
Dela yang sedang menimang bayi Alexa,sedikit kaget saat Mahesa sudah datang dan duduk di ranjang,wajahnya terlihat sangat lelah bahkan sepertinya banyak pikiran.Dela meninggalkan suaminya dan pergi kebelakang menemui pelayan dan menyuruhnya menjaga Alexa.
"Jaga sebentar ya bi,aku mau bicara sama bapak!" Ucap Dela,sambil menyerahkan bayi itu kepada pelayan.
"Mas,apa yang terjadi dengan nenek?" Tanya Dela,sambil meletakkan segelas air hangat untuk suaminya yang sedang merenung di meja.Mahesa menghela napas berat,rasanya sangat sulit untuk menghadapi kenyataan.Jika sudah seperti ini rasanya dia sangat menyesal dilahirkan ditengah-tengah orang kaya.
"Mas...Kamu kenapa diam,apa nenek sangat parah?" Dela membuyarkan lamunan Mahesa,rasanya dia sangat bingung harus bersikap seperti apa sekarang ini,sebenarnya dia sudah memutuskan untuk tidak peduli,tapi dia takut neneknya kenapa-kenapa,yang mengakibatkan dia menyesal dikemudian hari.
"Nenek sangat parah,bahkan akibat dari benturan keras di kepalannya dia harus kehilangan penglihatannya,aku sebenarnya sangat sedih nenek yang begitu mencintaiku,harus mengalami masa sulit seperti ini,aku tidak tega membiarkannya begitu saja,tapi aku sangat membencinya karna dia hidup dengan sikap yang sangat egois."Ucap Mahesa,wajahnya terlihat benar-benar lelah.
Dela tidak bisa berkata-kata lagi,dia bahkan bingung harus seperti apa,dia tidak meminta keadaan seperti ini,tapi mungkin ini sudah takdirnya.Dela memeluk suaminya,dia merasa sangat kasihan kepada suaminya karna posisinya yang selalu serba salah.Dela juga sangat yakin jika dia meminta Mahesa untuk meninggalkannya dia sangat yakin jika Mahesa tidak akan menuruti keinginannya,Karna dia sangat tau besarnya cinta suaminya kepadanya dan juga Alexa hasil buah cinta mereka.
__ADS_1
"Sayang maafkan aku,karna kehadiranku sudah membuatmu di posisi serba salah,aku tidak tau harus bagaimana sekarang mas,aku ingin kamu lakukan yang terbaik menurut suara hatimu."Ucap Dela,sambil menyandarkan kepala suaminya di pundaknya.
"Aku sangat mencintaimu,bahkan selamanya aku mencintaimu,selama ini kita sudah melewati masa sulit,untuk apa aku harus memutuskan sesuatu yang tidak penting,aku hannya ingin dia segera sadar dan berusaha bertobat Tuhan sudah memberinya teguran."Ucap Mahesa sambil menggenggam tangan istrinya.
Saat sedang berbicara di kamar,tiba-tiba diluar terdengar keributan,sepertinya seseorang berusaha datang membuat keributan di rumah mereka,Dela langsung melepaskan tangan suaminya lalu keluar dari kamar,untuk melihat apa yang terjadi diluar sana.
Saat itu Dela cukup tercengang melihat putri sudah memohon-mohon kepada security untuk membukakan pintu untuknya,Dela keluar dan menemui putri ke depan.
"Sejak kapan kalian keluar dari penjara? Seharusnya kalian lebih lama tinggal disana,sampai kalian menyadari kesalahan yang kalian perbuat."Ucap putri,,dia berbicara kepada putri dari dalam halaman,Dela tidak mengijinkan security membuka pintu gerbang karna dia tidak tau rencana busuk apa lagi yang sudah direncanakan oleh putri.
"Kak aku mohon ijinkan aku tinggal bersama mu,jadi pembantu pun aku sudah siap kak yang penting aku punya tempat tinggal,aku tidak mau menjadi gelandangan di luar sana Kaka."Ucap putri,sekilas Dela sangat iba mendengar ucapan adiknya tapi mengingat semua kejahatan yang dilakukan oleh putri,dia akhirnya mengabaikannya,lalu kembali masuk kedalam rumah mengabaikan semua ucapan putri.
__ADS_1
"Kakak,aku mohon kepadamu,tolong aku sekali ini saja,kalau tidak ijinkan aku bekerja di perusahaan Abang,jadi OB pun aku tidak masalah kak yang penting aku bisa makan dan punya rumah."Ucap Putri,sedikit pun Dela tidak peduli dengan ucapan putri,dia kembali masuk kedalam rumah lalu meminta Alexa dari pelayan dan membawanya masuk kedalam kamar.
Sesampainya di dalam kamar dia sudah melihat suaminya tidur cukup pulas di atas ranjang,karna kebetulan Alexa juga sudah tidur akhirnya Dela meletakkan Alexa di samping suaminya.
Lama Alexa memandangi wajah lelah suaminya,dia sangat bersyukur punya suami seperti Mahesa,rasanya semua penderitanya masa lalunya di bayar oleh Tuhan dengan memberikan suami yang cukup baik dan sangat menyayanginya.Dela sangat tersentuh saat melihat suaminya memeluk putri kecil mereka,rasanya kebahagian Dela cukup sempurna walaupun sampai sekarang ini keluarga suaminya belum bisa menerimanya.
Setelah mendaratkan ciuman di kening suaminya dan juga putri kecilnya,akhirnya Dela keluar dari dalam kamar dan membiarkan kedua hartanya tidur di dalam kamar.
"Bibi,coba pergi keluar,coba lihat apa putri sudah pergi dari sana,atau dia masih berdiri disana." Dela menyuruh pelayan untuk melihat putri,sebenarnya dia tidak tega melakukan itu kepada putri tapi mengingat perbuatannya selama ini kadang rasa benci itu mengalahkan rasa iba.
*** bersambung***
__ADS_1