Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 37 ~ Mahesa ~


__ADS_3

Sesampainya di kantor Mahesa langsung di sambut para kariawan,apa lagi kariawan wanita langsung banyak yang pura-pura dekat bahkan ada yang berusaha mendekatinya tetapi Mahesa tidak peduli dengan mereka semua.


"Bos,nona Grace dan papanya sedang menunggu anda di ruangan." Ucap Doni sebenarnya dia takut memberitahunya melihat hari ini bosnya begitu ceria,dia takut akan merusak mood pria itu.


"Ngapain lagi sih keluarga itu?" Tanya Mahesa seketika moodnya berubah yang tadinya dia begitu semangat sekarang rasanya dia enggan memasuki ruangan itu.Tapi tidak mungkin dia meninggalkan kantor lagi untuk hari ini rasanya dia seperti tidak konsekuen dalam bekerja.


Akhirnya walaupun dia sangat enggan bertemu keluarga itu,dia tetap memilih masuk dan menyapa calon mertuanya itu.


"Selamat pagi om,tumben pagi-pagi Uda bertamu ?" Ucap Mahesa saat dia sampai di depan pintu lalu berjalan menuju kursi kebesarannya.


"Mahesa ada yang ingin om sampaikan kepada mu hari ini nak." Ucap pria itu,dia memang sudah sangat ingin pria itu menikahi putrinya,karna dia takut jika Mahesa hannya mempermainkan anak kesayangannya itu.


"Ada apa om kok rasanya sangat serius,Doni suruh OB mengantar kopi ke ruangan ini." Ucap Mahesa,dia sedikit merasa tidak enak mendengar ucapan pria itu.


"Nak,kapan kamu akan menikahi anak om,kesehatanku kurang baik akhir-akhir ini,om harap kamu secepatnya melamar anakku,dan kalian bisa menikah dalam waktu dekat ini." Seketika Mahesa merasa tenggorokannya kering,lalu dia meminum air putih yang ada di mejanya dan melonggarkan dasi yang ada di lehernya.Melihat Mahesa hannya diam membaut Grace semakin gelisah.


"Mas,kamu dengar ucapan papa kan?" Tanya dela seakan-akan dia memastikan kalau pria itu mendengar ucapan papanya.


"Iya aku dengar." Ucap Mahesa,dia merasa semuanya sangat tiba-tiba,jika dia menikahi wanita yang ada di depannya ini,dia takut dela semakin membencinya.


"Jadi bagaimana nak,apa Minggu ini kalian bisa melangsungkan pernikahan kalian?" Tanya pria itu membuat Mahesa semakin gusar.

__ADS_1


"Baik lah om,aku akan membicarakan ini dengan orang tuaku." Ucap Mahesa,dia tidak tau jawaban apa lagi yang harus dia berikan kepada pria itu.


"Mama,sama nenek pasti terima kok mas,mereka sudah kenal denganku ,dan mama sangat setuju dengan hubungan kita ini." Ucap Grace membuat Mahesa semakin kesal saja.


Setelah selesai Mahesa menyetujui permintaan ayah Grace,mereka langsung meninggalkan kantor Mahesa tapi sebelum Grace mencapai pintu dia menoleh ke arah Mahesa kembali.


"Mas,nanti malam kita ketemu ya,ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap Grace,karna merasa segan kepada ayah Grace akhirnya Mahesa menerima ajakan wanita itu.


Setelah mereka pergi Mahesa menggebrak meja dengan kasar hingga Doni memasuki ruangan itu,dia sedikit takut jika bosnya akan melampiaskan emosinya kepadanya.


"Ada apa bos?"


"Ada apa,kenapa wanita itu bisa datang bersama papanya ke kantor ini,harusnya kamu katakan jika aku lagi diluar negri." Ucap Mahesa dia begitu kesal karna pagi-pagi sudah kedatangan orang yang sangat dia tidak inginkan.


Akhirnya karna tidak ingin semakin emosi akhirnya pria itu kembali memeriksa semua dokumen yang ada di mejanya.Sudah hampir satu jam dia memeriksa semua berkas itu tapi rasanya berkas itu tetap saja tidak berkurang.mahesa membuka jasnya dan meletakkannya di kursinya,lalu dia juga membuka beberapa kancing bajunya hingga dadanya yang sangat seksi terlihat.


Karna dia begitu serius,dia tidak mendengar suara ribut yang ada di luar hingga sampai keruangan itu Zevana masih saja tidak memperdulikan semua ucapan security.


Zevana sudah berdiri di depan pintu ruangan itu lalu dia mendorong,pintu dan Mahesa melihat security yang berusaha terus mengamankan wanita itu.


"Biarkan dia masuk,Kalian keluar." Ucap Mahesa entah kenapa sepanjang hari ini banyak banget masalah yang menghampirinya,Baru saja orang tua Grace mendatanginya dan sekarang sudah datang lagi wanita itu di hadapannya.

__ADS_1


"Ada apa kamu datang ke kantorku."


"Harusnya aku yang bertanya kenapa kamu mengambil mobil dan apertemen yang sedang kupakai,aku tidak merasa kalau kita sudah putus." Ucap Zevana,dia benar-benar tidak terima diperlakukan tidak sopan oleh keluarganya.


Mahesa menyipitkan mata dia lupa sama sekali jika dia memiliki apertemen yang dipergunakan wanita itu,dan dia juga punya mobil mewah yang dipakai wanita itu.Seketika dia merasa bahagia karna tiba-tiba saja dia berniat memindahkan dela dari hotel ke apertemen karna dia sangat takut meninggalkan wanita itu di hotel sendirian.


Bukan tidak mampu membelikan apertemen baru untuk wanitanya tapi karna saat ini Mahesa membutuhkan banyak uang untuk pembangunan hotel bintang lima yang sudah dia rencanakan.


"Maafkan aku Zevana hubungan kita sudah berakhir dan aku juga akan menikah,tidak mungkin aku masih memberikan kamu fasilitas sementara aku sudah mau menikah." Ucap Mahesa dia tidak ingin memberikan harapan palsu lagi kepada wanita itu.


"Tapi aku tidak mau.!!!"


"Kamu mau atau tidak itu bukan urusanku,kenapa kamu tidak mau apa karna kamu selalu puas dengan pelayanan ku selama ini,apa hari ini milik mu sudah gatal minta di sodok." Ucap Mahesa,Zevana merasa terhina dengan ucapan pria itu,tapi dia tidak bisa pungkiri ucapan pria itu,selama ini selain dia dimanjakan dengan uang,Mahesa juga pria yang bisa membuatnya puas di atas ranjang,bahkan hanya dua pria yang bisa memuaskan nafsunya.


Mendengar ucapan Mahesa seketika pikirannya melayang,sudah lama dia dan Mahesa tidak melakukan pergulatan di atas ranjang.Banyak pria yang bisa dia ajak untuk tidur di ranjang tapi sejujurnya hannya pria itu yang bisa membuatnya benar-benar kecanduan.


"Dasar gila kamu,aku hannya tidak terima saja saat kamu memutuskan hubungan sepihak." Ucap Zevana dia berusaha mengelak,karna dia begitu malu mengakuinya,tetapi saat Zevana melihat Mahesa sibuk dengan tugas-tugasnya,Zevana menjadi semakin kesal saja.


"Keluarlah,jika kamu tidak punya urusan lagi denganku,dan ingat kita tidak punya hubungan apa-apa lagi." Ucap Mahesa lalu melanjutkan pekerjaannya membuat Zevana cukup emosi.


Tidak terima diperlakukan seperti itu Zevana lalu berjalan mendekati Mahesa,saat Mahesa lalai wanita itu langsung menarik kepala Mahesa lalu mendaratkan ciuman di bibir Mahesa.Mahesa begitu kaget diserang secara tiba-tiba matanya langsung terbelak saat di perlakukan seperti itu.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2