
Ibukota gempar dengan mayat menteri Draco yang digantung di gerbang alun-alun. Hampir semua keluarga dan para pelayannya juga dibantai habis. Selama beberapa hari menjadi bahan pembicaraan umum. Masyarakat mempertanyakan tentang Nona Swansen yang tidak ditemukan diantara mereka yang mati terbunuh. Banyak yang menduga Nona Swansen pasti diculik dan diperkosa.
Rey dan Asgar baru saja tiba di ibukota. Mereka makan dirumah makan dan mendengar pembicaraan itu.
" Nona, jika saya boleh tahu apakah tujuan Nona datang ke ibukota ? "
" Aku ingin memberi pelajaran pada Raja Higresia. Ia tidak pantas disebut Raja "
" Tapi Nona , Raja sangat kejam. Tidakkah Nona mendengar mereka membicarakan tentang Nona Swansen ? "
" Apa kau mengenalnya ? "
" Nona Swansen adalah tunangan Raja. Tapi karena Menteri Draco berkhianat, kemungkinan Nona Swansen dijadikan pelacur di rumah bordil "
" Lalu apa hubungannya denganku ? "
" Sebelumnya Raja telah menyuruh saya mencari Nona untuk dijadikan Ratunya. Jika saya membiarkan Nona bertemu dengan Raja, saya khawatir Raja tidak akan melepaskan Nona "
" Mengapa kamu mengkhawatirkan aku ? "
" Saya sekarang (sudah) mengetahui Nona adalah takdir Penguasa Abadi. Saya beruntung masih hidup karena Nona mengampuni kesalahan saya. Mana mungkin saya ingin "mati" lagi ? "
__ADS_1
" Saya bermaksud melepaskanmu dari Raja Higo. Dengan membawaku padanya maka tugasmu selesai dan kamu tidak dianggap berkhianat. Jangan khawatir tentang keselamatanku, dia takkan dapat menyentuhku "
" Saya mengerti, Nona "
" Setelah ini kembalilah ke markasmu. Bebaskan mereka yang tidak bersalah dan bubarkan orang-orangmu. Suruh mereka keluar dari kota ini bersama keluarganya. Jika perlu, berikan uangmu pada mereka. Kita akan bertemu lagi disini besok pagi.
" Baik, Nona . Perintah anda akan saya lakukan. Saya permisi " .
Kemudian Rey mencari penginapan terdekat. Namun Rey keluar lagi dengan mengubah penampilannya. Ia merubah dirinya menjadi perempuan tua agar tak menarik perhatian. Ia ingin berjalan-jalan melihat kota ini tanpa gangguan siapapun. Setelah puas Rey kembali ke penginapan.
* * * *
Menjelang malam Rey bermaksud makan malam di seberang penginapan. Ia melihat seorang nenek duduk bersandar dibawah pohon samping penginapan. Tampak matanya terpejam. Didekatnya seorang anak perempuan kecil menangis tak bersuara. Iapun mendekati mereka.
" ................... " anak kecil itu hanya memandang Rey dengan masih terisak.
Nenek itu membuka matanya. Ia berkata lirih.
" Nona...... tolonglah kami..... sudah 2 hari kami kelaparan...... "
Rey tersenyum. Ia memegang tangan nenek itu supaya bangkit berdiri. Nenek itu merasakan ada kekuatan mengalir di tangannya. Perlahan ia bangkit berdiri. Rey mengusap airmata gadis kecil itu. Lalu mengusap pipinya. Tampak wajah kecil itu bersih dan cantik.
__ADS_1
Kemudian Rey mengusap bajunya yang lusuh kotor. Seberkas cahaya mengelilingi gadis kecil dan bajunya berubah bersih. Mulut gadis itu terperangah. Rey tersenyum.
" Siapa namamu, gadis kecil ? "
" Maaf Nona , cucuku bisu.... Namanya Angel "
" Oh ....... "
Rey berjongkok agar tingginya setara dengan gadis kecil itu.
" Buka mulutmu "
Gadis kecil itupun membuka mulutnya. Jari telunjuk Rey menyentuh lidahnya dan mengeluarkan cahaya sesaat. Dengan lembut Rey mengulang pertanyaannya.
" Katakan , siapa namamu ? "
" A........An.......gel.... (ambil nafas) An..gel...... "
Rey bangkit berdiri. Tiba-tiba Angel memeluknya. Kepalanya menengadah menatap Rey.
__ADS_1
" Te...rima..... ka..sih..... "
Nenek menangis terharu. Ia tak menyangka cucunya bisa berbicara lagi. Ia berlutut mengucap terima kasih. Rey menggeleng sambil menariknya bangkit. Lalu Rey menggandeng tangan Angel menuju rumah makan. Nenek Angel mengikutinya.