GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
120. Pesta Pengesahan


__ADS_3

Selesai makan Rey menemui pemilik restoran. Ia mengatakan bahwa gadis-gadis itu akan kembali seperti semula setelah siang. Ini sebagai teguran agar semua wanita di kota ini tidak sembarangan menggoda lelaki orang.


Lalu Rey keluar dan bersama Zigaz teleportation ke Balairung Istana TREXODIA.


" Trang..... ! " prajurit penjaga pintu menjatuhkan pedangnya karena terkejut melihat kemunculan Rey dan Zigaz yang tiba-tiba. Mereka segera menyerbu ke arah Rey dan Zigaz.


Raja Alexander yang melihat mereka segera berteriak " Tahaaan..... ! mereka bukan orang jahat "


Ia segera menyongsong dan memberi hormat.


" Tuan Putri Rey "


" Ah.... maaf aku munculnya tiba-tiba "


" Tidak apa-apa Tuan Putri, apakah ada yang bisa saya bantu ? "


" Tidak... Saya sudah menyelesaikan tugas di reruntuhan kuno. Terra sudah musnah. Namun masih ada seorang lagi yang harus dicari dan diselesaikan. Reruntuhan sudah aku musnahkan, Raja tak perlu khawatir lagi. Tapi jika ada keadaan darurat, Elena bisa menghubungi Lord Astraco. Sekarang saya akan kembali ke HIGRESIA. Titip salam untuk Elena "


" Oh ya.... Ada undangan dari Raja Higresia. Kami berdua akan hadir nanti. Terima kasih atas kunjungan anda Tuan Putri "


Rey dan Zigaz melambai. Butir-butir cahaya mengelilingi mereka sebelum menghilang. Kemudian Rey dan Zigaz muncul alun-alun kota. Ada kesibukan yang tak biasa terlihat di sekeliling mereka. Meja penuh kue-kue dan minuman. Mereka bertanya pada seseorang yang lewat.


" Maaf..... Ada acara apa ya ini ? " tanya Rey pada seseorang.


" Akan ada pengesahan Raja dan para menteri sebentar lagi " jawab orang itu.


" Kita akan menikmati pesta " kata Rey menyeret Zigaz ke tempat tersembunyi.


Rey merubah gaunnya menjadi gaun pesta sederhana berwarna putih biru. Zigaz mengikuti Rey, kali ini ia menyamar jadi wanita, hanya bajunya berwarna hitam.


" Aih Zigaaaaz...... jangan pakai baju warna hitam, itu untuk berkabung..... "


" Tapi ini memudahkan saya berjalan, Nona... "


Zigaz memandang gaunnya dengan bingung. Rey menjentikkan jarinya, merubah gaun Zigaz menjadi kehijauan. Tampak anggun.



" Kenapa kamu memilih jadi wanita ? " tanya Rey ingin tahu.


" Jadi pria muda ternyata merepotkan " Zigaz mengangkat gaunnya terlalu tinggi.


" Jangan terlalu tinggi Zigaz, tahu malu lah .... " tegur Rey.

__ADS_1


" Saya takut terinjak " Zigaz terus melihat ke bawah.


" Berjalanlah agak pelan.... dan pandanglah ke depan. Dibawah tidak ada katak buduk yang berani mengintipmu " Rey menggandeng lengan Zigaz sambil mencibirkan bibirnya. Mereka berjalan keliling kemudian mencari tempat duduk.


Para bangsawan dan undangan mulai berdatangan. Termasuk Kendrick dan Asgar. Rey memberi isyarat pada Zigaz agar pura-pura tidak kenal. Ia sudah merubah penampilannya dan Zigaz. Juga mengunci aura dirinya dan Zigaz agar tidak dikenali siapapun.


Kebetulan Kendrick dan Asgar duduk didepan mereka, bersama beberapa anak buah Zacko. Sementara Zacko, Greg, Xenia dan para menteri duduk di deretan terdepan bersama Marco, keponakan Bidoff. Pengesahan ini dilakukan oleh 10 orang laki-laki tertua di kerajaan HIGRESIA saat ini, sesuai dengan tradisi kerajaan.


" Kami, para tua-tua HIGRESIA, menyetujui saudara-saudara yang telah dipilih dan ditetapkan secara bersama untuk menjadi pemimpin dan pelaksana Negara HIGRESIA. Jika terbukti melakukan pengkhianatan, maka akan diadili secara langsung dan terbuka "


Kemudian majulah satu persatu untuk bersumpah dibawah tangan 10 tua-tua. Setelah prosesi sumpah selesai, Greg dan Zacko tetap berdiri di depan. Tua-tua memakaikan jubah hitam dengan aksen perak pada Zacko sebagai Ksatria baru ( pengganti Asgar ). Lalu Zacko memakaikan jubah putih dengan aksen emas pada Greg dan memasangkan mahkota di kepala Greg.


Semua orang bersorak-sorai, kemudian menari bersama, tidak peduli laki-laki, perempuan, tua dan muda. Pemain musik bermain keras dengan gembira.



Sebenarnya tidak semua menari. Kendrick dan Zigaz tidak suka menari. Mereka merasa sudah tua, berumur ribuan tahun, mungkin takut sakit pinggang.


" He..he..he..he.... "


Rey sengaja menghadang Kendrick yang ingin menepi.


" Hei tampan.... sudilah kiranya menemani aku menari ? " ucap Rey dengan wajah di imut-imutin. Matanya berkedip-kedip lucu.


Kendrick berhenti dan menghela nafas. Gadis ini sungguh memuakkan. Ia menoleh mencari Asgar untuk meminta bantuan. Tampak Asgar sedang bergandengan tangan dengan seorang gadis.


Asgar yang tak mengenali Zigaz berusaha melepaskan lengannya.


" Hei.... lepaskan tanganku... "


" Diam dan makanlah kue, biarkan Nona bersenang-senang " jawab Zigaz sambil mencomot kue dan mengunyahnya.


" Tapi aku..... "


" Jika kau tak mau menurut padaku, aku akan menciummu sekarang juga " Zigaz menatap tajam pada Asgar.


" ...... ! " Asgar membeku. Ia ngeri dengan perempuan ini.


Zigaz mengambilkan kue untuk Asgar.


" Makan.... ! " Zigaz memelototi Asgar.


Asgar menerima kue itu namun tidak memakannya.

__ADS_1


" Asgaaaarrrr..... " Zigaz menggeram sedikit.


" Mengapa kau memaksaku ? Aku tidak mengenalmu dan aku..... "


Zigaz menarik lengan Asgar dan berbisik " Ini aku, Zigaz... "


Asgar melongo, lalu melihat dari atas sampai bawah. Asgar tak percaya. Sudah jelas yang terlihat didepannya adalah perempuan, bagaimana mungkin mengaku sebagai Zigaz ? Lagipula Zigaz ada di ruang dimensi bersama Nona Rey. Ini pasti akal licik gadis ini untuk menjerat Asgar.


" Ehm.... Nona..... Aku tidak bisa makan sebelum minum. Bisa tolong carikan aku anggur yang lezat ? " kata Asgar.


" Tccck..... ! " Zigaz segera pergi ke meja minuman. Asgar cepat-cepat mencari Kendrick.


Zigaz berjalan sambil menjinjing gaunnya agak tinggi. Seorang pria tersenyum miring melihat itu dan mendekatinya. Ia memeluk pinggang Zigaz dan berbisik halus ditelinganya.


" Kamu cantik sekali.... temani aku malam ini. Aku akan membayar mahal untukmu... " katanya setengah menarik Zigaz.


" Eeh.... lepaskan tanganmu, bodoh " Zigaz masih memegang dua cawan anggur terlezat. Sangat disayangkan jika itu terbuang atau dikembalikan ke meja.


Pria itu mencium leher Zigaz dan mulai meraba-raba tubuh Zigaz.


" Aaaaaah...... apa yang kau lakukan.... ? Lepaskan.... ! "


Zigaz meronta namun berhenti sebentar karena melihat anggur dicawannya hampir saja tumpah. Ia cepat-cepat meminum keduanya. Lalu melempar gelasnya ke meja.


Zigaz memutar tubuhnya berhadapan dengan pria itu dan menjambak rambutnya. Tapi pria itu malah mencium bibirnya. Seketika Zigaz mendorong kepala pria itu.


" Aaaaaah..... pria bodoh ! menjijikkan ! Ueeeek....... ! Hiiiii........ " Zigaz mengusap-usap bibirnya kemudian meleletkan lidahnya. Pria itu masih terus menciuminya. Membuat Zigaz marah dan menampar kepalanya berulang-kali.


Pria itu menjadi pusing dan jatuh dengan masih memeluk Zigaz.


" Bruuukk.... ! "


" Aaachhk... ! "


Pria itu mengeluh karena tertimpa Zigaz. Zigaz segera duduk dan menampar ini pipi pria itu.


" Plak... plak... plak... ! "


" Kau laki-laki kurang ajar, tidak tahu malu, menjijikkan.... ! "


" Plaaakkk.... !! "


Zigaz bangkit dengan nafas yang terengah-engah menahan marah. Ia berdiri melotot sambil menuding ke arah paha pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2