
Papa Satoshi yang sudah sampai di Singapura....
Papa Satoshi berjalan menuju ke apartemen lama Yui san. Sampai di depan pintu , papa Satoshi mengangkat tangannya dan menekan bel yang ada di sana.
Ting....tong....
Filli perawat yang menjaga Aniela langsung membukakan pintu karena Yui san sedang menyusui anaknya.
Filli membuka pintu apartemen.
"Yui san nya ada?" , tanya tuan Satoshi.
"Ada didalam sedang menyusui anaknya. Kalau boleh tau bapak siapa ya?" , tanya Filli.
"Saya papa nya yang baru datang dari Jepang" , ucap tuan Satoshi.
"Silahkan masuk tuan besar" , ucap Filli.
"Kamu yang membantu untuk menjaga cucu saya disini?" , tanya tuan Satoshi sambil masuk ke dalam dan duduk di kursi sofa yang ada disana.
"Benar tuan , saya panggilkan nyonya Yui san dulu ya tuan" , ucap Filli.
"Baiklah" , jawab tuan Satoshi.
Filli berjalan menuju ke dalam kamar Yui san.
"Nyonya , papa nyonya yang dari Jepang sudah datang" , ucap Filli.
"Baiklah Filli , saya juga sudah selesai menyusui Aniela" , ucap Yui san sambil memasang kancing baju atasnya.
Yui san berjalan keluar sambil membawa anaknya.
"Pa" , panggil Yui san.
"Iya nak , apa kamu baik-baik saja disini?" , ucap papa Satoshi.
"Aku gak baik-baik saja pa. Aku bingung menjaga anak aku sendirian. Kemaren Aniela muntah setelah minum ASI , aku panik dan ketakutan pa" , jawab Yui san.
"Kamu yang sabar ya sayang. Jadi bagaimana keadaan Alberto?" , tanya papa Satoshi.
"Alberto belum bangun juga pa" , jawab Yui san dengan lirih.
"Kamu harus sabar ya nak" , ucap papa Satoshi.
"Mau sampai kapan pa? Ini aja aku bingung untuk menjaga anak aku sendirian. Kemaren aku pulang ke apartemen baru yang Alberto belikan untuk aku. Setelah aku membuka lemarinya , aku baru menyadari kalau kami belum memindahkan barang-barang kesana" , ucap Yui san yang sudah mulai menitikkan air matanya.
"Jadi Alberto membelikan apartemen untuk kamu?" , tanya papa Satoshi.
"Iya pa , karena apartemen ini terlalu kecil. Makanya Alberto membeli apartemen yang lebih besar dan rencananya kami akan pindah setelah aku melahirkan" , ucap Yui san dengan suara serak karena menangis.
"Ya sudah , kamu jangan sedih lagi. Selama papa disini , papa akan bantu kamu buat memindahkan barang-barang kesana" , ucap papa Satoshi.
"Iya pa" , jawab Yui san.
"Sekarang kamu tenang dulu ya , Alberto pasti akan sembuh" , ucap papa Satoshi.
__ADS_1
"Iya pa , aku juga berharap Alberto bisa bangun dan berkumpul dengan kami lagi" , ucap Yui san.
Siang itu Yui san dan papanya makan siang bersama.
"Kamu kapan mau pindah ke apartemen yang baru nak?" , tanya papa Satoshi sambil mengunyah makanannya.
"Aku maunya secepatnya pa , karena disini kan hanya ada dua kamar saja" , ucap Yui san.
"Kenapa kamu gak tinggal di rumah mertua kamu untuk sementara?" , ucap papa Satoshi.
"Aku gak mau pa , aku mau menunggu Alberto di apartemen kami yang baru. Mana di apartemen kami yang baru , Alberto baru memasang foto pernikahan kami disana. Di sanalah tempat tinggal aku yang sebenarnya pa" , ucap Yui san.
"Bukankah disini tempat tinggal kalian juga?" , tanya papa Satoshi.
"Bukan pa , disini itu tempat tinggal Alberto dan kekasihnya dulu" , ucap Yui san dengan lirih.
"Baiklah , nanti setelah ini papa bantu kamu buat menyusun barang-barang kamu" , ucap papa Satoshi yang gak mau membuat anaknya menjadi tambah sedih.
"Iya pa" , jawab Yui san.
Selesai makan siang , Yui san memompa air ASI nya terlebih dahulu , setelah itu baru dia mulai membereskan barang-barangnya dibantu dengan papa Satoshi.
********
Di Bali.....Julie menunggu Mathew datang ke kantor hari itu untuk membicarakan masalah pengunduran dirinya lagi.
Sampai siang hari , ternyata Mathew belum juga datang ke kantor.
Kevin yang sudah menjemput Julie untuk pulang makan siang bersama , langsung menanyakan masalah pengunduran diri Julie.
"Oh iya sayang , maaf aku lupa. Karena tadi papa menelpon aku lagi dan menanyakan masalah ini" , ucap Kevin sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
"Bilang aja kamu yang sudah bosan mencium aku terus" , jawab Julie setelah Kevin melepaskan bibirnya.
"Gak sayang , aku gak akan bosan-bosan untuk menciumi kamu. Dari pagi ketemu pagi juga aku mau terus menerus menciumi kamu" , ucap Kevin sambil mengulum senyumnya.
"Ya sudah , aku percaya suamiku sayang. Jadi papa menelpon dan terus meminta kita untuk pulang ke Jakarta. Tapi hari ini aku belum bertemu dengan Mathew" , ucap Julie.
"Iya sayang , nanti setelah kamu bertemu dengan Mathew jangan lupa diberitahukan kalau kita harus secepatnya pindah ke Jakarta ya. Aku gak mau kalau kita harus berpisah dalam waktu yang lama sayang , sedangkan selama di Kalimantan aku selalu merindukan kamu dan anak kita. Apalagi kalau sampai sebulan gak ketemu sayang , aku gak bisa menahan rasa rinduku padamu" , ucap Kevin sambil memeluk tubuh istri yang sangat dicintainya.
"Iya suamiku sayang , aku juga gak bisa tidur selama kamu gak ada disini bersama aku" , ucap Julie.
"Baiklah , kalau gitu kita pulang lagi ya" , ucap Kevin sambil melepaskan pelukannya.
"Iya , nanti juga aku jangan sampai telat kembali ke kantor. Kerjaan aku masih banyak juga" , ucap Julie.
Kevin pun menganggukkan kepalanya sambil menjalankan mobilnya menuju ke rumah mereka.
"Kesayangan mama" , ucap Julie yang sudah masuk ke dalam rumahnya.
"Mama...mama...." , panggil Christian sambil mengangkat tangannya minta di gendong oleh Julie.
Julie langsung mengangkat tubuh anaknya yang sudah mulai berat dan mencium pipi anaknya yang sudah bulat itu.
Christian langsung senang begitu melihat mamanya pulang ke rumah.
__ADS_1
Julie makan siang bersama dengan suaminya sambil mengendong Christian , karena Christian yang gak mau lepas dari mamanya.
Setelah selesai makan , Julie mau berangkat kembali ke kantor.
"Mama mau pergi kerja lagi ya nak. Kamu baik-baik ya dirumah dengan Wayan dan papa" , ucap Julie.
Christian ngomong ah....ah....sambil memeluk tubuh mamanya.
"Kayaknya anak kita belum mau pisah dengan kamu sayang" , ucap Kevin yang melihat anaknya gak mau ketika diambil Wayan.
"Jadi bagaimana dong? Aku kan harus pergi kerja" , ucap Julie.
"Ya sudah , Christian ikut papa antarkan mama ke kantor ya" , ucap Kevin.
"Wayan , kamu ikut kita ya" , ucap Julie.
"Baik nyonya" , jawab Wayan.
Siang itu Christian ikut mengantarkan mamanya sampai ke kantor.
Sampai di depan kantor , ternyata Christian masih belum mau pisah dengan mamanya.
"Tumben anak kamu ikut mengantarkan kamu ke kantor" , ucap Mathew yang melihat Julie di depan pintu mobil sambil membujuk anaknya supaya mau pulang bersama dengan suaminya.
"Iya pak , dari tadi maunya sama saya terus , sekarang juga belum mau pulang" , ucap Julie.
"Pak Mathew" , sapa Kevin.
"Iya Kevin" , jawab Mathew.
"Hi Christian , ini uncle" , ucap Mathew , karena memang sebenarnya itu adalah keponakannya sendiri.
Christian terus melihat wajah Mathew.
"Kayaknya dia bingung ya melihat aku" , ucap Mathew.
"Iya , karena jarang bertemu pak" , ucap Julie sambil tersenyum.
"Anak papa pulang dulu ya sama papa" , ucap Kevin sambil mengambil anaknya.
Christian langsung menangis begitu digendong sama Kevin.
"Kamu kerja aja , Christian biar aku yang urus" , ucap Kevin.
"Tapi dia masih menangis" , ucap Julie yang gak tega melihat anaknya menangis.
"Gak apa-apa sayang , pokoknya kamu jangan lupa kasih tau dengan Mathew ya. Aku pulang sekarang" , bisik Kevin.
"Baiklah suamiku" , jawab Julie.
"Aku pulang dulu ya pak Mathew" , ucap Kevin.
"Iya , hati-hati di jalan" , jawab Mathew.
Kevin memberikan Christian yang masih menangis kepada Wayan dan masuk ke dalam mobil menjalankan mobilnya sampai ke rumah.
__ADS_1