GADIS TAKDIR

GADIS TAKDIR
35. Waspada


__ADS_3


Setelah Kendrick menghilang, Asgar segera masuk dan memesan satu kamar. Ia menunggu kamarnya dipersiapkan pelayan.. Setelah siap ia mengikuti pelayan dan berpapasan dengan Rey di lorong.


" Nona, anda hendak kemana ? "


" Aku akan membeli makanan untuk nanti malam , apa kau ingin sesuatu ? "


" Terserah pilihan Nona saja "


" Baiklah "


Kemudian Asgar masuk ke kamar dan membersihkan dirinya. Lalu ia duduk di dekat jendela. Ia mengeluarkan kalung dan cincin pemberian Lord Kendrick. Kalung itu bercahaya biru, terasa hangat. Dikalungkannya ke leher.


Lalu Asgar melihat cincin perak itu dan membolak-balikannya. Ia tak tahu cara memakainya. Disentuhnya gambar pedang dan perisai itu. Tiba-tiba melesat keluar perisai dan pedang dari cincin itu, melayang di hadapannya. Asgar terjengkang dari kursi karena terkejut. Ia tercengang sebentar lalu terkekeh.


Tangannya terulur mengambil pedang dan perisai itu, diamatinya, lalu digerak-gerakkannya seolah sedang bertarung. Setelah agak lama ia bermaksud mengembalikan perisai dan pedang itu. Tapi ia bingung bagaimana caranya. Akhirnya ia letakkan saja dimeja. Dan sekejap mata dua benda itu mengecil dan kembali ke cincin. Asgar kembali tercengang.

__ADS_1


Dicobanya sekali lagi mengeluarkan pedang dan perisai kemudian diletakkan di lantai. Ternyata benda-benda itu kembali sendiri ke cincinnya. Dicobanya melempar pedangnya jatuh ke dekat pintu. Pedang itu kembali melayang ke arah cincin.


Baiklah, Asgar sekarang mengerti. Dua benda itu akan selalu kembali jika terlepas atau terlempar dari tangannya. Ia memakai cincin itu dan tersenyum senang...


Asgar kembali berlatih melempar dan menangkap pedangnya dengan berseangat. Ia juga berpura-pura terjatuh atau berguling sambil melepas dan menangkapnya.


Ia merasa beruntung bertemu dengan Rey dan Penguasa Abadi. Mereka memperlakukannya begitu berharga. Tidak seperti Raja Higo yang menganggapnya seperti budak.


Terdengar pintu kamarnya diketuk, Asgar segera berdiri untuk membukakan pintu. " Tuan, ini ada makanan dan minuman dari Nona Rey " ujar pelayan penginapan. Asgar menyuruhnya masuk. Mereka menatanya di meja makan beserta perkakasnya. Setelah mereka keluar, Asgar segera duduk makan.


Nenek dan Rey berkumpul dikamar Rey, mereka makan bersama sambil bercakap-cakap. Nenek sudah membeli rumah kecil sederhana dengan beberapa kamar. Ia besok akan mulai membersihkan dan membeli perlengkapan rumah tangga.


Rey menyanggupi akan datang jika urusannya sudah selesai. Sesuai peringatan Kendrick, Rey melarang nenek dan Angel agar tidak keluar atau membuka jendela malam ini.


Angel kembali merengek ingin tidur bersama Rey lagi. Tapi Rey melarangnya karena para penyihir sedang mencarinya. Ia harus menjaga jarak dengan mereka. Rey tak ingin mereka terlibat dalam bahaya. Ia sendiri akan dijaga oleh bawahan Kendrick.


Angel menangis...

__ADS_1


" Sayang... jangan menangis "


Rey memeluk Angel sambil mengusap punggungnya.


" Nona, bagaimana jika para penyihir itu menemukanmu ? "


" Itulah sebabnya aku harus berdiam diri menghilangkan aura sihirku untuk sementara waktu. Dan itu berarti keadaanku sama seperti orang biasa yang tidak punya sihir. Tapi jangan khawatirkan aku, Kendrick pasti akan menolongku jika terjadi sesuatu. Segeralah tidur dan jangan membicarakan tentang sihir atau diriku. Ingatlah, jangan sampai keluar sekalipun ada keributan "


" Saya mengerti, Nona "


" Nah, selamat malam nek. Selamat tidur, Angel "


" Selamat malam, Nona "


Nenek dan Angel kembali ke kamar mereka. Rey melihat sampai nenek menutup pintunya. Kemudian Rey mendatangi kamar Asgar. Ia juga memperingatkan Asgar tentang hal yang sama.


Malam ini mereka tidur dengan perasaan tegang dan waspada. Beberapa kali terdengar suara desauan angin tak wajar atau lolongan anjing di kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2