GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
63. Gelang Bercahaya


__ADS_3

Setelah makan malam Alice menemui Rey, mengatakan akan menghabiskan waktu bersama Asgar. Rey mengangguk. Lalu berdiri di tepi jendela memandang malam, bintang-bintang bertaburan. Rey mengerutkan keningnya. Ia ingat neneknya pernah bilang tentang batu bercahaya, batu yang selalu menyimpan cahaya saat terang dan memancarkan cahaya saat gelap.


Rey merasakan kehadiran seseorang, cepat-cepat membalikkan badannya. Tampak Kendrick berdiri di hadapannya menatapnya sendu.


" Kendrick...... bisakah kau membawaku ke rumah nenek Flo ? Ada yang harus kucari disana " tanya Rey.


Kendrick mendekat dan memeluknya tanpa kata. Sedetik kemudian mereka sudah berada di depan sebuah rumah yang tak terawat. Rey masuk dan mencari-cari sesuatu dikamar nenek Flo.


" Apa yang kau cari ? " tanya Kendrick.


" Aku mencari gelang bercahaya milik nenek " jawab Rey sambil melongok ke bawah tempat tidur.

__ADS_1


Kendrick mendongak ke atas. Itu adalah gelang cahaya milik Ratu Lovely yang ia berikan pada nenek Flo untuk Rey. Namun karena Rey masih kecil, jadi pasti gelang itu terlalu kebesaran. Nenek Flo menggantungnya diatas sebagai penerang kamar.



Rey berdiri dan mengikuti arah pandang Kendrick.


" Ah....mengapa aku tidak menyadarinya dari tadi ? " Rey menepuk kepalanya sendiri saat menyadari kebodohannya.


Sementara Kendrick maju berlutut dengan satu kaki sambil menundukkan kepalanya.


" Bunda Ratu " sapa Kendrick.

__ADS_1


Tangan cahaya itu menyentuh kepala Kendrick.


" Kendrick... Gelang Jiwa ini sudah menemukan pemiliknya, gadis takdir. Ia akan membantunya melawan kekuatan gelap. Maafkan ibu terpaksa melakukan ini untuk kita semua. Sekarang saatku untuk pergi selamanya. Selamat tinggal nak " ujar sosok itu perlahan memudar hilang.


Lalu gelang itu melayang ke arah Rey. Rey bermaksud menangkapnya, tapi gelang cahaya itu menyebar dan menyatu kembali di pergelangan tangan Rey. Kemudian meredup, menampakkan warna putih kebiruan. Rey tersenyum menyukainya.


Kendrick menatap gelang itu penuh kesedihan. Ibunya terlalu banyak berkorban untuknya dan kehidupan ini. Ia memeluk Rey dan mereka kembali muncul di kamar Rey. Namun Kendrick tidak melepaskan pelukannya. Nafasnya tersendat menyapu rambut dipunggung Rey.


Rey memahami kesedihannya. Seorang pemimpin selalu " harus " kehilangan salah satu orang yang dikasihinya. Entah siapapun itu, ia harus tetap tegak berdiri seperti batu karang yang teguh.


Sepeninggal Rey dan Kendrick, suatu kabut hitam melesat cepat menuju hutan itu. Mencari aura gadis takdir yang baru saja terasa. Ia berputar-putar di sekitar rumah nenek Flo, namun tidak dapat masuk karena ada sesuatu yang menghalanginya. Berkali-kali kabut hitam terpental atau terpecah saat menyentuh rumah kecil itu. Pada akhirnya kabut itupun pergi dengan kemarahan. Menabrak pohon-pohon tak bersalah, menyebabkan kering layu bau hangus.

__ADS_1


Lalu kabut itu bergerak melewati desa kecil pertama . Menyebabkan teriakan kematian pada siapapun yang kebetulan sedang berada diluar. Sama seperti beberapa pohon besar di hutan yang mengering layu, begitupun kondisi orang-orang yang bernasib sial malam ini. Sungguh mengerikan... Tapi Kendrick sebenarnya mengetahui kedatangannya.


__ADS_2