
Dela mengabaikan ucapan wanita tua itu,dia tidak ingin berakhir seperti terakhir kalinya masuk rumah sakit hannya karna persoalan kecil.Disini dia akan mulai belajar untuk tegas dan berani kepada keluarga suaminya apa lagi Grace istri yang tidak di anggap oleh suaminya itu.
"Sudahlah nenek apa lagi sih terus ngapain kalian semua harus mendatangi apertemen ini,kami mau istrahat nek,biarkan kami bahagia kenapa sih?" Ucap Mahesa,kini dia sudah berpakaian sopan.
"Bahagia...Bahagia kamu bilang,kamu tidak sadar Grace itu istri sah mu,dan wanita ini hannya istri siri mu,jika kamu ingin nenek tidak menyakiti wanita ini perlakukan Grace dengan adil,biarkan wanita ini sebagai selingkuhan mu selamanya sampai kamu bosan dan akhirnya kamu meninggalkannya." Ucap wanita itu tampa memikirkan sedikit pun perasaan Dela.
"Nenek....Apa-apaan sih,bukan kah kamu juga wanita nenek kenapa nenek setega itu bicara seperti itu,lagian nenek sudah tua sudah seharusnya nenek menunjukkan sikap bijaksana dihadapan ku." Ucap Mahesa berang,dia semakin tidak menyukai neneknya yang Arongan.
"Suara mu itu anak nakal,aku tidak perlu menunjukkan sikap bijaksana ku di hadapan wanita miskin seperti dia,kamu tidak tau kakek mu dulu meninggalkanku hannya karna wanita miskin seperti dia,dan sekarang aku tidak mau rumah tangga cucuku hancur hannya wanita miskin juga." Ucap sang nenek tidak mau kalah.
Dela mulai panas mendengar setiap ucapan wanita tua itu,sepertinya menjadi wanita lembek di hadapan keluarga ini akan terus menerus di rendahkan.
"Itu semua karna wanita murahan itu nenek,dia selalu berusaha menguasai Mahesa." Ucap Grace sambil menatap ke arah dela dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Apa kamu bilang,hah apa kamu bilang aku murahan,dasar wanita nga punya otak kamu."Ucap Dela lalu berlari ke arah Grace dan menarik rambutnya dengan sangat kasar.
"Aku benar-benar kesal kepadamu dari tadi lagi,dasar brengsek,wanita rubah kamu,kamu yang murahan mengejar pria yang tidak menyukaimu." Dela benar kesal dia terus menarik rambut Grace,bahkan dia mendorong tubuh Grace ke arah sopa lalu duduk di perut Grace.Semua orang yang ada di ruangan itu benar-benar kaget mereka tidak menyangka wanita yang mereka anggap lemah bisa melakukan hal seperti itu,apalagi dengan perutnya yang sudah mulai membesar.
"Grace...." Maya langsung berlari ke arah dela dan berusaha menarik dela tetapi tangan dela terus menjambak Grace hingga rambutnya berserakan beberapa helai di lantai.
"Sayang....Sadar sayang,udah....udah bangun sayang jangan lakukan itu." Ucap Mahesa dia menarik tubuh dela yang terus berusaha menjambak rambut wanita itu.Ternyata diam-diam ayah Mahesa mengambil ponsel lalu mengambil Poto mereka.
"Aaahhhh.....Sakittt....Tolong aku masa...wanita ini benar-benar preman.Kamu harus bertanggung jawab."Ucap Grace dia benar-benar malu dan kesakitan.Mahesa menahan tubuh dela yang berusaha ingin mecakar-cakar wajah Grace.
Wanita tua itu langsung tercengang, dia benar-benar tidak menyangka kalau Dela seberani itu menghajar Grace di hadapan semua orang,semula dia berpikir jika dela wanita yang gampang di aniaya. Ternyata dugaannya sangat keliru kelihatannya saja dia polos ternyata dia begitu bringas saat dia sedang marah.
"Nenek tolong aku....huaaaaahhh....hhaaaa..." Grace menagis kuat,dia antara malu dan sakit di aniaya istri siri suaminya,bahkan neneknya saja tidak bisa berkata-kata lagi saking kagetnya dengan serangan mendadak dari Dela.
__ADS_1
"Ingat ya...Jangan kamu pikir selama ini aku diam karna aku bodoh,aku diam karna ingin berusaha menjadi orang baik di hadapan kalian semua tetapi semakin lama sikap kalian semua membuatku kecewa,jangan berharap dengan gampang aku meninggalkan suamiku ini,aku tidak membiarkan dia jatuh kepadamu."Ucap Dela dengan suara lantang.Mahesa benar-benar kaget dia tidak pernah menyangka jika istrinya begitu berani.Ini pertama baginya melihat sisi lain dari istrinya hal itu membuat dia semakin kagum dengan istrinya itu.
"Aduhhhh wanita ini...Kamu semakin meraja Lela apa kamu ingin menguasai cucuku ini hah...Aku akan menyingkirkan mu jika kamu mulai ingin berani menunjukkan sikap kurang ajar mu itu,beraninya kamu menghajar cucuku.Ayo....kita pulang,Mahesa besok kamu harus kembali kerumah jika ingin wanita ini aman,ingat nenek memiliki banyak koneksi." Ucap sang nenek lalu menarik tangan Grace keluar dari apertemen itu.
Grace benar-benar seperti bermimpi,ini pertama baginya di hajar dan dipermalukan di hadapan orang-orang.
"Sayang...Kamu memang yang terhebat aku tidak menyangka istriku yang cantik ini memiliki sisi lain,bahkan dengan hebatnya kamu berani menghajarnya,rasanya aku ingin melihatmu tadi mencakar habis wajahnya itu tapi aku takut dia berbuat kasar lagi kepadamu,apalagi kamu sedang hamil begini."Ucap Mahesa dia menenangkan dan memberikan air putih kepada istrinya karna dia melihat istrinya masih sedikit emosi.
"Apa kamu nga takut kepadaku sayang? aku semakin kesal dengan semua keluargamu,mereka selalu ingin menindasku?"Ucap Dela dia sebenarnya takut jika suaminya tiba-tiba berubah saat melihatnya kemarahannya tadi.Dia melakukan itu karna dari tadi lagi dia sudah sangat kesal melihat Grace.
"Untuk apa aku takut,aku malah semakin sayang kepadamu,itu artinya aku tidak perlu takut jika aku meninggalkanmu di apertemen ini,apalagi pembantu kita itu sering-sering punya urusan pribadi." Ucap Mahesa sambil menarik hidung istrinya.Dia benar-benar puas melihat Dela yang menjambak Grace rasanya itu sebagai perwakilan dari hatinya.
Walaupun Dela merasa hatinya sangat puas setelah dia melampiaskan seluruh emosinya kepada Grace,dia sedikit takut jika keluarga suaminya nekat melakukan sesuatu kepadanya,apalagi melihat amarah neneknya sebelum meninggalkan apertemen itu,dia bukan takut apa pun,tetapi dia hannya khawatir Karna sekarang perutnya sudah sangat membesar.
__ADS_1
"Terserah lah,untuk apa aku takut,toh aku punya Allah yang akan selalu menjagaku setiap saat,mereka tidak akan mungkin melakukan sesuatu kepadaku ,seperti ancaman wanita tua itu.Tapi paling tidak aku akan lebih waspada saja."Suara hati Dela,walaupun dia sudah memiliki keberanian dia tidak bisa terlalu percaya diri.
****bersambung****