GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
47. Asgar - Alice


__ADS_3


Mereka muncul di pelataran depan Kerajaan Astraco. Seorang Tetua Astraco yang berada di sekitar tempat itu segera mendekat dan memberi hormat.


" My Lord ..... "


" Tetua, perkenalkan : ini Asgar. Pengawal Rey. Ia hanya manusia biasa. Bisakah kau menolongnya agar mempunyai kemampuan sihir, setidaknya satu elemen ? "


( Asgar menunduk memberi hormat pada Tetua Astraco )


" Bisa My Lord. Saya akan mencari seorang penyihir yang belum terikat dengan siapapun. Tetapi tentang elemen, setiap orang punya bawaan lahir masing-masing. Dan manusia biasa yang terikat sihir, kekuatan sihirnya pada awalnya sama seperti bayi. Jadi dia harus belajar menyerap energi alam terlebih dahulu. Jika sudah barulah dapat melatih kekuatannya secara terus-menerus agar semakin tinggi. Itupun tidak boleh berlebihan karena kondisi fisiknya berbeda dengan keturunan penyihir asli. Dan jika terjadi kematian, manusia yang terikat sihir tidak dapat langsung bereinkarnasi (menunggu satu masa tertentu). Sedang penyihir bisa langsung bereinkarnasi menjadi bayi atau hewan, kecuali jika jiwanya dibakar " . (Kebanyakan penyihir selalu membakar habis musuhnya untuk menghindari reinkarnasi)


Tiba-tiba terdengar suara Alice berteriak memanggil dan datang berlari memeluk Rey.


" Nonaaaaa.......... " Rey tertawa di pelukan Alice.


Kendrick dan Tetua Astraco geleng-geleng kepala.


" Alice ....... ?! "

__ADS_1


Asgar menatap Alice tak percaya. Matanya sedikit berkaca-kaca. Alice yang mendengar namanya dipanggil seseorang menoleh. Ia tercengang menatap Asgar.


" A....As...gar...... ? "


Alice melepaskan pelukannya dan berlari memeluk Asgar. Ia menangis terharu. Asgar menepuk-nepuk punggung Alice agar tenang.


Kendrick dan Rey saling menatap. Kemudian menatap Tetua Astraco. Saling tersenyum. Sepertinya mereka bisa menebak ada apa ini.


" Asgar....... jelaskan ini " Asgar melepaskan pelukan Alice. Mereka berdiri di hadapan Kendrick.


" My Lord...... Alice adalah tunangan hamba. Ia termasuk beberapa orang yang hilang dari desanya saat ada serangan pemberontakan " jawab Asgar.


Suasana hening, Kendrick menghela nafas.


" Jadi kalian saling mengenal dan saling mencintai ? "


" Ya , My Lord " jawab mereka berdua menunduk.


" Bagaimana dengan pembicaraan kita tadi, Tetua ? "

__ADS_1


" Itu bisa dilakukan pada mereka, My Lord. Tetapi Keputusan ada di tangan Alice "


Alice mendongak tak mengerti. Rey menarik tangan Alice ke dekatnya dan menjelaskan maksud pembicaraan ini. Alice membelalak senang.


" Ah..... ? benarkah ? saya mau, Nona... My Lord, saya bersedia melakukannya "


" Bagaimana denganmu Asgar ? "


" Saya bersedia, My Lord "


" Sebaiknya kita melakukannya di ruang kerja saja "


Di ruang kerja, Tetua Astraco menjelaskan cara ikatan sihir dan akibatnya jika mereka saling mengkhianati. Mereka mengerti dan melakukannya dengan penuh cinta.


Sementara Kendrick duduk bersama Rey menjadi saksi. Setelah prosesi selesai dilakukan Asgar dan Alice keluar dari ruangan. Mereka saling menceritakan tentang apa saja yang mereka alami saat terpisah.


Kendrick dan Tetua Astraco kembali membahas tentang seputar Kerajaan dan permasalahan antar penyihir.


Sedang Rey kembali ke kamarnya menggunakan teleport. Ia tak ingin mengganggu kebersamaan Asgar dan Alice. Mereka pasti saling merindukan. Untunglah takdir mempertemukan mereka dan mengikatnya dalam sihir.

__ADS_1


Rey membaringkan tubuhnya di ranjang. Ia tak menyangka semua saling berkaitan dengan dirinya. Kendrick, Penyihir hitam, nenek Flo, Alice, Asgar. Entah siapa lagi nanti kedepannya.


__ADS_2