Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 104 ~ Bangun lah sayang ~


__ADS_3

Mahesa menatap wajah pucat istrinya lalu dia meraih tangan Dela lalu mengecupnya.


"Sayang maafkan aku,aku sudah banyak membuatmu menderita,maafkan aku karna tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu,aku mohon bangun lah sayang,aku akan berusaha menjadi suami yang baik dan ayah yang baik buat anak kita."Ucap mahesa,dia terus memegangi tangan Dela dan menciuminya bahkan saat ini dia tidak bisa menahan air mata yang sudah hampir jatuh dari dia masuk keruangan itu.


Mahesa sangat menyesali semua yang terjadi belakangan ini,istrinya yang tertekan karna ulah keluarganya.Mahesa menidurkan kepalanya di pinggiran ranjang matanya hampir terpejam dan saat itu sayup-sayup dia mendengar suara orang yang sedang berbicara diluar.Mahesa membuka kamar lalu menoleh ke arah pintu,karna dia tidak ingin ada orang lain yang masuk ke ruangan itu Mahesa beranjak dari tempat duduknya dan keluar meninggalkan Dela.


"Sayang aku keluar sebentar,bawa aku dalam mimpimu sayang,aku menunggumu disini." Ucap Mahesa lalu mencium kening istrinya dan meninggalkan ruangan itu.


Saat Mahesa membuka pintu,tidak jauh dari ruangan Dela Mahesa sudah melihat nenek mamanya dan juga karin berdiri disana.Ingin sekali Mahesa berlari lalu memeluk neneknya tapi melihat keberadaan Karin disana,dia yakin neneknya sebenarnya belum bisa menerima keberadaan istrinya,sikap manisnya selama ini hannya kemunafikan yang ditutupi sang nenek.

__ADS_1


"Mahesa ternyata kamu disini,nenek mencari mu,apa yang terjadi dengan calon cicit nenek?" tanya sang nenek dengan wajah datar,hal membuat Mahesa semakin sadar jika keluarga besarnya memang manusia-manusia munafik dan perlu hati-hati untuk menghadapi mereka.


"Apa saja yang dilakukan istrimu itu,masak menjaga calon bayinya saja dia tidak mampu,bukankah dia orang miskin,harusnya dia kuat dengan setiap masalah yang ada,dasar wanita tidak becus,mengurus kehamilannya saja dia tidak mampu." Sungut sang nenek.Mendengar ucapan sang nenek membuat mahesa naik pitam,dia tidak menyangka neneknya akan mengucapkan kata-katanya itu,sedikit pun dia tidak menunjukkan rasa simpati kepada istrinya.


"Cukup nenek,aku pikir nenek sudah berubah,dan sudah bisa menerimanya ternyata nenek punya rencana yang cukup jahat,aku tidak menyangka nenek sejahat itu,lebih baik sekarang kalian keluar dari rumah sakit ini dan bawa wanita sialan ini,kalau bukan karna dia istriku tidak akan mengalami hal seperti ini."Ucap mahesa,dia berusaha menekan suaranya karna takut Dela akan mendengarnya di bawah alam sadarnya.


"Jadi kamu mengusir nenek sekarang,Mahesa kamu tidak perlu mengurusi wanita itu,lihatlah semua keluarganya sudah mulai berdatangan kerumah,makanya dari dulu nenek sama mama melarang mu berhubungan dengan orang miskin,


Setelah orang tua dan neneknya meninggalkan ruangan ,Mahesa dengan langkah gontai berjalan ke arah kursi,lalu dia menghela napas berat,rasanya untuk sekedar bernapas pun dia sudah sulit tenggorokannya bagaikan dicekik karna begitu banyak masalah yang menghampirinya.

__ADS_1


"Terlalu susah berbicara kepada Mahesa,entah apa yang ada dipikiran anak itu hingga dia bisa tergila-gila kepada wanita kampung itu "Ucap Nenek,dia keluar dari rumah sakit dengan wajah ditekuk,dia sudah lelah harus berpura-pura lagi.


"Entah dari mana Mahesa bisa kenal dengan wanita miskin itu,lihat adiknya yang dirumah setiap hari kerjanya makan tidur,kemarin itu papanya juga datang kerumah,dan mereka bisa makan dengan nikmat tampa ijin dari pemilik rumah." Mama Mahesa menceritakan semua kekesalannya kepada ibu mertuanya.


Karin yang mendengar obrolan kedua wanita itu hannya bisa tersenyum puas,dia merasa sangat beruntung dilahirkan di keluarga kaya setidaknya dia tidak akan mengalami hidup yang hina seperti yang di alami oleh Dela.


"Sekarang nenek hannya berharap Karin bisa kembali mengambil hatinya Mahesa,biar bagaimana pun dulu dia sangat mencintaimu,dan masak kamu kalah dengan wanita seperti dia." Ucap mamanya Mahesa kembali.Karin hannya tersenyum lirih,dia juga kurang yakin bisa mendapat kembali hatinya Mahesa melihat besarnya cinta pria itu kepada istrinya.


"Nenek nga masalah dengan cicitnya nenek,biar bagaimana pun dia darah daging keluarga kami,tapi untuk menerima wanita itu rasanya aku tidak akan bisa apa lagi keluarganya yang sudah mulai berdatangan satu-satu kerumah." Ucap sang nenek.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2