
Mobil yang membawa keluarga Mahesa akhirnya sampai di rumah mewah milik Mahesa,sebelumya Dela sudah mengabari kepada semua pelayan dan juga para penjaga rumah untuk menyambut kedatangan nyonya besar kembali kerumah.
Mobil dibawa sampai masuk kedalam halaman nenek Elisabet sudah bisa berjalan tanpa bantuan tongkat atau apa pun itu,sekarang dia berjalan dengan penuh bahagia dan wajahnya terlihat berseri-seri.
"Akhirnya aku bisa melihat kembali indahnya ciptaan Tuhan,banyak sekali pelajaran yang ku ambil saat aku mengalami kebutaan dulu,semua gelap gulita bahkan seperti ada yang mendekati aku setiap saat entah itu malaikat maut atau jin yang mencoba menggangguku,sekarang semuanya hilang begitu saja.
"Dela aku tidak habis-habisnya selalu mengucapkan terima kasih kepadamu dan juga keluargamu." Ucap nenek elisabet.
"Sudah nenek,lebih baik kita kembali kerumah dan istrahat di sopa nenek mungkin sudah sangat lelah aku juga ingin menggendong Alexa,sudah beberapa hari ini aku mengabaikan dia." Jawab Dela bijak.
"Selamat datang nyonya!!" Semua pelayan menyambutnya dengan penuh suka cita.Dan nenek Elisabet sangat bangga menerima semua ini.Nenek Elisabet memang sudah berubah kalau dulu dia di perlakukan seperti itu mungkin semua pelayan sudah dia pecat hari itu juga.Sementara sekarang hatinya sudah penuh kasih dan cinta kepada setiap orang.Bahkan tadi pada saat di perjalanan seorang pengamen jalanan meminta belas kasihan kepadanya,dia langsung memberikan sejumlah uang,sesuatu yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya.
Semua orang yang baru kembali dari rumah sakit langsung istrahat karena mereka sudah sangat lelah menunggu nenek Elisabet.Mahesa menyusul Dela yang sudah masuk kedalam kamarnya untuk melihat anak mereka Alexa.
"Sayang,kamu sudah kangen banget ya sama Alexa ini pertama kita meninggalkan Alexa lama-lama aku juga sangat merindukan anak gadis papanya."Mahesa menciumi Alexa yang masih tidur nyenyak,rasanya dia begitu gemas.
****
Putri sudah kembali bekerja seperti biasa,hari ini dia pulang dari perusahan sudah lumayan sore karena dia harus menunggu bus tujuan rumah kakaknya sementara sepeda motor yang biasa dia pakai hari ini harus masuk bengkel karena rusak,mungkin karena jarang di pakai.
__ADS_1
"Putri kamu sudah pulang." Tanya nenek dengan ramah bahkan wajahnya terlihat senyum,putri sedikit gemetaran karena dari dulu wanita itu jarang bahkan tidak pernah menyapanya.
"Sudah nek."
"Sini sebentar." Putri mendekati nenek yang sedang duduk di ruang tamu,bersaman menantu dan anaknya sementara mahesa dan istrinya tidak terlihat ada disana.
"ada apa nenek?"
"Duduklah,pendidikan terakhir kamu apa?" Putri langsung menunduk saat nenek elisabet bertanya masalah pendidikan kepadanya,putri mengira wanita itu kembali menghinanya seperti dahulu ternyata tidak sang nenek mempunyai tujuan tertentu untuknya.
"Aku cuma lulusan SMA,nenek."
"Baiklah mulai besok kamu bisa kuliah sambil bekerja di perusahaan mulai besok kamu tidak perlu menjadi seorang OB,kamu bisa kuliah malah dan siang kamu bisa bekerja di perusahaan,aku akan menyuruh seseorang untuk mengajarimu nanti." Ucap nenek,seketika putri menegakkan kepalanya lalu menatap nenek Elisabet penuh haru,dia langsung datang menghampiri nenek itu dan duduk berlutut di hadapannya lalu mengambil tangan nenek dan menciuminya.
"Sudah nak,aku juga minta maaf untuk semua kesalahan ku dulu untukmu,begitu juga kakak mu,mulai hari ini kita semua adalah keluarga besar dan kamu akan bertanggung jawab kepada mu sampai ada pria yang datang melamar mu nantinya ke rumah ini." Jawab nenek Elisabet Putri langsung memeluk nenek Elisabet mendengar ucapan itu,rasanya dia sangat terharu dengan kebahagian yang dia dapatkan hari ini.
Dan pada saat itu Mahesa dan istri Dela,datang menghampiri mereka Mahesa tersenyum melihat kebahagian di depan matanya kali ini dia sudah yakin jika neneknya itu memang sudah bertobat bukan pura-pura lagi seperti dulu.
"Satu lagi putri,mulai besok kamu harus belajar menyetir,kamu harus bisa membawa mobil karena tidak mungkin kamu setiap saat membawa sepeda motor ke perusahan,aku akan membayar seseorang untuk mengajari mu mulai besok,untuk seminggu ke depan kamu tidak perlu datang ke perusahan kamu lebih baik belajar menyetir dulu." Ucap Mahesa.Putri menatap kakak dan abang iparnya bergantian entah mimpi apa dia kemarin hingga bisa menadapat begitu banyak kebahagian hari ini.Ada penyesalan dalam hati putri,dulu berbagai macam cara dia lakukan untuk bisa mendapat mobil dari Mahesa dan semua cara yang dia lakukan salah dan hari ini dia mendapatkannya tampa dia duga.Dia bangga dia berdiri lalu memeluk kakaknya.
__ADS_1
"Terima kasih Kakak untuk kebahagian yang kakak berikan untukku,aku berharap tidak akan pernah mengecewakan kalian semua."Ucap Putri.Dela membalas pelukan adiknya,dia menagis terharu dengan semua kebahagian itu,ternyata setiap Maslah yang dia lalui selama ini ada hikmah di atas segalanya.
****
Keesokan paginya bara pagi-pagi sekali sudah datang kerumah bos besarnya,dia sedikit ngeri jika harus bertemu dengan nenek Elisabet,karena dari dulu wanita itu tidak menyukainya.Pada saat itu mereka semua sedang sarapan pagi,penjaga rumah mengantarnya ke dapur,bara cukup kaget saat semua menatap kepadanya walaupun tatapan mereka terlihat biasa saja.
"Apa kamu akan terus berdiri sana?"
"M_maaf nenek,aku tidak tau jika kalian masih sarapan tuan Mahesa menyuruhku datang kesini."Jawab bara terbata-bata,nenek elisabet menghentikan makannya lalu menatapnya dengan kasih,bara cukup merasa asing dengan mereka karena mereka bisa makan bersama.
"Bergabunglah bersama kami untuk sarapan apa kamu sudah sarapan tadi? atau kamu ingin minum kopi sambil menunggu tuan besar kita ini." Ucap sang nenek,Mahesa terlihat sedang
membatu anaknya untuk minum susu formula.
"Sudah nenek aku sudah makan dan juga sudah minum terima kasih nenek tawarannya." Jawab bara padahal sebenarnya ingin sekali dia minta kopi karena tadi dia belum sempat ngopi atau sarapan karena dia terlambat bangun sementara Mahesa memaksanya untuk segera datang ke rumahnya.
"Pelayan....Segera buatkan tuan bara segelas kopi." Tampa menunggu ijin darinya nenek Elisabet menyuruh pelayan untuk membuat kopi untuknya,bara cukup kaget melihat perubahan wanita tua itu,dia merasa ada yang aneh dengan nenek konglomerat itu.
"Sudah turuti apa kata nenek,dari pada nanti kamu dipecat karena tidak mau minum," Ucap Mahesa sarkas,nenek dan semuanya terlihat senyum mendengar ucapan Mahesa.
__ADS_1
"Mahesa nenek ada rencana melakukan syukuran di rumah ini,bagaimana kalau kita undang anak-anak panti asuhan dan juga para fakir miskin di jalanan dan anak-anak yang kurang beruntung ke rumah ini,untuk akhir pekan lusa,nenek tidak pernah sekalipun melakukan kebaikan di umur yang sudah tua ini."
*** bersambung***