Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 222


__ADS_3

Setelah 3 bulan kepergian Alberto , kesehatan papa Gerardo pun semakin menurun.


Saat itu mama Isabella sangat panik begitu melihat kondisi suaminya yang semakin lemah di atas kasur.


Mama Isabella mengambil ponselnya dan menelpon anaknya Alexandria.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo ma" , jawab Alexandria.


"Halo nak , papa tubuhnya semakin lemah. Kamu pulang ke rumah ya , temani mama bawa papa ke rumah sakit" , ucap mama Isabella.


"Kerjaan aku banyak ma , aku gak bisa. Kenapa mama gak mencari Yui san saja?" , ucap Alexandria.


"Iya nak" , jawab mama Isabella sambil memutuskan sambungan telponnya.


Mama Isabella mulai menyentuh nama Yui san yang ada di layar ponselnya.


Yui san yang sedang bermain dengan anaknya yang sudah berumur 5 bulan di kamarnya.


Melihat nama mama Isabella yang tertera di ponselnya , langsung menghela napasnya.


"Mau apa lagi sih mama menelpon aku" , gumam Yui san sambil mengambil ponselnya.


"Halo ma" , jawab Yui san dengan malas.


"Halo nak , papa tubuhnya semakin lemah. Temani mama bawa papa ke rumah sakit ya" , ucap mama Isabella.


"Aduh , aku gak bisa ma. Aku juga lagi ribet jaga Aniela sendiri di apartemen" , jawab Yui san.


"Bukannya disana ada Filli yang bisa membantu untuk menjaga Aniela nak?" , ucap mama Isabella.


"Disana kan juga ada Ethan dan Elis yang bisa membantu mama untuk membawa papa ke rumah sakit" , jawab Yui san.


"Kenapa kalian gak ada yang bisa menemani mama ke rumah sakit membawa papa?" , ucap mama Isabella yang mulai merasa kesal karena gak ada anak dan menantunya yang mau peduli dengannya.


"Aku beneran lagi ribet banget ma" , ucap Yui san.

__ADS_1


"Kalau gak Aniela dibawa saja nak ke rumah sakit" , ucap mama Isabella.


"Gak mau ma , di rumah sakit kan banyak virus , kalau nanti Aniela sakit. Apa mama mau membantu aku menjaga Aniela?" , jawab Yui san.


"Baiklah nak , kalau gitu mama pergi bersama Ethan saja membawa papa ke rumah sakit" , ucap mama Isabella sambil memutuskan sambungan telponnya.


Mama Isabella berjalan menuju ke kasurnya dan mendekati suaminya.


"Pa , kita ke rumah sakit ya. Biarpun gak ada anak-anak yang mau peduli dengan kita lagi , papa harus kuat dan yakin bisa sembuh lagi ya" , ucap mama Isabella sambil menitikkan air matanya disana.


"Sudah ma , ini juga karena salah kita juga. Kalau dulu kita gak menikahkan Alberto dengan Yui san , mungkin kita gak akan mengalami masalah seperti ini" , ucap papa Gerardo.


Mama Isabella yang sudah merasa sedih dengan perubahan sikap Yui san pun hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah itu mama Isabella berjalan turun ke bawah dan mencari Ethan dan Carl untuk membantunya membawa suaminya turun dari atas menuju ke bawah.


Ethan dan Carl dengan perlahan memapah tubuh lemah tuan besar Gerardo sampai di bawah dan mendudukkannya di kursi roda.


Lalu Ethan mendorong kursi roda tuan besar sampai menuju ke mobil.


Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa oleh Ethan telah sampai di rumah sakit.


Mama Isabella langsung membawa suaminya menuju ke ruangan dokter Peter.


Sampai di ruangan praktek dokter Peter....


Dokter Peter mulai memeriksa kondisi tuan Gerardo dengan alat-alat yang ada di rumah sakit.


Tidak lama datang perawat yang memberikan hasil cek darah , USG dan rontgen tuan Gerardo.


Dokter Peter memperhatikan dengan seksama hasil foto yang ada di tangannya itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bagaimana hasilnya dokter?" , tanya mama Isabella.


"Kankernya ternyata lebih cepat menyebarnya dalam beberapa bulan ini nyonya" , ucap dokter Peter.


"Jadi apakah suami saya bisa sembuh seperti sebelumnya dokter?" , tanya mama Isabella.

__ADS_1


"Kita sudah melakukan berbagai pengobatan selama ini , tapi ternyata tubuhnya sudah tidak bisa menerima pengobatan yang diberikan. Untuk sekarang , lebih baik tuan Gerardo di rawat disini dulu , supaya kami bisa memantau kondisinya" , ucap dokter Peter.


"Baiklah dokter" , jawab mama Isabella.


Perawat mendorong ranjang tuan Gerardo sampai ke salah satu kamar VIP yang ada di rumah sakit.


Sampai di dalam kamar perawatan , perawat langsung memasang selang-selang dan alat di tubuh papa Gerardo.


"Pa , kenapa kondisi papa bisa menjadi lebih buruk sekarang?" , ucap mama Isabella yang duduk di samping ranjang suaminya , setelah perawat keluar dari sana.


"Mau bagaimana lagi ma? Papa juga gak tau kalau kondisi papa akan menurun secepat ini" , ucap papa Gerardo.


Gak lama papa Gerardo mulai merasakan mual.


"Ma , papa mau muntah".


Mama Isabella langsung berjalan menuju ke kamar mandi , mengambil baskom yang disediakan di sana dan meletakkannya di dekat papa Gerardo.


Papa Gerardo pun langsung memuntahkan semua isi perutnya. Karena saat itu dia belum makan , maka yang keluar hanyalah air yang dia minum sebelumnya.


"Bagaimana ini pa? Kenapa papa semakin sering muntah?" , ucap mama Isabella yang wajahnya susah dibanjiri oleh air mata.


"Mama harus sabar ya. Papa juga sudah tua , tubuh papa juga sudah mulai gak ada tenaga lagi ma. Sakit ini juga membuat papa merasa tidak nyaman. Semakin hari rambut papa juga semakin menipis. Kalau papa sudah gak ada , mama harus bisa menjaga diri mama sendiri ya. Jangan terlalu banyak berharap dengan Alexandria dan Yui san" , ucap papa Gerardo.


"Papa jangan ngomong seperti itu pa. Itu seperti papa meninggalkan pesan terakhir untuk mama. Mama gak mau papa pergi secepat ini. Baru juga gak lama ini Alberto meninggalkan kita. Papa jangan meninggalkan mama" , ucap mama Isabella dengan suara serak tangisnya.


"Kita gak tau papa akan bertahan sampai kapan ma. Selagi papa masih ada tenaga untuk bisa ngomong , maka mama harus mendengarkan apa yang papa katakan" , ucap papa Gerardo.


"Jangan tinggalin mama pa. Mama gak kuat kalau papa meninggalkan mama. Mana sekarang Alexandria dan Yui san seperti itu sama kita" , ucap mama Isabella.


"Mama harus kuat ma. Anak-anak bisa seperti itu juga karena kesalahan yang sudah kita perbuat dulu. Coba saja kalau dulu kita menerima orang yang mereka cintai , pasti sekarang keluarga kita akan hidup dengan sangat bahagia. Mathew juga pasti gak akan meninggalkan kita seperti sekarang" , ucap papa Gerardo yang sangat menyesali perbuatannya di masa lalu.


"Iya pa , mama juga menyesal karena ternyata mama telah salah menilai Yui san. Anak yang dulunya kelihatan polos , sangat baik dan penurut itu telah berubah setelah kepergian Alberto" , ucap mama Isabella dengan lirih.


"Sudah ma , jangan dipikirkan lagi ya. Sekarang kita hanya bisa menjaga diri kita sendiri dan kita juga harus menerima kalau anak-anak sudah gak ada yang perduli lagi dengan kita" , ucap papa Gerardo.


"Iya pa" , jawab mama Isabella sambil mengusap air mata yang ada di wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2