggantikan tugas ayah "


Mareta tak bisa berkata-kata, hanya bisa mengangguk sambil menepuk punggung Martin.


Martin melepaskan pelukan ibunya dan menatap Kendrick.


" My Lord ..... Terima kasih sudah memberi keadilan kepada saya dan ibu. Saya berjanji akan selalu setia pada My Lord, Dewi Takdir, dan Kerajaan Astraco sampai saya mati "


" Hmmm..... Aku percaya padamu. Sekarang jalanilah hidupmu dengan tenang dan bijak "


Martin tersenyum lebar. Mareta menganngguk hormat pada Kendrick sebelum menggandeng Martin pergi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2