Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 134 ~ Sok kaya ~


__ADS_3

Putri memaki kedua pasangan yang sok kaya itu,lalu meludah ke arah mereka hingga wanita glamor itu tidak terima dengan sikap kasar putri.


"Dasar orang miskin kamu meludah kepada kami sini kamu brengsek aku akan menghancurkan wajahmu yang jelek ini." Ucap wanita itu.Pada saat wanita itu hendak menyerang putri seorang security langsung mengamankan wanita itu.


"Lepaskan aku,aku harus memberi pelajaran kepada wanita itu," Ucap wanita itu,wajahnya memerah menahan marah,dan dadanya terlihat naik turun menahan amarah.


"Sudah nyonya,kalau kalian masih membuat keributan disini jangan salahkan aku mengusir kalian semua karena sudah menganggu ketenangan pengunjung lainnya." Ucap security itu.Sementara itu Dela langsung mendekati kasir toko lalu menyerahkan kartu black card nya,


"Aku membayar seluruh belanjaan wanita ini."Ucap Dela sambil menyerahkan kartunya dia terus berusaha bersikap tenang karena dia tidak mau ribut di hadapan umum.


"Wah...Ternyata dia orang kaya sayang,lihat lah dia punya kartu ini,bagaimana bisa orang dengan tampang miskin bisa mendapat kartu ini,aku yakin dia pasti mencuri kartu ini," Ucap wanita itu sambil merampas kartu milik Dela.Pria itu menatap Dela dengan tatapan ingin menelanjangi,entah kenapa dia begitu tertarik dengan Dela yang begitu tenang dan terlihat sederhana.


"Kembalikan kartu milikku,atau aku akan benar-benar marah kepada kalian." Ancam Dela,kali ini dia tidak bisa menahan emosinya karena dengan berani dia merampas kartu pemberian suaminya dari tangan kasir barusan.

__ADS_1


"Wah...Kamu semakin cantik jika sedang marah cantik,aku menyukai sikap mu itu."Ucap pria itu sambil memegang dagu Dela,seketika putri langsung emosi lalu memukul tangan pria itu,


"Dasar sampah,kamu berani sekali kamu menganggu Kakaku." Ucap Putri,dia langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Mahesa,tapi sayang Mahesa tidak merespon panggilannya,mungkin dia sedang sibuk atau sedang meeting.


Dan pada saat itu mereka tidak melihat jika bara sudah menyaksikan semua kejadian itu,dia tidak mau ikut campur karena dia sudah menyuruh Mahesa untuk datang ke tempat itu,dia sangat kenal dengan pria itu,dia ingin melihat bagaimana dia menyelesaikan masalahnya di saat Mahesa sampai kesana.


****


Mahesa baru saja kembali ke kantornya setelah tadi pagi dia melakukan meeting di sebuah restoran bersama klien barunya,dia menghela napas panjang dan melonggarkan dasinya karena dia merasa sangat lelah,mulai dari pagi sampai sekarang sudah lumayan siang.


Pada saat dia membual layar ponselnya,dia sudah melihat sebuah video yang dikirim oleh bara kepadanya,dia merasa aneh karena jarang sekali bara menghubunginya akhir-akhir ini.Mahesa membuka video dia langsung membelalakkan matanya saat melihat seseorang menganiaya istrinya di sebuah mall,rasanya emosinya langsung naik.Dia bergegas menghubungi Daniel asistennya lalu pergi menuju mall tempat istrinya belanja.


"Sialan berani sekali dia menganiaya istriku,sepertinya dia cari masalah kepadaku,seharusnya sebesar apa pun masalah yang dibuat oleh istriku dia tidak pantas memperlakukan istriku demikian." Mahesa mengumpat sepanjang jalan,sementara Daniel tidak berani berkomentar,karena dia takut ucapannya salah apalagi tuannya itu kurang menyukainya.

__ADS_1


****


Putri ingin menyerang pria itu karena sudah berani melecehkan kakak nya tapi pria itu dengan mudah menjatuhkan putri hingga terjatuh kelantai.Beberap orang yang ada disana sudah menonton aksi mereka,dan security itu tidak berani membantunya karena ternyata menejer gedung itu sahabat pria sombong yang membuat keributan di gedung itu.


"Sudahlah nona,kalian mengaku maaf saja,maka tuan ini akan mengampuni kalian,lagian untuk apa kalian mencari masalah dengan tuan Baskoro,dia orang hebat di kota ini kalian tidak akan sanggup melawannya." Ucap menejer itu membela Baskoro,hingga membuat wanita yang bersamanya semakin bangga dan besar kepala.


"Bagus menejer kamu memang hebat,kamu tau siapa yang harus kamu bela."Jawab wanita itu dengan sombong.Dela menolong putri yang terjatuh di lantai,dia sudah sangat membenci kedua manusia angkuh itu.


"Dasar binata** aku tidak peduli kalian sehebat apa di dunia ini tetapi aku pastikan kalian akan menyesali perbuatan kalian kepada kami,kembalikan kartu milikku." Ucap Dela penuh amarah,dia sudah tidak mau melawan wanita itu karena dia seorang yang sangat Arongan.


"Emang kehebatan apa yang kamu miliki hingga kamu sanggup membuat kami menyesal,apa suami mu seorang kepala negara hingga kami harus menyesali semua sikap kami kepadamu,paling juga suami mu seorang kuli bangunan hahahahah.." Mereka bertiga tertawa lepas membuat Dela semakin benci.


"Siapa yang kuli bangunan?" Tiba-tiba saja Mahesa sudah berdiri di belakang mereka bersama asistennya,Dela dan semua orang yang berada di tempat itu langsung menoleh ke asal suara Dela langsung menghampiri suaminya dan memeluknya.

__ADS_1


*** bersambung****


__ADS_2