Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 25 ~ Rencana licik seorang babu ~


__ADS_3

Setelah Mahesa keluar dari rumahnya pria itu pergi menuju hotel dia takut sesuatu terjadi kepada wanita itu karna dia sudah mengurungnya di dalam hotel.


"Entah kenapa wanita polos ini bisa membuat hatiku bergetar tubuhnya itu sangat membuatku menggila tapi aku takut melakukan sesuatu kepadanya,aku takut jika dia mengetahui kalau aku dulu pria yang sudah merenggut kesuciannya." Ucap Mahesa dia terus berbicara di dalam mobilnya,dia begitu frustasi dengan semua masalahnya akhir-akhir ini.


Mahesa memarkirkan mobil mewahnya di parkiran hotel dia ingin singgah melihat wanita itu,sebenarnya dia bingung,dia tidak tau harus membawa wanita itu kemana membiarkannya kerja di proyek adalah sesuatu yang tidak mungkin karna di tempat itu benar-benar tidak aman untuk seorang wanita dan membiarkannya di hotel setiap hari juga tidak mungkin.


Sesampainya di depan kamar hotel dia langsung membuka kamar dan dia melihat wanita itu tertidur di atas ranjang dan televisi yang masih hidup mungkin karna semalam kurang tidur akhirnya hari ini dia mengantuk dan tertidur dengan sangat pulas.


Mahesa memandangi wajah dan tubuh Dela seketika gairahnya naik sampai ke ubun-ubun dia tidak bisa menahan godaan tubuh Dela.Semakin Mahesa memandangi tubuh dela semakin dia ingin menikmati tubuh itu.


Pelan-pelan Mahesa mendekati Dela,lalu dia menyentuh dengan sangat hati-hati bibir wanita itu.Mahesa ingin sekali menyatukan bibir mereka berdua tetapi dia sangat takut jika dela terbangun.Karna sudah tidak tahan akhirnya dengan sangat pelan pria itu menaiki ranjang dan mendekatkan wajahnya ke wajah wanita itu.Saat wajah mereka sudah sangat dekat Mahesa lalu mendekatkan bibirnya ke bibir dela,hingga wanita itu,mendesah dengan sangat seksi membuat gairah Mahesa semakin tinggi.Takut Dela terbangun akhirnya pria itu turun dari ranjang,dia memendam hasratnya yang sangat bergelora dia tidak ingin wanita itu menganggapnya pria kurang ajar.


Mahesa memasuki kamar mandi lalu dia mencuci wajahnya untuk menghilangkan perasannya pagi ini.Saat dia keluar dari kamar mandi dia melihat wanita itu sudah terbangun dia sedang menikmati buah yang ada didalam kulkas.


"Kenapa sih kamu harus mengunciku di dalam ruangan ini,kamu tau aku harus pergi kerja,bagaimana aku harus melanjutkan hidupku jika kamu menahan aku di tempat ini? terus jangan kamu pikir tagihan hotel ini aku yang bayar,aku tidak punya uang sama sekali." ucap Dela dengan wajah marah.Hal itu membuat Mahesa tersenyum tetapi dia menutupi senyum di wajahnya karna dia tidak ingin Dela semakin kesal kepadanya.


"Maaf tapi temanmu yang mencuri mu kemarin sepertinya masih mencari-cari keberadaan mu,kamu mau dia membawamu lagi,kamu disini saja sementara waktu,masalah biaya tidak usah dipikirkan nanti aku yang bayar semuanya." Ucap Mahesa berbohong dia harus mencari cara agar wanita yang ada di hadapannya menuruti semua keinginannya.

__ADS_1


"Hmmm,begitulah orang kaya,seandainya kamu tidak merusak mata tokoku kemarin,mungkin aku tidak akan mengalami hal seperti ini." Ucap Dela,dia begitu kesal dengan Mahesa karna tiba-tiba dia ingat kejadian yang menimpanya kemarin.


"Bukan begitu nona,itu semua sudah takdir,kebetulan saja aku yang mendapatkan lokasi itu,jika kemarin aku tidak mendapatkan tempat itu pengusaha lain juga pasti akan mendapatkan tanah itu." ucap Mahesa dia berusaha membela dirinya agar dela tidak berlarut-larut membencinya.


"Terserah apa katamu,bagiku kamu hanya manusia serakah.Terus ponselku dimana apa kamu melihatnya,mungkin saja mas Bobby sudah mencari ku."Tanya dela,membuat pria itu sedikit kesal dengan pertanyaan dela.


"Mana tau aku bukan urusanku,lagian ngapain kamu mikirin pria itu,sok ganteng dia jadi pria." Ucap Mahesa dongkol.


"Kok kamu sewot,itukan urusan dia lagian emang dia ganteng kok."Ucap Dela membuat Mahesa semakin emosi lalu dia berdiri dan ingin meninggalkan dela di ruangan itu karna dia sudah sangat kesal karna ucapan wanita itu.


"Mau kemana?" Tanya dela berteriak karna Mahesa hampir mencapai pintu.


"Kenapa sih itu pria dasar manusi tak punya perasan." Ucap Dela lalu dia turun dari ranjangnya dan mulai membersihkan tempat tidurnya.


Sementara itu Mahesa benar-benar kesal,dengan dela karna pujiannya kepada pria lain.Rasanya ingin sekali Mahesa melampiaskan semua perasaanya kepada wanita itu,tapi sekuat tenaga dia berusaha agar menjaga sikap kepada wanita itu.


"Kalau begini terus bisa-bisa aku tidak tahan,bisa-bisanya dia memuji pria lain di hadapanku,tidak kah dia tau aku selalu berusaha memendam hasrat ku di hadapannya,apa dia tidak tau bau badannya itu membuatku menggila."Ucap Mahesa dia terus terlihat marah sambil terus menyetir mobilnya.

__ADS_1


Sesampainya di kantornya dia harus melewati para kariawan wanita yang sering tebar pesona dihadapannya tapi entah kenapa dia sama sekali tidak tertarik kepada semua wanita yang ada di kantornya.


"Selamat pagi tuan." Ucap para wanita itu dan Mahesa hannya mengangguk tanpa melihat wajah dari beberapa wanita centil itu.


Sesampainya dikantor Mahesa langsung menyelesaikan semua pekerjaannya yang sempat tertunda kemarin.Dia ingin menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum jam makan siang karna dia akan mengadakan meeting dengan klien disebuah restoran mewah.


Semua pekerjaan Mahesa hari ini selesai tepat pada waktunya setelah jam sembilan malam dia meninggalkan kantornya,dia sudah sangat kelelahan,akhirnya dia pulang Tampa singgah di hotel karna dia takut hasrat nya kembali naik saat melihat tubuh wanita yang sangat dipujanya.


Sesampainya dirumah dia begitu kaget karna penghuni rumah ternyata sudah istrahat dia begitu heran karna malam ini tidak satu orang pun yang menyambutnya dirumah itu.


"Kemana semua penghuni rumah ini tumben jam segini mereka semua sudah tidur untung aku tidak lapar."Ucap Mahesa lalu dia menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


Sesampainya di kamar dia langsung masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya lalu memakai pakaian malamnya seperti biasa dia memakai kolor saat mau tidur dengan badan telanjang.


"Malam tuan aku mengantar kopi untukmu malam ini." Ucap Putri tiba-tiba membuat Mahesa kaget tiba-tiba saja wanita itu sudah berdiri didekat pintunya.


Saat Mahesa melihat penampilan putri tiba-tiba saja gairahnya kembali naik,dia tidak bisa menahan nya kali ini karna dari tadi siang dia sudah berusaha untuk tidak melampiaskannya kepada dela.

__ADS_1


"Kamu ke kamar ini mengantar kopi atau mengantar tubuhmu yang sudah gatal itu?" Tanya Mahesa kali ini dia benar-benar tidak bisa menahannya lagi.


****bersambung****


__ADS_2