Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 202


__ADS_3

Tiba saatnya keberangkatan papa Gerardo dan mama Isabella.


Sebelumnya papa Gerardo sudah mengatur semuanya , dari memesan tiket , mengganti uang rupiah dan memesan kamar di hotel K.


Hari itu untuk pertama kalinya papa Gerardo dan mama Isabella datang ke Indonesia.


Sampai di Bali papa Gerardo dan mama Isabella yang tidak bisa berbahasa Indonesia tidak sulit untuk berkomunikasi disana , karena rata-rata orang Bali bisa berbahasa Inggris.


Tuan Gerardo dan mama Isabella menaiki taksi yang ada di bandara dan meminta supir taksi untuk mengantarkannya ke hotel K.


Setelah beberapa saat , mobil taksi sudah sampai di depan hotel K.


Tuan Gerardo membayar sesuai tarif yang ada disana , setelah itu sopir taksi membantu menurunkan koper dan kursi roda tuan Gerardo.


Tuan Gerardo dan mama Isabella masuk ke dalam hotel dan menuju ke resepsionis untuk melakukan check in.


Papa Gerardo dan mama Isabella diantarkan menuju ke kamar dengan petugas hotel yang ada disana.


Sampai di dalam kamar , papa Gerardo mengeluarkan kartu nama Mathew yang sudah diambilnya dari dompet Alberto waktu itu di rumah sakit.


Saat itu dengan perasaan yang masih ragu-ragu , papa Gerardo mengangkat telpon yang ada di dalam kamar hotel dan menekan nomor yang ada di sana.


Mathew yang sedang meeting dengan klien di luar saat itu , melihat ke arah ponselnya yang berbunyi di atas meja.


Terlihat nomor yang tidak dikenal disana.


"Maaf saya mau mengangkat telpon dulu" , ucap Mathew.


"Iya , silahkan" , ucap klien nya.


Mathew mengangkat ponselnya dan menyentuh tombol terima panggilan disana.


"Halo" , jawab Mathew.


"Halo" , jawab papa Gerardo.


Terdengar suara berat yang sudah lama tidak di dengar oleh Mathew , tapi masih sangat jelas di ingatannya pemilik suara tersebut.


"Kenapa suara papa , tapi nomornya nomor Indonesia" , ucap Mathew dalam hatinya.


"Mathew , ini papa" , ucap papa Gerardo.


"Ada apa papa menelpon aku setelah sekian lama papa tidak pernah mencari aku" , ucap Mathew.

__ADS_1


"Papa mau bertemu dengan kamu. Sekarang papa dan mama sudah berada di hotel K di Bali. Apa kamu bisa ke sini menemui kami di kamar 1203?" , ucap papa Gerardo.


"Kenapa papa bisa di Bali?" , tanya Mathew.


"Ada yang mau papa bicarakan kepada kamu dan ini sangat penting" , ucap papa Gerardo.


"Baiklah pa , selesai meeting dengan klien aku langsung ke sana" , jawab Mathew.


"Iya" , jawab papa Gerardo sambil menutup telponnya.


"Apa Mathew mau bertemu dengan kita pa?" , tanya mama Isabella.


"Mau ma , nanti setelah selesai meeting dengan klien dia langsung kesini untuk menemui kita" , ucap papa Gerardo.


"Baiklah pa" , jawab mama Isabella.


.


.


Mathew mulai melanjutkan lagi membahas design interior yang diinginkan oleh klien baru nya , sampai akhirnya meeting nya telah selesai.


Mathew berjalan menuju ke mobilnya dan berpikir untuk sejenak.


Untuk mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan yang ada di dalam pikirannya , Mathew menyalakan mobilnya dan menjalankannya menuju ke hotel K.


Mathew berjalan menuju ke kamar yang telah di beritahukan oleh papa Gerardo.


Sampai di depan pintu kamar Mathew menggerakkan tangannya dan menghirup nafasnya yang dalam , baru dia menekan bel yang ada di depan pintu.


Ting...tong....


"Kayaknya itu Mathew yang datang ma" , ucap papa Gerardo.


Mama Isabella berjalan untuk membukakan pintu kamar dan terlihat wajah anaknya yang sudah lama tidak pernah dilihatnya.


"Mathew , ini benar kamu nak?" , ucap mama Isabella yang masih mengingat dengan sangat jelas raut wajah anaknya , apalagi Mathew memiliki wajah yang mirip dengan dirinya.


"Iya ma , ini aku" , ucap Mathew dengan jantung yang sangat berdebar dengan sangat cepat saat itu.


"Ayo masuk nak , papa ada di dalam" , ucap mama Isabella.


"Iya ma" , jawab Mathew yang masih serasa bagaikan mimpi bisa bertemu dengan orang tuanya setelah hampir 12 tahun dia meninggalkan rumah.

__ADS_1


"Pa" , sapa Mathew dengan suara yang sedikit bergetar dan jantung yang berdebar-debar dengan sangat cepat.


"Iya nak , kamu duduk dulu. Ada yang mau papa katakan kepada kamu" , ucap papa Gerardo dengan pembawaannya yang selalu tenang dan tegas itu.


"Iya pa" , jawab Mathew sambil duduk di kursi sofa yang ada disana.


"Papa mau meminta maaf kepada kamu atas perlakuan papa yang dulu" , ucap papa Gerardo.


"Sudah aku maafkan pa" , jawab Mathew.


"Syukurlah , papa pun jadi tenang mendengarnya. Sekarang Alberto sedang terbaring lemah di rumah sakit , sudah 2 bulan ini dia mengalami koma karena kecelakaan yang menimpanya" , ucap papa Gerardo.


Bagai disambar petir di siang bolong , Mathew pun langsung terkejut mendengar berita adiknya yang baru datang menemuinya dalam keadaan sehat beberapa bulan yang lalu , sekarang sudah terbaring lemah tidak berdaya di rumah sakit.


"Jadi , apakah Alberto bisa kembali pulih pa?" , tanya Mathew dengan hati-hati.


"Gak nak , kondisinya semakin hari semakin menurun. Papa mencari kamu kesini untuk meminta agar kamu mau menjalankan perusahaan keluarga kita" , ucap papa Gerardo.


"Bukankah aku sudah bukan bagian dari keluarga papa lagi" , ucap Mathew yang teringat bagaimana rasa sakit hatinya ketika melihat berita di koran yang terpasang sangat besar di satu halaman koran yang isinya bahwa dia di keluarkan dari keluarga Fernandes.


"Papa minta maaf nak , waktu itu sebenarnya papa sengaja buat seperti itu. Papa pikir setelah kamu membaca beritanya , kamu akan kembali pulang ke rumah. Tapi ternyata papa salah , kamu tetap gak kembali lagi ke rumah. Tapi di kartu keluarga kita , kamu masih tetap anak papa" , ucap papa Gerardo.


"Tapi aku sudah sangat suka untuk tinggal disini pa. Aku gak mau lagi kembali ke negara yang banyak memiliki kenangan pahit untuk aku" , ucap Mathew.


"Apa kamu gak mau tinggal bersama dengan mama dan papa lagi nak?" , ucap mama Isabella.


"Maaf ma , aku sudah sangat suka untuk tinggal disini. Lagian mama juga gak akan bisa menerima istri dan anak aku. Aku rasa perusahaan papa bisa dijalankan oleh Alexandria" , ucap Mathew.


"Iya , sekarang memang Alexandria yang menjalankannya , tapi dia juga sambil mengurus anaknya yang lahir dengan tidak normal. Papa takut nanti pekerjaannya akan terlantar kalau dia sambil memikirkan kondisi anaknya" , ucap papa Gerardo.


"Kenapa anak Alexandria bisa lahir dengan tidak normal pa?" , tanya Mathew yang cukup terkejut mendengar kisah adik-adiknya.


"Saat itu usia kandungan Alexandria belum cukup 9 bulan dan dia mengalami pendarahan , jadi dokter mengambil tindakan untuk mengeluarkan bayinya. Setelah bayinya dikeluarkan , ternyata bayinya terkena kelumpuhan saraf otak" , ucap mama Isabella.


Mathew pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Papa gak akan memaksa kamu sekarang untuk ikut papa ke Singapura , tapi papa mohon agar kamu mau memikirkan untuk kembali ke Singapura dan membantu menjalankan perusahaan yang sudah susah payah papa bangun dari dulu" , ucap papa Gerardo.


"Baiklah , aku akan memikirkannya terlebih dahulu pa. Kalau gak ada lagi yang mau papa bicarakan , aku mau kembali ke kantor dulu pa" , ucap Mathew sambil berdiri dari duduknya.


"Tunggu nak , ada satu hal lagi yang mau papa bicarakan sama kamu" , ucap papa Gerardo.


Mathew pun gak jadi pergi dan kembali duduk disana.

__ADS_1


Mama Isabella hanya bisa menghela nafasnya begitu mendengar papa Gerardo menahan Mathew yang sudah mau pergi , karena dia sudah tau kalau nanti suaminya akan membahas masalah wanita yang sangat tidak disukainya itu dengan Mathew.


__ADS_2