
Dela meringis kesakitan karna dari tadi siang dia merasa kakinya kesemutan,bahkan mau dibawa jalan saja rasanya sangat susah,dia terkadang merasa tidak enak hati jika terus menerus berada dikamar,apalagi sang nenek akhir-akhir ini lebih betah dirumah dari pada keluar rumah.Dela memijat kakinya,rasanya dia semakin tidak tahan dengan keadaan kakinya.
"Brakk." Dela menoleh ke arah pintu saat dia mendengar ada yang membuka kamar dengan kasar.
"Kamu apa-apaan sih putri,kamu tidak bisa ya mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke kamarku." Ucap Dela dengan wajah tidak suka,dari dulu putri memang selalu melakukan sesuatu dengan sesuka hatinya.
"Ahhh sudahlah kamu makin belagu saja,jangan mentang-mentang kamu menikah dengan orang kaya kamu bisa semena-mena denganku,ingat kamu harus membalas budi baik orang tuaku dulu kepadamu yang sudah membesarkannya dari kecil."Ucap Putri lalu mendekati Selvi dan duduk di pinggiran ranjang.
"Terus mau kamu apa? Harusnya kamu tidak bisa tinggal dirumah ini,emang kamu siapa harus tinggal di rumah mertuaku." Ucap Dela,dia benar-benar kesal kepada putri,dia lupa jika ibunya sudah meminta sejumlah uang kepada Nadia dulu.
"Kamu sudah mulai berani ya membentak ku,begini caramu membalas baik orang tuaku,mentang-mentang ibu sudah meninggal kamu melupakan kebaikan ibu iya?" Ucap Putri berang,mereka terlihat sangat emosi.
"Keluar dari kamarku,pusing aku dengan manusia sepertimu,dari dulu kamu dan keluargamu selalu memanfaatkan aku,kalian sama saja." Ucap Dela,ingin rasanya dia memukul mulut putri yang semakin lancang.
"Maksud kamu apaan,sejak kapan keluargaku memanfaatkan mu,terus mau tidak terima jika aku menumpang di rumah suami mu ini,keterlaluan kamu dela,mentang-mentang kamu dinikahi pria kaya kamu melupakan orang tuaku yang sudah membesarkan mu." Ucap Putri,dia pura-pura meneteskan air mata lalu dia berlari keluar dari kamar dan meninggalkan Dela.
"Terus salah aku apa!! rasanya aku sangat emosi marah aku harus bagaimana."Ucap Dela,setelah putri keluar dari kamarnya dengan meneteskan air mata Dela merasa bersalah.
"Arrrnggg....Pusing."Ucap Dela lalu dia merebahkan tubuhnya,dia merasa sangat frustasi memikirkan putri dengan kondisi kakinya yang semakin sakit.
Belum lama Dela tidur sepertinya dia mendengar suara mobil suaminya,ingin sekali rasanya dia menyambut suaminya ke pintu tapi sayang dia benar-benar tidak mampu berjalan.
__ADS_1
Mahesa melangkahkan kakinya memasuki rumahnya dia merasa heran karna istri tercintanya tidak menyambutnya seperti biasa.
"Selamat sore tuan?" Sapa seorang pelayan sambil memberikan sandal rumah untuk Mahesa.
"Hmm,nyonya ada dimana?"
"Dikamar tuan,dari tadi siang nyonya tidak keluar kamar."
"Hmm,apa dia sudah makan,terus kamu sudah memberikan dia susu?"
"Sudah tuan."
"Baiklah lanjutkan pekerjaanmu." Ucap Mahesa lalu berjalan menuju kamarnya dan juga istrinya.Mahesa mengetuk pintu dengan pelan lalu membuka pintu dia melihat Dela sudah duduk di pinggiran ranjang dengan wajah masam.
"Tidak." Jawab Dela kesal,entah kenapa tiba-tiba dia kesal melihat wajah suaminya setelah pulang dari kantor.
"Terus....Kenapa dengan wajahmu,kenapa kamu terlihat kesal,apa aku ada salah." Tanya Mahesa dia meraih pundak istrinya dan mulai memijat istrinya,dia pernah mendengar pembicaraan para bawahannya dikantor wanita hamil cenderung cepat emosi,kadang mereka bisa tiba-tiba marah,padahal kita tidak tau apa sebabnya.
"Sayang,apa kamu ingin makan sesuatu? aku akan membelikannya untukmu." Tanya Mahesa kembali dia mengangkat kaki Dela yang masih dibawah ranjang dan menaikannya ke atas ranjang.
"Aku bilang tidak, tidur di kamar sebelah malam ini,aku kesal kepadamu,pokoknya aku tidak ingin melihatmu." Ucap Dela,lalu dia meraih selimut dan menutup tubuhnya,dia juga kesal dengan dirinya tidak tau kenapa hari ini rasanya dia sangat kesal dengan suaminya.
__ADS_1
Mahesa menghela napas berat,lalu dia beranjak dari ranjang dan mengganti pakaiannya setelah itu dia keluar dari kamar.Mendengar suaminya keluar kamar Dela membuka selimutnya dan dia menagis secara tiba-tiba.
"Bodoh,entah kenapa rasanya malam ini aku ingin sekali menagis." Dela menagis sesenggukan,dia melampiaskan semua emosinya,emosi kepada putri dan marah kepada suaminya tapi dia tidak tau apa yang membuatnya marah kepada suaminya.
Dia menghapus air matanya saat dia mendengar langkah kaki seseorang memasuki kamarnya,dan dia sedikit senang Karna ternyata suaminya datang membawa makan malamnya dan juga susu,Dela benar-benar terharu dengan perhatian suaminya.Dia langsung duduk,lalu turun dari ranjang dan memeluk suaminya dari belakang saat Mahesa sedang meletakkan nampan makanan yang dia bawa.
"Ada apa denganmu sayang?" ucap Mahesa lalu memutar tubuhnya dan membalas pelukan istrinya.
"Aku sangat mencintaimu sayang,kamu tidak marah kepadaku,saat terkadang sifat ku seperti anak-anak?Tanya Dela,dan terus memeluk suaminya dengan erat.Mahesa tersenyum lebar mendengar ucapan Dela,
"Aku tidak akan pernah marah kepadamu sayang,aku akan mencintaimu segenap hatiku seumur hidupku,sampai kamu muak dengan cintaku ini nanti,aku sudah berjuang sejauh ini untuk cinta kita untuk apa aku marah hannya karna masalah sepele?" Ucap Mahesa,Dela semakin erat memeluk tubuh Mahesa dia sangat bersyukur kepada Tuhan karna sudah mengirim pria sebaik Mahesa kepadanya.
"Terima kasih sayang!!" Ucap Dela lalu dia meletakkan kedua tangannya di wajah Mahesa dengan cara berjingkat karna tubuh Mahesa sangat tinggi lalu mendaratkan ciuman di bibir Mahesa,hingga Mahesa terkejut bukan main.
"Sayang kamu menggodaku,jangan menggodaku,nanti aku pengen,aku tidak tega menggauli mu dengan keadaan perutmu yang sudah besar aku takut baby kita kesakitan di dalam." Ucap Mahesa lalu mengelus perut besar Dela.Tetapi dela mengabaikan ucapan Mahesa dia terus menggoda sungainya dengan meraih sesuatu dibawah sana dan mengelusnya dengan lembut.
"Saya....ngggg,kamu nakal,kamu menggodaku,kau tidak tahan sayang,kamu harus bertanggung jawab." Ucap Mahesa lalu mengangkat tubuh Dela ke atas ranjang dan mulai menyentuh dengan lembut seluruh tubuh dela.
Mahesa mulai membuka baju dela,dan melemparnya ke lantai dia hannya memakai dalaman,Mahesa mulai memangut bibir dela,mungkin karna mereka sudah lama tidak melakukannya, karna Mahesa takut baik Dela dan Mahesa terlihat begitu bersemangat untuk memulai permainan panas mereka.Saat mereka sedang asik menikmati suasana apalagi Dela yang terus mendesah tiba-tiba
" Brakkk,bang...kamu sudah pulang?" Mahesa langsung terjatuh kelantai saking kagetnya dan menutup tubuh istrinya.
__ADS_1
****bersambung*****