Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 112 ~Melawan ~


__ADS_3

Dela hannya bisa diam mendengar cerita masa lalu suaminya itu,dia bisa melihat adanya kejujuran di mata suaminya itu pelan-pelan di bantu oleh Mahesa dia duduk di ranjang.Pelan-pelan dia meraih jemari suaminya dan menggenggamnya dengan erat.


"Sayang aku sangat lelah,benar-benar lelah menghadapi keluargamu,aku juga tidak meminta memiliki suami kaya sepertimu,tapi takdir sudah mengantarku sampai kesini."Ucap Dela.Mahesa memeluk tubuh istrinya dia merasa sangat erat dia begitu kasian dengan istrinya itu.


"Maafkan aku sayang karna belum bisa menjadi yang terbaik,tapi mulai hari ini aku akan berusaha semampuku menjadi pria yang baik."Ucap Mahesa.


"Makasih sayang."Dela sebenarnya sudah sangat lelah dengan semua yang terjadi belakangan ini,tapi dia berusaha sabar untuk menjalani hidup karna besarnya cintanya kepada suaminya.


*****


Karin di undang nyonya besar yang berkuasa untuk menemuinya ke kediaman Mahesa,sudah beberapa Minggu ini mereka tidak bertemu setelah mereka gagal menjalankan misinya.Mereka terlihat duduk menikmati teh di ruang tamu sambil mengobrol sesuatu yang tidak perlu.

__ADS_1


"Sudah lama kamu tidak kemari apa kamu terlalu sibuk."Tanya nenek.


"Iya nek maaf aku sibuk,karna ada bisnis baru yang ingin kami garap,papa menyuruhku untuk mengurus semuanya."Ucap Karin penuh bangga,dia ingin membuat wanita itu semakin mengangumi nya,sementara yang terjadi akhir-akhir ini perusahan orang tuanya sedikit goyang karna semakin banyaknya pebisnis baru dikalangan mereka.


"Hmmm bagus,harusnya wanita sepertimu yang menjadi pendamping cucuku,percuma saja dia lulusan harvard kalau pilihannya jatuh kepada wanita miskin yang tidak punya apa-apa.Aku tidak tau kenapa seleranya serendah itu,lihatlah adiknya wanita itu kerjanya makan,tidur tidak punya rasa malu sedikit pun jadi manusia dasar keluarga benalu."Sungut nenek,dia menyeruput teh yang ada di hadapannya,rasanya tenggorokannya sangat kering hannya karna memikirkan keluarga istri dari cucunya itu.


Sementara itu putri sedang sibuk mencari sesuatu dikamar kakaknya,diam-diam dia memasuki kamar kakaknya lalu mencari sesuatu.


"Sial Dela tidak punya uang lagi,aku sudah tidak tahan dirumah ini setiap saat aku harus mendengar sindiran demi sindiran dari keluarga kaya ini."Ucap Putri.


"Apa mungkin Dela menyimpan barang berharga disini hingga dia menguncinya."Putri terus berusaha membukanya tapi itu sangat sulit baginya.Dia sudah melakukan berbagai cara dia tetap tidak bisa membuat lemari kecil itu akhirnya dia keluar dari kamar dan melihat keadaanya diluar karna para nyonya sedang sibuk bersama Karin mereka tidak melihat putri pelan-pelan berlari ke gudang dan mencari martil.

__ADS_1


Akhirnya putri tertawa puas saat dia mendapat marti dari gudang,setelah mendapat apa yang dicari dia kembali kedalam kamar Dela dan berusaha keras membuka lemari itu.


"Wow...Keren apa ini,ternyata wanita sialan itu menyimpan harta berharga dirumah ini,lebih baik aku mengambilnya dan menjual lalu aku kabur dari rumah ini,sepertinya ini barang mahal,nanti kalau mereka sudah kembali kesini baru aku balik lagi,dia tidak akan berani marah kepada ku coba aja dia marah."Ucap putri,lalu dia mengambil kalung berlian pemberian Mahesa kepada Dela,padahal barang itu adalah barang yang sangat mahal tapi dengan bodohnya putri dia tidak mengambil sertifikatnya kalung itu.Dia bergegas keluar dari kamar dan pura-pura masuk kedalam kamar mandi,dari sana dia keluar menuju kamarnya yang harus melewati ruang tamu.


"Hei..Kamu!!" Putri menghentikan langkahnya,jantungnya berdebar sangat cepat saat wanita tua itu memanggilnya dia sangat takut jika mereka tadi melihatnya melakukan sesuatu di kamar kakaknya.


"I_iya nenek," jawab putri lalu mendekati ruang tamu tempat mereka sedang berkumpul."Apa saja kegiatanmu dirumah ini,apa kamu disini hannya menumpang hidup,tidak kah kamu ingin membantu para pelayan di dapur sana."Tanya nenek,Putri menghela napas lega ternyata wanita itu tidak melihat aksinya sama sekali.


"Maaf nenek,aku barusan dapat panggilan kerja aku mau pergi agar aku bisa bekerja mulai sekarang permisi." Putri langsung pergi meninggalkan mereka dia tidak peduli dengan ucapan mereka intinya dia sudah punya pegangan untuk sementara sebelum kakaknya pulang.


Putri keluar dari rumah mewah itu,dia pergi mencari pangkalan angkot tujuan rumah ayahnya dia ingin menjual berlian mewah milik kakaknya bersama sang ayah.

__ADS_1


"Beruntungnya aku bisa mendapat harta berharga ini,biarin saja,toh Mahesa masih banyak uang untuk membeli barang mewah untuk istrinya."Ucap putri dia masuk kedalam angkot meninggalkan tempat itu dengan hati gembira.


**** bersambung***


__ADS_2