GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
89. Wanita-wanita Asgar


__ADS_3

Asgar tersenyum miring dan meremas pedang yang dipegangnya. Lalu melemparkannya ke depan anak buah Bixon yang memegang kantong uang. Pedang berat itu jatuh dan patah menjadi 2.


" Praanng.... ! "


Tak sadar anak-buahnya menjatuhkan kantong-kantong uang itu.


" Krincing.....! "


Orang-orang tercengang melihat pedang besar itu patah. Tahulah mereka sekarang bahwa Asgar bukan petarung biasa. Ia hanya berpura-pura bodoh untuk mengelabui lawan. Bixon telah salah memilih lawan.


Rey menyuruh Moira mengambil uang Bixon. Telunjuknya mengacung dan menghempaskan siapa saja yang ingin menghalangi Moira. Mereka mundur ketakutan, sadar bahwa Rey dan Asgar bukan orang biasa.


Moira menyerahkan kantong-kantong uang itu pada Asgar, tapi Asgar menunjuk pada Rey. Rey menyimpannya dalam cincin. Kemudian mereka berlalu dari tempat itu bersama Moira. Ayah Moira tidak perduli.


Di jalan Moira menarik tangan Asgar.


" Tuan..... biarkan aku ikut bersama kalian. Ayah membenciku sejak kecil. Ibuku sudah mati. Tolonglah bawa aku " ucapnya memohon. Asgar memandang Rey. Rey menarik nafas.


" Kau tidak bisa mengikuti kami. Tapi kami akan membawamu ke tempat yang tepat. Tenang saja " kata Rey.


Mereka menuju kedai kecil untuk minum teh. Seorang wanita tua menyajikan teh dan cemilan kecil. Rey menahannya agar duduk bersama.


" Bu.... mengapa kamu melayani sendiri ? Apakah anda tak punya pelayan ? " tanya Rey lembut.


" Aku hidup sendiri nona, suamiku sudah meninggal, aku tak punya anak " jawabnya.


" Kalau begitu... maukah anda menerima gadis ini disini ? Dia tidak punya keluarga. Kau bisa mengajarinya membuat kue-kue "


Ibu itu melihat pada Moira dan menyukainya. Rey mengeluarkan 5 kantong koin yang didapat dari Bixon.


" Bangunlah kembali toko ini dan cat dengan warna pink supaya menarik pembeli wanita lebih banyak. Buatlah bermacam-macam kue dan minumannya. Satu kantong ini untuk membeli gaun dan keperluan Moira. Anggaplah dia anakmu sendiri. Jauhkan dia dari laki-laki yang berperilaku buruk "


" Oh.... terima kasih nona "

__ADS_1


Ibu itu memeluk Moira dengan penuh haru. Moira menangis tersedu di pelukannya. Rey dan Asgar lalu berpamitan.


" Nona, apa kita akan menginap di kota ini " tanya Asgar melihat hari sudah sore.


" Ya Asgar.... aku ingin tahu apakah ada iblis atau penyihir di kota ini. Sebaiknya kita makan siang dulu. Sudah sangat terlambat " jawab Rey.


Mereka masuk ke restoran besar.


Selama makan Rey mendengar percakapan orang-orang di sekelilingnya. Mereka hanya membicarakan tentang ibukota HIGRESIA yang sedang membangun istana baru. Selesai makan, Rey ke kamar kecil dahulu.


Asgar duduk santai menunggu. Saat itu masuklah 3 wanita cantik berpakaian menggoda. Mereka biasa diutus dari rumah bordil untuk menggoda pria dirumah makan agar mau mampir ke rumah bordil.


Dan..... mereka melihat Asgar sendirian. Salah satu segera mendekatinya. Sementara yang dia mencari mangsa lain.


" Aaaaah........ hello tuan...... apa kabarmu ? " sapa si baju merah. Suaranya mendesah merdu. Bajunya merah menyala. Rambutnya ikal berwarna coklat terang. Ia memang cantik (dandanannya tebal ) . Asgar terbengong-bengong karena sapaannya begitu akrab. Ia merasa pernah mengetahui perempuan ini, tapi lupa.


Tangan wanita itu mulai meraba dagu Asgar. Membelainya sampai ke tengkuk. Menariknya pelan-pelan sehingga muka mereka berdekatan. Matanya berkedip-kedip menggoda Asgar.


" Tuaaaan........ ikutlah bersamaku..... aku akan memuaskanmu sampai ke atas langiiiit...... " rayunya.


" Berapa hargamu ? " tanya Asgar kembali duduk tegak.


" Ehm..... jangan pikirkan itu tuan, aku akan melayanimu sampai anda puas dan ketagihan. Aku pastikan rasanya begitu nikmat dan legiiit.... Dan jika anda merasa kurang, anda boleh membawaku pulang " jawab wanita itu.


" Bukankah kamu tidak punya rumah ? " tanya Asgar geli.


" Ehm.... maksudku, anda yang membawaku pulang ke rumah anda, begitu.... " ralatnya.


" Tapi aku tidak punya rumah " sahut Asgar tersenyum.


Wanita itu tertegun " oooh..... berarti anda seorang pedagang lewat ? tak masalah, aku akan memuaskan sambil memijit tubuh anda supaya segar kembali "


Asgar mengangguk-angguk sambil tersenyum. Wanita itu gemas karena Asgar tak kunjung menunjukkan gairah padanya. Ia terpana saat Asgar berdiri dan berjalan disamping seorang gadis bergaun putih baru saja lewat disampingnya.

__ADS_1


"Sialan....! "


( Ternyata pria itu tidak sendirian ) bathinnya. Tangannya mengepal erat di atas meja. Ia telah salah mencari mangsa. Dilihatnya sekeliling. Dua temannya sudah tak ada. Sementara pengunjung lain memandangnya seperti mengejek. Cepat ia berdiri dan keluar dari restoran.


Di kejauhan, wanita itu melihat Asgar dan Rey berbelok di penginapan ZOROZ. Ia tersenyum miring. Ia mengikutinya agak jauh. Menunggu waktu untuk sebuah kesempatan.


Tepat saat hampir gelap, wanita itu menyusul masuk ke penginapan yang sama. Ia bertanya pada penerima tamu tentang Asgar. Tepat seperti yang diinginkannya, Asgar tidak sekamar dengan gadis tadi.


Ia mengetuk pintu Asgar " Tok..tok..tok.... "


Asgar membuka pintu dan wanita itu langsung memeluknya.


" Tuan........tolonglah aku. Hari sudah gelap dan aku terlambat kembali. Ijinkan aku menginap bersamamu malam ini saja... " rengek wanita itu.


" Aku akan memesan kamar untukmu " ujar Asgar berusaha melepaskan pelukannya.


" Tidak, tuan.... tidak perlu.... sebenarnya aku takut tidur sendiri. Biasanya aku tidur bersama teman-temanku atau..... " ia memandang Asgar dengan mata menggoda.


Asgar tahu wanita ini tidak akan berhenti sebelum mendapatkan keinginannya.


" Baiklah, masuk dan tidurlah di dalam. Aku akan mencari minum " Asgar membiarkan wanita itu masuk.


Tapi ia menutup pintu dari luar dan pergi ke ruang tamu. Duduk bersama para pria yang masih mengobrol.


Wanita itu dengan hati riang menunggu di dalam. Ia membuka beberapa kancing gaunnya agar lebih menggoda. Karena lama menunggu, ia memutuskan untuk naik ke atas pembaringan. Lalu menata diri dan gaunnya seolah sedang tertidur lelap dan gaunnya tak sengaja tersingkap.


Rey keluar dari kamar dan menemui Asgar. Asgar menceritakan tentang wanita penghibur berbaju merah yang sekarang ada di dalam kamarnya. Ia mengenalinya sebagai Swansen, bekas kekasih Raja Higo yang dibuang ke rumah bordil.


" Jadi sekarang bagaimana ? Aku akan menyewa kamar lain untukmu " kata Rey.


" Biarkan saja Nona. Aku akan tidur disini saja. Jika aku menyewa kamar lain, pasti dia akan mencari tahu dan menyusul lagi " sahut Asgar.


" Baiklah, aku akan membuatmu tak terlihat sehingga dia tidak menemukanmu "

__ADS_1


Lalu Rey membaca mantra dan melambaikan tangannya pada seluruh tubuh Asgar. Kemudian Rey kembali ke kamarnya.


Sementara Swansen mulai kesal menunggu di dalam kamar. Ia sudah bergaya namun Asgar tak kunjung masuk. Ini sudah mulai larut malam. Ia ingin segera bercinta dengan Asgar.


__ADS_2