GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
21. Bersama Kendrick


__ADS_3

Selama beberapa hari berlatih, kekuatan Rey maju pesat. Alice senang karena Nonanya tidak lemah lagi. Ia tak perlu khawatir lagi sekarang. Setelah ini Rey akan belajar sihir cahaya pada Kendrick.


Sesudah sarapan Kendrick membawa Rey ke sebuah ruangan kosong. Disana mereka seharian berlatih. Pelayan membawakan makan siang ke ruang itu. Kendrick senang karena Rey dengan cepat mampu menguasai sihir cahaya.


Ia juga mengajarkan agar Rey mengkombinasikan cahaya dengan elemen-elemen lainnya.


Sementara para Tetua Astraco mengambil alih pekerjaan Lord Kendrick. Mereka mengerjakan apa yang bisa diselesaikan dan menunda apa yang tidak bisa dikerjakan selain tuannya.


* * * * *


Rey membuka jendelanya, malam ini bulan bersinar terang sekali. Ia berniat akan menemui Kendrick besok pagi untuk meminta izin pergi melihat dunia luar.


Tiba-tiba sepasang tangan memeluknya dari belakang. Rey hampir berteriak karena terkejut. Ia menoleh ke samping dan satu ciuman mendarat di pipinya.


" Ah ........ Kendrick ? "


" Hmmm....... "


Kendrick menciumi telinga dan leher Rey.


" Apa kau besok ingin keluar ? "

__ADS_1


" Ya, apakah boleh ? "


" Tentu saja..... ada syaratnya "


Rey mendecak, ia tahu bagaimana Kendrick. Kendrick membalikkan tubuh Rey menghadapnya. Ia mengangkat dagu Rey dan ******* bibirnya. Rey memejamkan mata menikmati perasaannya yang berdesir cepat.



Saat Kendrick melepas bibirnya, Rey terperangah melihat sekelilingnya begitu indah.


" Kendrick.... ini dimana ? "


" Ini ruang dimensiku "


Rey segera berlari ke bunga terdekat. Ia memetiknya dan kembali berlari keliling. Memetik buah apel yang menggantung rendah. Kemudian duduk dibawah pohon dan mulai memakannya. Kendrick tersenyum mendekat. Iapun mengambil apel dan makan bersama.


Seekor kelinci putih datang mendekat. Rey mengulurkan apel yang dimakannya. Kendrick segera menjentikkan jarinya. Beberapa buah apel yang ranum berjatuhan di dekat Rey. Rey mengelap satu apel dan kembali makan.


Setelah kenyang Rey bersandar di bahu Kendrick. Seekor kuda putih datang mendekat, memakan buah apel yang tersisa.


" Apa kau bisa naik kuda ? "

__ADS_1


" Tidak ..... "


" Aku akan mengajarimu, ayo .... "


Rey bangkit mendekati kuda itu. Ia membelai kepala terus ke punggungnya. Kuda itu mengendus leher dan rambut Rey. Rey tertawa geli.


Cukup lama Kendrick mengajarkan cara naik kuda dan mengendalikan kuda tanpa tali kekang. Kemudian mereka beristirahat dibawah pohon besar.


Tak sadar Rey tertidur sambil bersandar di dada Kendrick. Kendrick menahan tubuh Rey agar tidak jatuh.


Menjelang malam Kendrick menggendong Rey keluar dari dimensi dan muncul kembali di dalam kamar Rey. Ia membaringkan Rey pelan-pelan, kemudian Kendrick ikut merebahkan tubuh disamping Rey. Tanpa sadar Rey menempelkan kepalanya ke dada Kendrick. Kendrick tersenyum. Diciumnya dahi Rey sebelum memeluknya. Mereka terlelap hingga pagi.


Saat pagi Rey terkejut menyadari ada yang memeluknya dalam tidur. Ia menengadah dan melihat Kendrick yang masih tertidur. Dipandanginya wajah tampan itu.


Tangannya terulur menyentuh ujung hidung Kendrick dan menekannya sedikit. Tampak alis Kendric mengerut . Rey melepas jarinya dan kembali menekan sedikit. Alis Kendrick kembali mengerut dan Rey terkekeh tak bersuara. Lalu satu suara menyapanya.


" Kau nakal sekali, hmmm ...... ? "


Rey menurunkan jarinya menyentuh bibir Kendrick. Kendrick menarik tubuh Rey merapat kemudian ******* bibirnya dengan gemas. Rey malu hingga menyembunyikan mukanya didada bidang Kendrick.


Tawa halus terdengar ditelinganya. Rey berontak dan bangkit menuju ke kamar mandi. Kendrick pun bangkit dan berteleport ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


* * * * *


__ADS_2