
Di rumah Ricko....
"Sayang , malam ini kita makan malam sama mama , papa , Kevin dan Julie berserta orang tua Kevin juga" , ucap Ricko ketika sarapan pagi bersama istri dan anaknya.
"Apakah adek bayinya dibawa juga pa?" , tanya Anastasia.
"Iya sayang , adek Christian nya di bawa juga" , jawab Ricko.
"Asik , nanti aku mau bermain dengan adik bayi ya , aku mau bawa mainan yang banyak" , ucap Anastasia sambil tersenyum bahagia.
"Adek bayi belum bisa main mainan kamu nak" , ucap Bella.
"Jadi , bagaimana caranya aku bermain dengan adek Christian ma?" , ucap Anastasia.
"Nanti kamu cuma bisa lihat saja adek nya" , jawab Bella.
"Yah , gak seru dong ma" , jawab Anastasia sambil menyandarkan tubuhnya ke kepala kursi dan melipat kedua tangannya di dada.
"Kalau adik kecil seperti itu nak , nanti ketika adik kamu keluar dari perut mama juga kamu belum bisa mengajak main dengan mainan kamu sampai nanti adik sudah berumur lebih dari 1 tahun" , jawab Ricko.
"Iya deh pa" , ucap Anastasia.
"Ya sudah , papa mau pergi kerja dulu , kamu istirahat dulu ya sayang siang ini , nanti sore aku jemput kamu dan Anastasia" , ucap Ricko.
"Iya mas" , jawab Bella.
Ricko mencium kening anaknya dan mencium kening dan perut istrinya yang sudah kelihatan besar itu.
"Papa pergi dulu ya nak , baik-baik ya selama di perut mama" , ucap Ricko.
"Masa cuma adek bayi yang masih diperut mama yang dikasih pesan pa , aku gak?" , tanya Anastasia yang mulai cemburu.
"Iya , anak papa baik-baik ya dirumah , jangan nakal dan jangan buat mama pusing" , ucap Ricko.
"Kok ke aku ngomongnya gitu , ke adek bayi gak dibilang gak boleh nakal , padahal adek bayi suka menendang perut mama sampai mama terasa sakit" , jawab Anastasia.
"Kalau adek bayi yang di dalam perut mama menendang perut mama , itu tandanya bagus sayang" , jawab Ricko.
"Kenapa kalau aku gak boleh pa?" , tanya Anastasia.
"Karena kamu sudah mulai besar dan sudah keluar dari perut mama , nanti kalau adik bayi sudah sebesar kamu juga gak boleh menendang lagi" , jawab Ricko mencoba menjelaskan.
"Gak adil deh pa" , jawab Anastasia.
"Gak boleh gitu sayang , kamu kan anak papa yang sangat baik dan sangat pintar , nanti harus bisa mengajari adiknya yang benar ya" , ucap Ricko sambil membelai kepala anaknya.
"Iya pa" , jawab Anastasia.
"Ya sudah papa pergi kerja dulu ya" , ucap Ricko.
__ADS_1
"Iya pa" , jawab Anastasia.
Bella hanya tersenyum melihat ke arah suaminya dan mengantarkan suaminya sampai ke depan pintu rumah.
********
Di Singapura Alberto dan Yui san pergi ke rumah utama hari itu karena dipanggil oleh mama Isabella.
"Ma , anak kak Alexandria terkena lumpuh otak" , ucap Yui san yang sedang membuat mochi bersama mama Isabella dan Elis asisten rumah tangga mereka , di dapur.
Mama Isabella yang sedang memegang tepung , langsung menjatuhkan tepungnya ke lantai.
"Apa nak!!! Apakah yang kamu katakan itu benar?" , ucap mama Isabella dengan tubuh yang bergetar karena terkejut.
"Iya ma , kemaren aku ke rumah sakit melihat kakak sekalian kontrol kandungan aku , aku juga kaget ma mendengarkannya" , ucap Yui san sambil memegang tangan mamanya yang bergetar.
Elis langsung membersihkan tumpahan tepung yang terjatuh ke lantai dari tangan mama Isabella.
"Kita duduk dulu ya ma" , ucap Yui san.
Mama Isabella menuju ke kursi meja makan dan duduk disana bersama dengan Yui san.
Yui san mengambil gelas yang ada di meja dan menuangkan air minum ke dalam gelas , memberikannya kepada mama mertuanya.
"Mama kenapa sayang?" , tanya Alberto yang berjalan ke belakang untuk mencari makanan ringan.
"Mama terkejut karena aku memberitahukan kabar anak kakak" , jawab Yui san.
"Mama yang sabar ya ma , biar bagaimana pun itu anak kakak , cucu mama juga" , ucap Alberto.
"Kenapa cucu mama yang dinanti-nantikan malah jadi seperti ini nak?" , ucap mama Isabella sambil menitikkan air matanya.
"Aku juga gak tau kenapa semua ini terjadi dengan keluarga kita ma , tapi kita harus bisa menerimanya ma" , jawab Alberto.
"Mama mohon kalian harus benar-benar menjaga anak kalian ya , sekarang hanya ini harapan mama satu-satunya" , ucap mama Isabella sambil memegang perut Yui san.
"Iya ma , aku tetap menjaga Yui san dengan baik , cuma dia saja masih bandel masih suka masak" , jawab Alberto.
"Iya aku gak bisa tenang , tapi kamu suka kan kalau makan masakan aku" , jawab Yui san.
"Iya...iya sayang" , jawab Alberto.
"Mama senang melihat kalian sekarang. Kenapa kalian gak mencari asisten rumah tangga saja buat di apartemen?" , tanya mama Isabella.
"Apartemen aku kecil ma , kamarnya cuma ada 2 , nanti asistennya tidur di kamar sebelah , disana juga masih ada barang-barang Yui san" , ucap Alberto.
"Kenapa kalian gak pindah kesini saja? Rumah disini sangat besar , mama juga hanya tinggal disini hanya berdua dengan papa" .
"Iya suamiku , kita tinggal disini saja ya , disini juga ada asisten rumah tangga , jadi kamu gak perlu khawatir lagi melihat aku kerja" , ucap Yui san dengan lembut.
__ADS_1
"Iya nak , kalau disini Yui san gak perlu kerja banyak , kalau disana kan dia masih harus membersihkan apartemen juga , belum juga Yui san yang menyetrika baju kamu" , ucap mama Isabella.
Setelah Alberto memikirkan perkataan mamanya ada benarnya juga.
"Baiklah ma , aku akan tinggal disini mulai besok" , ucap Alberto.
"Kenapa gak hari ini saja sayang?" , ucap mama Isabella.
"Kalau hari ini baju kami gak ada ma" , jawab Alberto.
"Ada baju kalian yang terakhir nginap disini kan" , ucap mama Isabella.
"Iya suamiku , baju untuk besok kita sudah ada" , jawab Yui san.
"Baiklah , kalau gitu mulai malam ini kita tidur disini , sekarang aku lapar , ada makanan kecil apa?" , tanya Alberto.
"Mama ada beli cookies , apa kamu mau?" , tanya Yui san.
"Mau sayang" , jawab Alberto.
"Baiklah , aku ambilkan dulu ya. Apa kamu mau minum teh juga?" , tanya Yui san.
"Boleh" , jawab Alberto sambil menganggukkan kepalanya.
Yui san berjalan ke belakang mengambil cookies dan membuatkan teh untuk suaminya.
"Mama mau lihat papa sudah bangun atau belum ya nak" , ucap mama Isabella.
"Iya ma" , jawab Alberto.
"Ini cookies dan teh nya suamiku" , ucap Yui san sambil meletakkan diatas meja.
Alberto pun menganggukkan kepalanya sambil mengambil cookies coklat tersebut.
"Mama mana suamiku?" , tanya Yui san karena dia sudah membuatkan teh juga buat mama mertuanya.
"Mama sedang melihat papa diatas sayang" , ucap Alberto.
"Baiklah , ini teh buat mama ya , aku mau ke dapur dulu ya" , ucap Yui san.
"Kamu mau ngapain lagi di dapur?" , tanya Alberto sambil memegang tangan istrinya.
"Aku mau buat mochi kesukaan papa" , ucap Yui san.
"Kamu sudah aku bilang jangan kerja banyak-banyak , sekarang malah buat mochi" , ucap Alberto sambil mengunyah cookies nya.
"Gak apa sayang , kan ada Elis yang bantu aku di dapur" , ucap Yui san sambil mencium wajah suaminya.
"Baiklah , pokoknya gak boleh sampai kecapean ya" , ucap Alberto.
__ADS_1
"Iya suamiku sayang" , jawab Yui san sambil tersenyum dan berjalan menuju ke dapur.