
Asgar melayang rendah dan berusaha mengambil sedikit tanah . Ia harus membagi konsentrasinya untuk dapat melakukan keduanya.
Kendrick tetap berada di dekatnya untuk mengarahkan kontrol Asgar agar tetap stabil. Berkali-kali Asgar mengambil tanah dan mengumpulkannya di udara.
Setelah dirasa cukup, Kendrick menyuruhnya membentuk bola, perisai, pedang dan bentuk-bentuk lainnya. Kemudian Kendrick meminta Asgar mengendalikan benda-benda itu agar bergerak ke depan atau ke samping seolah ada musuh.
Kendrick lalu turun membiarkan Asgar berlatih sendiri. Ia benar-benar sudah melepas bantuan terbangngya. Jadi Asgar sudah mampu terbang dengan kekuatannya sendiri. Ia hanya berdiri mengawasinya saja.
Sore hari Alice datang membawa minuman, cemilan dan buah-buahan. Ia menatanya di dekat Rey yang duduk bersila . Kendrick memanggil Asgar turun. Mereka duduk bersama memakan camilan. Asgar sangat senang memiliki elemen sihir. Rasanya ingin terbang ke langit.
Ia mengucap terima kasih atas bantuan mereka berdua.
" My Lord dan Nona Rey, terima kasih sudah membimbing saya " Kendrick dan Rey mengangguk bersama.
Alice mengatakan nama-nama siapa saja prajurit yang akan melawan mereka besok.
" Kita akan menyusun strategi pertarungan setelah makan malam, Asgar "
" Baik, Nona "
__ADS_1
Kemudian Rey dan Alice kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Sementara Kendrick masih menjelaskan beberapa teknik untuk menguasai udara dan tanah secara bersamaan kepada Asgar.
Di kamar, Alice sibuk bertanya pada Rey tentang Asgar.
" Nona, tadi aku sempat melihat Asgar melayang di udara. Apakah Asgar benar-benar sudah bisa sihir ? "
" Apa kau tak percaya pada matamu sendiri, Alice ? "
" Bukan begitu Nona. Kan Asgar manusia biasa seperti saya. Bukankah butuh waktu untuk bisa menguasai sihir ? "
" Ya benar. Tapi aku melihat tekad Asgar sangat kuat saat berlatih denganku. Aku hanya memancingnya sedikit supaya bisa membangkitkan elemen sihirnya . Tak disangka Kendrick malah berhasil membangkitkan elemen lainnya "
" Udara dan tanah "
" Waaaaahhh ................ hebat. Aku saja butuh waktu berbulan-bulan baru bisa menggerakkan meja " Alice terkagum-kagum sambil menggelengkan kepalanya.
Rey meninggalkan sendiri untuk mandi. Ketika keluar, Alice sudah menyiapkan satu gaun untuk Rey.
" Alice, untuk besok aku harus menggunakan gaun yang pendek selutut dan dalaman celana panjang. Usahakan warnanya sama atau senada ya. Mungkin kau bisa minta bantuan seorang penjahit malam ini "
__ADS_1
" Baik Nona "
" Terima kasih "
Setelah makan malam Rey dan Asgar membahas tentang strategi melawan 5 prajurit petarung. Ia meminta Asgar agar jangan terlalu tinggi melayang. Melainkan fokus menggunakan bola tanah untuk mengganggu konsentrasi mereka saat Rey menyerang mereka.
" Saya mengerti maksud Nona " jawab Asgar sedikit menyeringai.
Ia membayangkan akan sangat menyenangkan mengganggu konsentrasi mereka.
" Tapi kau juga harus membuat perisai angin untuk melindungi dirimu sendiri dari serangan mereka. Jangan gunakan perisai perakmu karena akan menutupi pandanganmu ke depan. Dan ingat, mereka juga punya elemen udara dan tanah. Jadi kau harus hati-hati dengan tanah dan udara disekitarmu "
" Baik Nona "
" Sampai jumpa besok "
" Selamat beristirahat Nona "
" Selamat malam Asgar "
__ADS_1
Rey segera kembali ke kamar dan beristirahat. Tapi Asgar memilih berlatih lagi selama 2 jam. Ia ingin benar-benar menguasi sihirnya agar besok bisa mengatasi serangan. Kemudian kembali ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat. Ia tidur dengan tersenyum lebar.