Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 100 ~ Keluargaku sumber masalah ~


__ADS_3

Mungkin karna Dela sangat lelah dengan kejadian satu hari ini akhirnya dia tertidur begitu cepat,bahkan dia belum minum susu yang sudah di siapkan oleh Mahesa.


"Maafkan aku sayang,aku yang membuatmu jadi seperti ini." Ucap Mahesa sambil mengelus rambut Dela lalu mencium keningnya dan keluar dari dalam kamarnya.


Mahesa menemui mamanya yang masih duduk di ruang tamu sambil menonton di temani segelas teh.


"Ma,tolong lah,jangan terlalu memberi tekanan kepada istriku, dia sedang hamil ma,mengertilah sedikit dia juga tidak ingin keluarganya menyusahkan." Ucap Mahesa lalu duduk di sopa.Mamanya menatap ke arah Mahesa


"Siapa yang menekannya,apa yang mama katakan benar adanya,dari dulu mama sudah melarang mu menikah dengan orang miskin tapi kamu memaksa keinginanmu beginilah jadinya semua keluarganya jadi benalu di rumah ini,jangan-jangan sebentar lagi semua orang dari kampung nya akan datang ke rumah ini,seperti itulah orang miskin,keluarganya yang kaya mereka juga akan merasa sok kaya lihat saja nanti potong lidah mama kalau apa yang mama ucapin semua benar adanya menjijikkan." Ucap mamanya.Mahesa menunduk,dia seakan kehabisan kata-kata.


"Aku mengerti ma,tapi untuk saat ini aku sangat minta tolong sama mama jangan menyindir Dela terus,jika nanti dia stres bayi kami juga akan kena imbasnya ma." Ucap Mahesa dia menghela napas berat.


"Alah..Sudahlah mama juga pernah hamil,coba dulu kamu menikah dengan Karin,keluarga kita tidak akan repot,karna mereka juga orang kaya jadi tidak perlu menjadi benalu." Ucap ibunya mendengus.


"Sudahlah tidak perlu mama mengungkit masalah Karin di hadapanku,apa pun yang mama katakan tentang Dela,aku tidak peduli karna aku mencintainya." Ucap Mahesa lalu beranjak meninggalkan mamanya karna tidak bisa di ajak kerja sama.


Sementara itu dari balik pintu putri tersenyum jahat,rasanya dia begitu puas mendengar ucapan mertuanya Dela.


"Dasar Dela, entah apa yang kamu sombong mertuamu saja tidak menyukaimu sedikit pun,kalau kamu minta aku bekerja menjadi OB di perusahan Abang ipar aku tidak sudi." Batin putri.Dia terlihat bahagia mendengar hinaan mertuanya Dela.


*****

__ADS_1


Sementara itu Faisal dan istrinya terlihat menikmati makan malam dengan sangat lahap.


"Aku tidak menyangka anak angkat ku bisa dinikahi seorang konglomerat,dengan begini aku tidak perlu mengemis lagi untuk makan,sepertinya saat ini keberuntungan sedang berpihak kepada kita ma." Ucap Faisal,wajahnya terlihat begitu bahagia membayangkan hidup menjadi mertua orang kaya.


"Iya pah,kamu harus secepatnya menemui menantu mu itu terus minta uang agar kita bisa membeli rumah,kapan lagi coba kita punya rumah sendiri masak menantu mu seorang pria kaya raya tapi tidak bisa membantumu." Tambah istrinya membuat Faisal semakin bangga.


"Memangnya putrimu itu secantik apa sih pah,hingga dia bisa dinikahi seorang konglomerat ?" Tanya istrinya penasaran.


"Hmm,sebenarnya dia bukan putri kandungku,dia hanya anak angkat ku tapi aku sudah membesarkannya dari kecil.Tapi sepertinya ibu mertuanya sangat sombong karna kemarin kami sempat bertemu." Ucap Faisal.


"Ya jelas sombong lah pa,jangankan seorang konglomerat yang kaya biasa aja pasti sombong tapi kita yang harus memasang muka tebal di hadapan mereka agar kita bisa mendapat apa pun yang kita inginkan,kamu harus memanfaatkan keadaan ini pah,bukan kah ini rejeki dari Tuhan!!" Ucap istrinya kembali,membuat Faisal semakin percaya diri.


Mereka menyelesaikan makan malamnya dengan penuh kenikmatan,malam ini mereka bisa menikmati banyak menu,karna mereka tidak perlu memikirkan hari esok lagi.


*****


"Mas mau makan ikan?"Tanya Dela,dia sedikit bersyukur karna putri tidak ikut bergabung bersama mereka.


"Iya sayang makasih ya." Jawab Mahesa dengan wajah yang begitu bahagia.Mereka terlihat menikmati makanan dengan begitu lahap tidak ada satupun yang terlihat berbicara,yang terdengar hannya dentingan sendok yang beradu dengan piring.


Setelah semua selesai Dela mengantar suaminya sampai ke depan pintu,melihat suaminya sudah hilang di persimpangan akhirnya Dela masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


"Tidak bisakah kamu mengusir adik mu itu keluar dari rumah ini? Apa keluargamu tidak punya rumah? makanya dia tinggal di rumah ini,jujur saja aku tidak suka melihat semua keluargamu harus sering-sering kerumah ini,aku tekankan kepadamu usir adikmu itu secepatnya dari rumah ini jika dia tidak mau sebaiknya kamu juga keluar dari rumah ini." Ucap mama mertuanya yang sudah duduk di sopa.


"Iya ma." Jawab Dela dengan suara serak,mungkin dia begitu sakit hati mendengar ucapan mama mertuanya yang begitu menusuk,dia tidak bisa menahan air matanya lagi ,karna tidak ingin mertuanya melihat Dela,berjalan menuju kamar putri.


Dela memasuki kamar putri yang kebetulan tidak terkunci,dia melihat putri yang masih tertidur dengan sangat pulas.


"Aku tidak tau mau buat cara apa lagi untuk mengusirnya dari rumah ini,rasanya aku begitu kesal melihatnya." Batin Dela sambil memandangi putri yang masih tertidur."


"Putri bangun kamu.." Dela mengguncang tubuh putri,hingga putri terbangun dan kaget melihat keberadaan putri di kamarnya.


"Apaan sih kak,mengganggu tidurku saja." Sungut putri sambil menepis tangan putri dengan kakinya.


"Apa kamu belum mempertimbangkan saran yang kuberikan padamu untuk bekerja di perusahan Abang ipar mu?" Tangan Dela,dia sangat kesal melihat tidak sopan nya Putri yang menepis tangannya pakai kakinya.


"Aku tidak mau,berapa kali kukatakan aku tidak mau menjadi OB,Kaka aja sana jadi OB,kaka sombong banget sih mentang-mentang dinikahi orang kaya sesuka hatimu saja menyuruhku jadi babu,kalau kamu suka kamu aja sana jadi babu." Ucap Putri lalu bangun dan mendorong tubuh Dela untung dia tidak jatuh,lalu dia masuk ke kamar mandi.


"Keterlaluan kamu putri,tidak tau diri kamu,emangnya hutang Budi apa aku sama keluargamu hingga aku harus menuruti semua keinginanmu."Tangan Dela,dia sudah sangat emosi melihat sikap kasar putri,dadanya naik turun menahan emosi yang sudah memuncak.


"Apa kamu bilang? Katakan sekali lagi." Putri keluar dari kamar mandi karna tersinggung dengan ucapan Dela.


"Emangnya kamu bisa tumbuh sebesar ini jika bukan karena ibuku yang membesarkan mu,kamu yang tidak tahu diri,semenjak kamu menikah dengan Mahesa gayamu selangit,tau nga kamu itu menjijikkan,rasain kamu mertuamu tidak menyukai mu,itu karna kamu sangat belagu dan tidak tau diri." Ucap Putri tidak mau kalah.

__ADS_1


**** bersambung****


__ADS_2