
Mahesa keluar dari rumah sakit,kali ini dia ingin berangkat ke perusahan karna ada masalah yang datang tiba-tiba dan mengharuskan dia yang menyelesaikannya.
"Kenapa harus sekarang sih,aku merasa tidak nyaman meninggalkan istriku disini,entah kenapa akhir-akhir ini aku tidak bisa mempercayai siapa pun,terkadang orang-orang hannya terlihat baik diluar,bahkan keluarga sendiri pun aku tidak mempercayainya lagi."Batin Mahesa,dia menatap sendu wajah istrinya yang semakin hari semakin pucat,dia semakin tidak mengerti kenapa istrinya bisa kritis selama itu.
"Sayang kumohon cepatlah sadar aku menunggumu,dengan setia,mati kita besarkan anak kita bersama-sama,berikan aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik dan juga ayah yang baik buat anak kita."Ucap Mahesa,dia membisikkan ditelinga Dela berharap dia segera sadar dari tidur panjangnya.
Mahesa meninggalkan rumah sakit,setelah dia menitipkan istrinya kepada dua orang perawat dan juga menyuruh bara untuk menjaga istrinya setiap saat.
"Kamu harus jaga dia untukku,jika terjadi sesuatu yang buruk kepadanya hannya karna kelalaian mu,aku tidak akan mengampuni mu."Mahesa memberikan ultimatum kepada bara yang sudah berdiri di depan pintu sambil menatap istri dari tuannya itu.
Mahesa hannya mempercayai bara dalam segala hal, biarpun dia memiliki asisten yang cukup handal tetapi dia jauh lebih mempercayai bara yang sudah lama dekat dengannya.
"Baik tuan,aku akan menjaganya semampu ku,silahkan tuan berangkat kekantor." Ucap bara,penuh percaya diri.
__ADS_1
Mahesa akhirnya berangkat kekantor dengan perasaan sedikit lega,setidaknya dia bisa mempercayai setiap ucapan bara.Pada saat Mahesa keluar dari rumah sakit,saat itu juga mobil yang membawa nenek dan Karin masuk ke gedung rumah sakit.
"Bagaimana,Mahesa sudah berangkat kekantor?" Tanya wanita tua itu,dia sengaja menciptakan sebuah masalah dikantor untuk memancing Mahesa datang kesana.
"Sudah nenek,sepertinya mobil Mahesa barusan keluar dari gedung rumah sakit,kita harus segera menemui dokter yang menangani Dela,kita harus secepatnya menyingkirkan wanita itu,sebelum semua keluarganya menjadi benalu di keluarga kita." Jawab Karin.
Karin berjalan menelusuri koridor rumah sakit bersama wanita tua,entah kenapa walaupun wanita itu sudah banyak umurnya tubuhnya tetap kelihatan sehat,dia jarang sekali terlihat sakit,itulah sebabnya dia masih bisa bebas kemana saja dan berbuat semaunya dengan sikap sombong dan arogannya itu.
"Selamat siang dokter?" Karin menyapa sang dokter saat mereka sampai di ruangan itu,dokter terlihat menyipitkan mata karna dia tidak mengenali kedua wanita itu,tapi mampu bersikap sok dekat dengannya.
"Anda dokter spesialis yang menangani pasien atas nama Dela Puspita?" Tanya Karin,wajahnya terlihat tegang,dia sebenarnya takut menemui dokter itu takut dia tidak bisa di ajak kerja sama.
"Oohh,nyonya Dela,pasien yang melahirkan secara prematur ya,iya saya pasiennya dan saya yang menanggani segala sesuatu tentangnya.Kalau boleh tau ada apa kalian menanyakan tentang pasien saya?" Tanya dokter,dia memandangi wajah Karin dan juga wanita tua yang bersamanya.
__ADS_1
Nenek Mahesa lalu membuka tasnya dan mengambil sebuah cek,lalu meletakkannya di atas meja,setelah itu dia memandang dengan hati-hati kepada dokter itu.
"Tulis sebanyak apa pun yang kamu inginkan aku akan memberikannya kepadamu,tapi tolong kerjakan apa yang saya suruh dengan baik dan hati-hati." Ucap sang nenek.
"Maksud nyonya apa? kalian ingin menyogok ku?
"Iya,tolong habisi nyawa wanita itu,buat dia mati seolah-olah,kehabisan darah atau apa pun itu lakukan sebaik mungkin agar cucuku,tidak curiga dan dia bisa terima dengan ikhlas." Ucap neneknya Mahesa.Sang dokter menatap tidak percaya kepada kedua wanita itu,dia sangat tidak menyangka seseorang yang sudah tua bahkan tega ingin berbuat jahat seperti itu untuk istri dari cucunya sendiri.Lalu dengan pelan dia mengembalikan cek yang diberikan wanita tua itu,
"Maaf nyonya aku tidak bisa melakukan apa yang nyonya suruh,aku tidak mengotori tangan ku untuk melakukan hal keji seperti itu,silahkan kalian keluar dari ruangan ku sekarang juga." Karin dan juga neneknya sangat kaget melihat reaksi dari dokter.
"Katakan apa yang kamu inginkan aku akan memberikannya,asal kamu menuruti kemauanku."Ucap nenek berusaha untuk membujuk dokter tapi dengan tegas dokter menolaknya bahkan mengancam mereka berdua hingga akhirnya karin dan juga nenek keluar dari ruangan itu dengan perasan kesal.
"Sial...sekali baru kali ini aku diusir orang dengan tidak hormat,dokter busuk." Sungut nenek,lalu akhirnya mereka meninggalkan rumah sakit.
__ADS_1
Saat mereka akan keluar dari rumah sakit dari kejauhan bara melihat mereka ,bara langsung panik lalu berlari keruangan Dela,dia sangat ketakutan jika sesuatu terjadi kepada istri dari tuannya.
**** bersambung*****