
Mahesa membalas pelukan istrinya,dia menenangkan istrinya yang sudah di aniaya seorang wanita murahan,yang sok hebat di hadapan orang-orang.Setelah Dela terlihat tenang Mahesa melepaskan pelukannya lalu melangkah mendekati ketiga manusia sombong itu.
Baskoro sangat ketakutan melihat kehadiran Mahesa di depannya,dia tidak menyangka wanita yang dia ganggu ternyata istri dari seorang pengusaha yang sudah membantu perusahannya keluar dari kebangkrutan,kaki dan tubuhnya sudah sangat gemetaran bahkan keringat dingin sudah membasahi pelipisnya.
Sementara wanita yang di sampingnya masih bisa terlihat angkuh karena dia tidak kenal dengan Mahesa,bahkan dia terlihat mencibir saat melihat Dela berlari menghampiri suaminya.
"Ooohh,ternyata kamu membawa suamimu kesini,baguslah kalau suami ku bukan seorang kuli bangunan." Ucap wanita itu santai tampa beban,dia tidak melihat pria yang di sampingnya sudah hampir mati ketakutan.
"Baskoro,ternyata kamu,ini istrimu?"
"Tidak tuan,dia bukan istriku,dia hannya wanita yang kebetulan lengket kepadaku,maafkan aku tuan,aku tidak tau jika nyonya ini istri anda." Ucap baskoro dengan suara gemetaran.Putri dan Dela terlihat heran melihat perubahan dari pria itu,bahkan wanita yang di sampingnya juga langsung menatap aneh kepadanya.
"Bang kamu kenal dengan pria bajingan ini,hukum dia Bang,dia tadi menyentuh dagu Kaka Dela,dan wanita itu menampar Kakak Dela dengan sangat kasar lihatlah wajah Kaka Dela sampai memerah." Ucap Putri mengompori Mahesa.
"Maafkan aku tuan,ampuni aku,ini semua karena wanita ini aku tidak tau apa yang menyebabkan mereka sampai ribut disini." Ucap baskoro dia terlihat memohon.
__ADS_1
"Sayang,kamu apa-apaan sih,emang dia siapa sampai kamu yang direktur di sebuah perusahaan harus tunduk kepada pria seperti dia." Ucap wanita itu,dia masih saja heran melihat perubahan sikap Baskoro setelah kedatangan Mahesa ketempat itu.
"Diam kamu pelacu**,kamu membuat ku dalam kesulitan." Jawab Baskoro mendorong kasar tubuh wanita itu hingga dia hampir terjatuh.
"Daniel,putuskan hubungan kerja sama dengan perusahannya dan secepatnya suruh perusahannya untuk membayar seluruh pinjaman modal yang sudah ku pinjamkan kepadanya jika perusahannya sudah tidak bisa berdiri lagi,segera beli perusahan itu."Ucap Mahesa tegas,pria itu sangat kaget dia langsung berlari ke hadapan Mahesa lalu menunduk dan memohon ampunan kepada Mahesa.
"Dan kamu wanita murahan,mungkin ini pertama bagimu pernah dicintai seorang pria banyak uang hingga kamu sedikit kaget,membuat sikap mu lupa diri,ingat baju dan seluruh barang yang menempel di tubuh istriku sanggup membeli mobil yang di kendarai kekasih mu ini,jadi jangan sembarang bicara kamu tidak pantas di bandingkan istriku,dan kamu sudah menampar istriku,aku bukan tipe pria yang mau main kasar kepada wanita,Daniel berikan wanita ini tamparan sebanyak lima kali." Ucap Mahesa.
"Baik tuan." Daniel mendekati wanita itu lalu,
"Belajarlah menjadi wanita berharga,jangan hannya karena kamu menemani pria kaya tidur kamu pikir hidupmu sudah hebat atau kamu sudah merasa menjadi seorang nyonya." Ucap Mahesa.
"Maafkan aku tuan,nyonya maafkan aku,sekali lagi aku mohon maaf," Ucap wanita itu,dia menangis meminta ampunan,wajahnya terlihat sangat menyesal,karena sudah bersikap sombong dan aronga.Mahesa berdiri lalu menatap menejer yang tidak bekerja dengan baik bahkan dia tidak bisa menjadi penengah di antara masalah para pengunjung di mall itu.
Putri sangat puas saat Mahesa menunjukkan kehebatannya kepada setiap orang yang sudah merendahkan mereka rasanya ingin sekali dia meludahi wajah wanita rubah itu,tapi dia tidak berani karena melihat kemarahan di wajah abangnya.
__ADS_1
"Kamu menejer,kamu tunggu surat pemecatan dari pemilik gedung ini." Ucap Mahesa lalu dia mendekati Dela dan merangkul pundak istrinya serta membawanya keluar dari tempat itu,banyak sekali tatapan kagum kepada Dela,wanita sederhana yang memiliki suami seorang konglomerat,jarang sekali ada wanita bisa hidup sederhana saat sudah memiliki suami hebat.
"Mas kami langsung pulang ya,soalnya aku takut Alexa rewel di rumah,tadinya aku mau menemani putri membeli perlengkapan kerjanya,tapi karena kejadian itu kami jadi lama disini." Ucap Dela.Mahesa tersenyum kepada istrinya.
"Kita pulang bareng saja sayang biarkan supir pulang sama Daniel." Ucap Mahesa.Putri sedikit segan kepada Abang iparnya karena dia istri kesayangan di aniaya oleh orang lain.
Akhirnya mereka pulang kerumah,Daniel membawa supir pulang,sekalian mengantar mobil tuannya,hari ini dia pasti akan sibuk mengurusi masalah baskoro yang sudah dengan berani mencari masalah kepada keluarga kaya itu.
"Kakak,aku minta maaf ya,gara-gara aku kakak mendapat masalah." Ucap Putri.Wajahnya terlihat menyesal.Sementara Dela hannya tersenyum,dia menatap lurus ke depan,dia tidak tau harus bagaimana bersyukur kepada sang pencipta karena sudah di berikan pria yang sangat baik dan hebat yang bisa mengangkat derajatnya.
"Sayang kamu tidak mendengar apa kata putri?" Tanya Mahesa menoleh kearah istrinya yang sedang larut dalam pikirannya.
"A_a kamu bilang apa putri,minta maaf sudahlah namanya juga hidup terkadang kita bisa mendapat masalah entah dimana makanya kita harus hati-hati,sebenarnya yang salah kan aku,yang sudah menabraknya tapi aku sudah minta maaf tapi wanita itu malah marah tak karuan." Jawab Dela.Putri akhirnya menegakkan kepalanya,dan tertawa terbahak-bahak hingga membuat Mahesa dan Dela beralih melihatnya.
"Hahahahahaha.....aku sangat lucu dengan pria buncit itu,ternyata wanita itu hannya selingkuhannya,aku sangat lucu melihat wajahnya yang sangat ketakutan,tadi sebelum Abang datang wajahnya sangar sok jago,setelah Abang datang wajahnya berubah seperti babi yang sedang ketakutan hahahahha....aku sangat puas Bang,aku bangga kepada mu."Ucap Putri hingga dia mengacungkan kedua jempolnya kepada Mahesa.
__ADS_1
**** bersambung****