
Mama Farah yang sudah selesai bersiap-siap...
"Mau ke mana ma?" , tanya papa Chandra yang heran melihat istrinya sudah rapi pagi itu.
"Iya pa , mama sudah bilang kalau mau membahas tentang acara pernikahan dengan Shinta hari ini" , jawab mama Farah sambil tersenyum.
"Memangnya mama sudah bisa menerima anak Julie?" , tanya papa Chandra sambil memasang kancing kemejanya.
"Setelah mama pikir yang dibilang papa dan Ida ada benarnya juga , mama juga pengen mereka tinggal di rumah kita selama mereka di Jakarta , masa mereka sudah menikah bukannya tinggal bersama kita , tapi malah tinggal di rumah besan" , ucap mama Farah.
"Sekarang sudah gak jaman lagi la ma kalau anak cowok yang sudah menikah gak boleh tinggal di rumah mertuanya , sekarang yang penting dimana mereka merasa nyaman saja , karena papa gak mau kalau rumah tangga mereka bermasalah karena keegoisan kita sebagai orang tua" , jawab papa Chandra.
"Iya pa".
"Baiklah kalau gitu berarti Kevin gak ke perusahaan ya hari ini" , ucap papa Chandra yang sudah rapi dengan baju kerjanya.
"Iya pa , karena hari ini mama mau mengajak mereka langsung membuat baju untuk acara pernikahan nanti".
"Baiklah ma , papa jalan ke kantor dulu ya" , ucap papa Chandra sambil mencium kening istrinya.
"Iya pa" , jawab mama Farah.
Setelah papa Chandra pergi ke kantor , mama Farah mengambil tasnya dan berjalan menuju ke rumah Shinta.
Ting...tong...
Mba Iyem yang sedang membersihkan rumah , langsung berjalan membukakan pintu.
"Shinta ada mba?" , tanya mama Farah.
"Ada nyonya , silahkan masuk" , ucap mba Iyem sambil mengantarkan Farah menuju ke ruang keluarga.
Di ruang keluarga sudah ada Shinta , Kevin dan Julie yang sedang bermain dengan Christian disana.
Melihat keharmonisan yang ada disana , membuat Farah ingin merasakannya juga.
"Ada apa? Seru banget kayaknya" , ucap mama Farah.
"Eh...kamu sudah datang Farah , maaf kalau aku gak mendengarnya" , ucap Shinta.
"Iya , gak apa-apa. Lagi main apa sampai seseru itu?" , tanya Farah.
"Iya ma , Christian sekarang sangat suka mendengarkan suara mainan kerincingan ini , jadi kita menggoyangkannya dan Christian akan langsung tertawa setelah mendengarkannya" , jawab Kevin sambil menjelaskan.
"Mama mau mencobanya juga boleh gak" , ucap mama Farah.
Sontak membuat Julie langsung terkejut dengan perkataan mama mertuanya dan melihat ke arah mama Shinta.
__ADS_1
Mama Shinta hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum melihat ke arah Julie.
"Tentu boleh dong ma , ini mainannya" , ucap Kevin sambil memberikan mainan yang berbunyi itu kepada mama Farah.
Mama Farah mulai memainkan mainan kerincingan itu di dekat Christian.
Karena Christian belum pernah melihat mama Farah sedekat itu , Christian pun hanya diam sambil melihat mama Farah.
"Kenapa anak kalian gak tertawa ketika mama yang membunyikannya?" , ucap mama Farah sambil melihat ke arah Julie.
Julie menjadi bingung melihat mama Farah yang menatapnya.
"Mungkin karena Christian belum terlalu kenal dengan mama , makanya Christian hanya diam dan melihat mama dulu untuk mencoba mengenalinya" , jawab Julie.
"Makanya kalian tinggal di rumah mama lagi ya , jadi kan mama bisa dikenali oleh Christian" , ucap mama Farah.
"Iya ma , nanti malam aku dan Julie pulang ke rumah kok" , jawab Kevin.
"Baiklah nak" , ucap mama Farah sambil tersenyum.
"Jadi bagaimana dengan acara pernikahan Kevin dan Julie?" , ucap mama Shinta.
"Iya , hari ini aku mau kita pergi membuat baju pengantin dulu buat Julie di salah satu designer terkenal di sini , kemaren anaknya teman aku buat disana , bajunya bagus sekali dibuat oleh designer itu" , ucap mama Farah.
"Baiklah , kapan kita mau jalan?" , tanya mama Shinta.
"Baiklah" , jawab mama Shinta.
Kevin dan Julie mulai membereskan perlengkapan Christian dan ikut keluar bersama mama Shinta dan mama Farah.
Kevin menjalankan mobilnya menuju ke butik designer terkenal yang diberitahukan oleh mama Farah.
Sampai disana , mereka mulai membahas model baju yang akan digunakan oleh Julie dan Kevin nanti , setelah selesai mereka pun diambil ukurannya.
Saatnya mama Farah dan mama Shinta yang membahas model baju untuk mereka.
Christian mulai menangis ketika mama Shinta dan mama Farah membahas baju mereka dengan designer disana.
"Aku ke mobil dulu ya ma , kayaknya Christian sudah lapar" , ucap Julie.
"Baiklah nak" , jawab mama Farah dan mama Shinta.
"Ma , ini kartu aku , nanti bayar pakai ini aja ya" , ucap Kevin sambil memberikan kartu hitamnya kepada mamanya.
"Iya nak" , jawab mama Farah.
Kevin berjalan keluar menuju ke mobil bersama dengan Julie karena anak mereka yang masih terus menangis.
__ADS_1
Sampai di mobil Julie langsung membuka tas ASI yang sudah dibawanya dan memberikan botol susu yang sudah diisi oleh ASI kepada Christian.
"Kenapa Christian gak mau meminumnya dan masih menangis juga sayang?" , ucap Kevin yang melihat anaknya selalu menolak ketika di dekatkan botol susu di mulutnya.
"Kayaknya karena belum terbiasa suamiku" , jawab Julie.
"Jadi harus bagaimana?"
"Mau gak mau aku harus menyusui langsung dari tubuh aku" , jawab Julie yang mulai mengangkat dress pendek yang digunakannya saat itu.
"Kalau kayak gini kelihatan semua sayang" , ucap Kevin yang melihat tubuh bawah Julie sampai dadanya kelihatan dengan sangat jelas disana.
"Mau bagaimana lagi , kalau gak Christian gak minum ASI" , jawab Julie.
Meskipun kaca mobil miliknya gelap , tapi tetap saja Kevin sangat khawatir kalau ada orang yang mengintip ke dalam mobil.
Kevin terus melihat ke arah luar sampai akhirnya Julie selesai menyusui Christian dan Kevin langsung mengambil anak mereka dari tangan Julie.
"Cepat kamu rapikan baju kamu sekarang" , ucap Kevin.
"Iya suamiku sayang , kaca kamu kan gelap , gak akan ada juga yang bisa melihat tubuh aku dari luar" , jawab Julie sambil tersenyum.
"Iya , tapi kan aku gak mau kalau tiba-tiba ada yang bisa melihatnya" , jawab Kevin.
"Kamu tenang saja , cuma kamu kok yang bisa melihatnya" , ucap Julie sambil mencium bibir suaminya.
Kevin pun langsung menyambut ciuman dari istrinya , meskipun ada Christian di tangannya , Kevin tetap bisa menikmati setiap alur ciuman yang dilakukan oleh istrinya.
.
.
"Aduh , mama salah waktu nih , kayaknya mama kecepatan keluarnya" , ucap mama Shinta begitu masuk ke mobil melihat Julie dan Kevin yang sedang asik berciuman.
Kevin dan Julie yang terkejut mendengar suara mama Shinta langsung melepaskan bibir mereka dengan cepat.
"Nanti kan masih bisa di lakukan dirumah nak" , ucap mama Farah.
"Iya ma" , jawab Kevin dan Julie yang malu karena terpergok oleh mama mereka.
"Sekarang mau kemana lagi ma?" , tanya Kevin sambil memberikan Christian kepada Julie.
"Kita pergi mencari souvernir kalian aja ya , kalau undangan kan nanti di percetakan milik Sebastian saja" , ucap mama Farah.
"Souvernir di tempat kami juga ada , kalau mau kita lihat saja langsung kesana" , ucap mama Shinta.
"Boleh juga" , jawab mama Farah.
__ADS_1
Kevin menjalankan mobilnya menuju ke perusahaan percetakan milik orang tua Julie.