
Kendrick membawa mereka ke tempat yang sepi.
" Orang-orang di kota ini banyak yang tercemar sihir. Mereka menjual jiwanya untuk kecantikan, keuangan, kekuatan, bahkan memperoleh anak (mati) . Berhati-hatilah. Kalau bisa jangan sampai terciprat darah mereka. Bisa menyebabkan kulit gatal dan membusuk. Segera cuci dengan air.
Aku hanya akan membantumu jika mereka melebihi kekuatanmu. Atau kau bisa memanggilku jika kau tak mampu. Aku rasa kalian bisa saling bekerjasama "
Lalu Kendrick menghilang. Asgar mengangguk hormat.
Rey mengerucutkan bibirnya, kemudian menatap Asgar.
" Aku sudah tidak merasa lapar, maksudku ..... tidak berselera. Bagaimana jika kita ke toko senjata saja ? "
" Silahkan, Nona "
Lalu mereka menuju toko penjual senjata. Asgar menanyakan tentang kelanjutan senjatanya. Mereka berbicara begitu serius.
Rey beranjak menunggu di luar. Tiba-tiba tangannya dicekal seseorang. Rey menoleh dan berteriak kecil , wajah orang itu rusak ( terlihat seperti retak-retak).
" Aaaah..... ! siapa kau.... ? " Rey ngeri melihat wajahnya.
Asgar langsung bergegas keluar mendengar teriakan Rey. Ia pun tersentak kaget melihat wajah orang itu. Segera dilepaskannya tangan orang itu dengan paksa dari tangan Rey.
__ADS_1
" Aku menginginkannya ... ! " orang itu melotot marah pada Asgar.
Ia menghempaskan tangan Asgar sebegitu kuatnya sampai Asgar terhuyung-huyung. Rey menahan tubuh Asgar sambil menariknya menjauh sedikit. Rey menyadari aura gelap orang itu.
Lalu orang itu mengulurkan tangannya ke arah Rey.
" KEMARI ...... ! " bentaknya pada Rey.
Rey menggeleng sambil menatap tajam. Ia mengerutkan keningnya dan mulai waspada.
Asgar juga menyadari kekuatan gelap orang itu. Ia mengeluarkan perisai dan pedangnya. Lalu berdiri menutupi Rey dengan perisainya ( Rey di samping kiri badan Asgar ) .
" Nona, mundurlah "
Rey mundur beberapa langkah. Ia mengamati orang itu. Orang itu hanyalah manusia biasa yang tubuhnya dipakai oleh penyihir. Seperti yang dialami gadis budak ****. Asgar melihat kuku-kuku jari orang itu hitam memanjang.
Ia menggeram dan melompat menerjang Asgar. Gerakannya seperti harimau yang mencakar atau menggigit mangsanya.
Asgar menggunakan pedangnya beberapa kali untuk menebas tubuh orang itu. Perisainya menghalangi dari cakaran beracun.
Rey teringat Kendrick mengatasi gadis di rumah makan dengan cara menghancurkan bola hitam (liontin kalungnya) . Rey berteriak pada Asgar
" Potong kukunya, kekuatannya ada dikukunya "
__ADS_1
Asgar mendengarnya, ia mencari celah agar dapat menebas cakar hitam itu.
Orang-orang melihat pertarungan itu agak jauh. Mereka sedikit heran dengan Rey yang berada dekat dengan pertarungan.
" Kenapa gadis itu ada disitu, tidakkah itu berbahaya ? "
Rey mencoba menggerakkan tanah disekitar orang itu. Tanah mengurung kedua kakinya seperti patung batu. Ia menggeram marah, berusaha membongkar tanah di kakinya. Asgar memperhatikan gerakan tangannya dan Bergerak cepat menebas kuku-kukunya.
" Aaaaaaaarrrrggghh .................... "
Raungan orang itu sungguh memekakkan telinga. Rey menutup kedua telinganya. Kemudian orang itu jatuh terduduk. Rey menghela nafas lega, segera membuka tanah yang membelenggu kaki orang itu. Asgar mundur menyimpan pedang dan perisainya.
Orang-orang mulai mendekat. Mereka berbisik-bisik membicarakan orang itu. Ada beberapa yang mengenalinya.
Rey menarik Asgar untuk menyingkir.
" Kau baik-baik saja, Asgar ? "
" Ya Nona. Hanya.... telinga saya masih mendengung karena teriakannya "
Mereka berdua terkekeh geli.
" Tapi kau cukup cepat menghindari setiap cakarannya, bisa jadi itu beracun "
__ADS_1
" Ya, siapa yang mau terkena kotoran kukunya, menjijikkan "
Rey bergidik membayangkannya . Mereka segera kembali ke penginapan.