
" Brangghhh" Leptop hancur berantakan,seketika amarah Mahesa naik melihat keberanian wanita itu,dia merasa harga dirinya benar-benar di injak-injak oleh wanita itu.Dia lalu keluar dari kursinya dan mendekati Grace lalu mencengkram lehernya dan mendorongnya sampai Kedinding.
"Kamu anggap apa aku hingga kamu memiliki keberanian menghancurkan barang yang kumiliki hah...Apa kamu pikir aku benar-benar mencintaimu,aku akan menikahi mu seperti keinginanmu,tapi jangan coba-coba menguasai ku." Ucap Mahesa lalu menghempaskan tubuh Grace hingga dia terjatuh kelantai.Untuk sesaat Grace benar-benar tercengang dengan apa yang dilakukan pria itu,dia tidak menyangka Mahesa memperlakukannya dengan sangat tidak sopan.Lalu dia kembali berdiri dan kembali mendekati Mahesa.
"Maafkan aku,ini terjadi karna aku benar-benar marah denganmu.Aku ingin memberitahumu jika semalam aku sudah menentukan desain baju pengantin untukku,tinggal kamu memilih untukmu sendiri,ingat pernikahan kita tinggal dua Minggu lagi,kamu harus lebih pokus ke pernikahan kita." Ucap Grace.Pria itu mengabaikan ucapan Grace,dia malah keluar lalu memanggil OB dan menyuruhnya untuk membuang leptop yang sudah hancur.Hal itu semakin membuat Grace kesal,tetapi dia menarik napas,berusaha meredam emosinya,karna jika ingin sukses menjadi istri sang cucu konglomerat kuncinya harus extra sabar.
****
Putri cukup menderita setelah kehilangan ibu tercintanya,dia benar-benar menyesal karna telah durhaka kepada ibunya selama ini.Bahkan saat ibunya sakit keras dia hampir tidak memperdulikannya.Dia terus menagis di pusara ibunya.Selama beberapa bulan ini ternyata ibunya menyembunyikan sakitnya kepada putri karna ibunya takut putri akan meninggalkannya,ternyata sekarang ibunya yang meninggalkan putri untuk selamanya.Dan kejamnya sang papa sama sekali tidak datang saat pemakaman ibunya padahal jelas-jelas dia memberitahu kepada papanya jika mamanya sakit.
"Sudahlah putri,untuk apa kamu menangisi Tante,toh juga dia tidak akan bangun lagi,ayo kamu ikut denganku,dan bekerjalah sepertiku Karna tidak akan ada pekerjaan di kota ini yang menjanjikan kecuali jual diri." Ucap Nadia.Dia datang saat putri memberitahu kepadanya kalau ibunya sakit keras lalu meninggal.
"Dan kamu tau juga kan dela Kaka sialan mu itu,melarikan diri saat dia kami bawa kerumah bordir sampai hari ini aku tidak menemukannya,sekarang kamu harus membayar utang yang sudah Tante minta dulu kepada mamiku di rumah bordir.Putri apa kamu masih perawan? biasanya yang masih perawan harganya sangat jauh lebih mahal." Ucap Nadia,dia berharap Putri masih perawan sama dengan kakaknya,tapi dia tidak yakin kepada putri karna dia tau wanita ini lumayan liar juga.
Putri hannya menggeleng menandakan kalau dia memang tidak suci lagi,hal itu membuat Nadia kecewa tapi mau gimana lagi yang penting dia setuju mengikutinya kerumah bordir,hal itu sudah dari cukup karna Putri masih sangat muda,dan pastinya nanti banyak peminatnya.
__ADS_1
Dela merasa perutnya jauh lebih baik,dan dia juga sudah tidak ingin tinggal dikamar mandi akhirnya dia meminta Doni untuk mengantarnya pulang.
"Tuan antar aku pulang,rasanya terlalu bosan jika harus tinggal disini." Ucap Dela,suaranya masih terlihat sangat lemah,tapi karna memang dia tidak menyukai aroma rumah sakit makanya dia memutuskan untuk pulang secepatnya.
"Nona,panggil aku Doni,aku tanya dulu ke bos,takut nya bos akan marah jika aku tidak konfirmasi kepadanya."Ucap Doni lalu mengambil ponsel dan menghubungi Mahesa.
Setelah beberapa saat akhirnya Doni kembali keruangan,dia kembali menemui Dela yang masih berbaring di ranjang.
"Maaf nona,bos tidak mengijinkan nona keluar hari ini apalagi tampa dia,tapi tenang saja nanti malam bos akan datang menjenguk nona dan dia akan menemani nona disini." Ucap Doni memberikan semangat kepada wanita itu karna melihat perobahan di wajah Dela.
Beberapa Poto diberikan seorang pria kepada Daniel,setelah itu dia membayar pria itu.Sebenarnya Daniel merasa tidak tega melakukan sejauh itu tapi apa boleh buat dia bekerja untuk wanita kejam itu.Setelah mendapat Poto itu dia membawa mobilnya menuju rumah dimana wanita itu tinggal.
"Nyonya,hannya beberapa Poto yang bisa kudapatkan dari tuan Mahesa." Ucap Daniel lalu menyerahkan Poto itu kepada wanita tua itu.Wanita itu menerim beberapa Poto Dela dan Mahesa,disana terlihat Mahesa yang sedang membopong tubuh Dan ada juga Poto mereka yang sedang berpelukan mesra,wanita itu langsung meremas Poto itu dan mengepal tangannya.
"Bawa paksa anak nakal itu kemari,sekarang mau tidak mau kamu harus memaksanya." Ucap wanita tua itu dia benar-benar marah,Maya yang melihat kemarahan di wajah mertuanya terlihat bergidik ngeri,dia takut meninggalkan wanita itu karna takut sesuatu terjadi kepada anaknya.
__ADS_1
Mahesa sedang sibuk mengurusi beberapa dokumen penting di perusahaanya apalagi sebentar lagi dia akan mengadakan meeting dengan kliennya yang baru saja sampai Indonesia.Tiba-tiba dua orang pria datang menghampirinya.
"Tuan Mahesa silahkan ikuti kami karna saat ini ada seseorang yang menunggumu." Ucap pria itu.Dia masih bersikap sopan karna mereka juga tidak menginginkan keributan terjadi dikantor itu.Dan sebelumnya sang asisten baru sudah memberitahu kepada semua security bahwa akan ada orang yang membuat keributan dikantor atas suruhan sang nenek jadi mereka sangat dilarang untuk ikut campur.
"Siapa kalian berani sekali datang keruangan ku tampa permisi?Kemana semua petugas keamanan ini hingga membiarkan para bajingan ini mendatangi ruangan ku." Ucap Mahesa.Dia sudah mulai kesal dengan sikap kedua pria itu.
Daniel sengaja menyuruh orang lain, Karna dia tidak berani melakukan pemaksaan kepada tuannya itu.Tampa pikir panjang, kedua pria itu langsung menyeret Mahesa,dan membawanya dengan paksa.Mahesa benar-benar marah dia sepertinya mencium sesuatu yang mencurigakan melihat semua orang yang hannya diam saat melihat dia diseret orang.Dia benar-benar merasa harga dirinya di injak-injak.
Kedua pria itu langsung menyerahkan Mahesa kepada wanita tua itu dirumahnya.Mahesa begitu kaget ternyata dugaannya tidak melenceng karna ini semua atas perintah neneknya manusia yang bisa melakukan apa pun.
"Ada apa nenek sampai melakukan sejauh ini padaku,bahkan nenek tidak menjaga harga diriku lagi di hadapan semua kariawan.Nenek terlalu kejam kepadaku." Ucap Mahesa melampiaskan amarahnya kepada wanita tua itu.Tampa ucapan apa pun sang nenek langsung melempar beberapa Poto dirinya dan dela persis ke wajahnya.Mahesa benar-benar terpaku dengan semua Poto yang ada dihadapannya.
"Jika kamu melakukan sesuatu di luar aturan ku,maka kamu harus siap menanggung segala resiko,jika kamu tidak ingin wanita ini lenyap dari muka bumi ini silahkan jauhi dia." Ucap sang nenek.
****bersambung****
__ADS_1