
Sudah 7 bulan usia kandungan Yui san...
Alberto dan Yui san pun sibuk membeli perlengkapan untuk anaknya yang akan lahir sebentar lagi.
Saat membeli barang-barang , Alberto melihat-lihat baju anak perempuan yang berusia 1 tahun ke atas.
Entah kenapa Alberto sangat suka sekali dan dia membeli banyak baju yang untuk anak usia 1-3 tahun.
"Kenapa kamu membeli baju untuk anak usia 1 sampai 3 tahun suamiku?" , ucap Yui san yang terkejut melihat pilihan suaminya.
"Aku suka melihatnya sayang , ini kan nanti bisa disimpan untuk anak kita" , ucap Alberto sambil tersenyum.
"Baiklah suamiku" , jawab Yui san.
Setelah semua barang-barang yang diperlukan sudah dibeli , Alberto membayar semua belanjaan mereka , lalu mereka berjalan bersama keluar dari toko , menuju ke parkiran mobil.
"Suamiku , nanti dimana kita letakin barang-barang ini semua?" , tanya Yui san setelah mereka berada di dalam mobil.
Sejak kejadian Alberto ribut dengan mama Isabella , Alberto dan Yui san selalu tinggal di apartemen , mereka sudah gak pernah tinggal di rumah utama lagi.
Mama Isabella selalu menelpon Yui san dan meminta mereka untuk tinggal lagi disana , tapi Alberto tetap tidak mau.
Yui san hanya bisa mengikuti keinginan dari suaminya itu.
"Kamar yang di pakai untuk barang-barang kamu sekarang , dijadikan kamar untuk anak kita dulu saja" , jawab Alberto.
"Tapi barang-barang aku juga sudah penuh disana" , ucap Yui san.
Alberto berpikir sejenak....
"Kayaknya sudah saatnya kita pindah apartemen sayang" , ucap Alberto.
"Jadi kamu mau beli apartemen baru lagi?"
"Iya" , jawab Alberto.
"Mau beli apartemen dimana?" , tanya Yui san.
"Di apartemen kita yang sekarang itu ada apartemen yang dua lantai , nanti kita pergi ke kantor marketing untuk menanyakannya" , ucap Alberto.
"Baiklah suamiku" , ucap Yui san.
Mobil yang dibawa oleh Alberto telah sampai di apartemen mereka.
Alberto dan Yui san berjalan menuju ke kantor marketing yang ada disana.
Alberto menanyakan tentang apartemen yang lebih luas dan bertingkat disana.
Sales marketing langsung memperlihatkan brosur apartemen yang lebih besar kepada Alberto.
Alberto melihat-lihat brosur yang diperlihatkan untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Saya mau melihat apartemen yang bertingkat" , ucap Alberto.
"Iya bisa pak , saya antarkan ke unitnya langsung ya , supaya bisa langsung di lihat" , ucap sales marketing tersebut.
Alberto dan Yui san berjalan mengikuti sales marketing menuju ke unit apartemen yang bertingkat.
Sampai di lokasinya , Alberto sangat suka dengan apartemen itu , selain lebih luas , disana juga terdapat 3 kamar plus satu kamar pembantu.
"Bagaimana sayang? Kamu suka gak apartemen ini?" , ucap Alberto.
"Aku suka suamiku" , ucap Yui san sambil tersenyum.
"Baiklah sayang , apartemen ini aku berikan buat kamu sebagai hadiah sudah menjadi istri aku" , ucap Alberto sambil memeluk bahu Yui san.
"Benarkah suamiku" , ucap Yui san yang masih tidak mempercayainya.
"Benar sayang , mulai besok kamu akan sibuk untuk mengisi apartemen ini sesuai dengan design yang kamu inginkan" , ucap Alberto sambil tersenyum.
"Terima kasih suamiku sayang" , ucap Yui san.
"Iya sayang" , jawab Alberto.
Setelah itu Alberto dan Yui san kembali ke kantor marketing untuk melakukan transaksi pembelian rumah.
Setelah semua persyaratan rumah sudah terpenuhi , Alberto pun mendapatkan cardlock nya , karena dia membelinya secara tunai.
Alberto dan Yui san berjalan keluar dari kantor marketing.
"Baiklah suamiku" , jawab Yui san.
Alberto dan Yui san berjalan masuk ke lift , Alberto menuju ke parkiran dan Yui san menuju ke apartemen mereka.
Yui san yang sudah sampai di apartemen , langsung duduk di kursi sofa , karena sudah capek seharian.
Yui san mulai melihat-lihat furniture yang di produksi oleh perusahaan Alberto dengan laptopnya.
Alberto yang sudah sampai di apartemen dengan banyaknya barang di tangannya , langsung meletakkan semua barang-barang itu di lantai dan ikut duduk di sebelah istrinya.
"Kamu sedang melihat furniture untuk apartemen baru kita ya sayang" , ucap Alberto sambil melihat ke arah laptop Yui san.
"Iya suamiku , kamu kan produksi furniture , jadi aku mau kalau apartemen kita furniture nya dari perusahaan sendiri saja" , ucap Yui san.
"Semua furniture disini juga perusahaan aku punya , di rumah utama juga barang-barang dari perusahaan" , ucap Alberto.
"Kalau gitu kamu bisa dong minta bagian design interior untuk bertemu dengan aku besok" , ucap Yui san.
"Boleh sayang , besok aku panggil Santo ke ruangan aku. Kamu mau buat seperti apa?" , ucap Alberto.
"Aku pengen yang kesannya vintage , terus ada lampu yang ada rendanya , pokoknya untuk kamar anak kita , aku pengen yang girly banget suamiku sayang" , ucap Yui san.
"Boleh sayang , kamu atur aja dengan Santo besok ya" , ucap Alberto.
__ADS_1
Yui san pun menganggukkan kepalanya.
********
Di Bali....
Christian yang sudah berusia 8 bulan , sudah bisa makan MPASI sambil duduk di kursi makan yang sudah dipilih oleh Kevin.
Saat Julie sedang menyuapi MPASI buat Christian di dalam kamarnya , terdengar suara ponselnya berbunyi.
Julie berjalan untuk mengambil ponselnya yang masih di dalam tas kerjanya , karena begitu Julie pulang kerja , dia langsung mandi dan mulai mengurus anaknya.
Terlihat nama mama Shinta disana , Julie pun menyentuh tombol terima panggilan disana.
"Halo ma" , jawab Julie.
"Halo nak , kamu ada mau mengundang teman-teman kamu gak ketika acara resepsi pernikahan nanti?" , tanya mama Shinta.
"Gak ada ma" , jawab Julie.
Sejak Julie kuliah di Singapura , Julie sudah gak pernah lagi komunikasi dengan teman-temannya yang di Jakarta selain Kevin , karena mereka tetangga. Makanya Julie juga gak tau mau mengundang siapa.
Untuk acara resepsi pernikahan itu , Julie hanya meminta Kevin saja yang mengundang teman-temannya.
"Baiklah nak , kalau gitu mama hanya mengundang teman-teman mama dan rekan bisnis papa dan Ricko saja" , ucap mama Shinta.
"Iya ma , mama atur saja. Aku taunya jadi ratunya saja nanti pada saat itu" , ucap Julie sambil terkekeh.
"Baiklah nak , kamu lagi ngapain?" , tanya mama Shinta.
"Aku lagi menyuapi Christian ma" , jawab Julie.
"Baiklah , kamu lanjutkan lagi. Mama cuma mau nanya itu saja" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Julie sambil memutuskan sambungan telponnya dan meletakkannya di atas kasur.
Julie mulai menyuapi Christian makan lagi.
Tidak lama Kevin yang tadi berada di ruang kerja karena sedang ada meeting online , berjalan masuk ke dalam kamar.
"Sudah selesai meeting nya?" , tanya Julie melihat suaminya yang sudah masuk ke dalam kamar.
"Sudah sayang" , jawab Kevin.
"Anak papa makannya banyak kan" , ucap Kevin sambil melihat ke anaknya.
"Banyak papa , lihat saja isi di dalam mangkuknya sudah mau habis" , jawab Julie.
"Baguslah , anak papa harus makan yang banyak ya , biar anak papa sehat" , ucap Kevin.
Christian hanya sibuk dengan mainan yang ada di tangannya sambil memakan MPASI yang disuapi oleh Julie.
__ADS_1