Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 58 ~ Sepi Tampa mu ~


__ADS_3

Keluarga besar orang kaya itu sedang menikmati malam malam,sudah menjadi kebiasaan jika keluarga itu makan tidak diijinkan untuk berbicara selama makan.Yang terdengar hannya dentingan sendok dan piring.Mahesa terlihat tidak semangat untuk menikmati makanan itu,dia selalu memikirkan tentang Dela.


"Apa makanannya tidak enak hingga kamu terlihat tidak menikmatinya." ucap sang nenek,dia jelas-jelas melihat selera makan Mahesa sangat berkurang akhir-akhir ini.


"Aku tidak papa nek."Ucap Mahesa,sejak dia terlalu ikut campur tentang pribadinya bahkan membajak ponselnya dia sudah benar-benar kecewa dengan wanita tua itu.Setelah selesai makan,Mahesa lalu meninggalkan meja makan dan menaiki tangga,lalu dia mengambil sebotol anggur dan membawanya ke balkon.Disana dia memandangi bulan yang begitu sangat indah.


"Dela!!!! Aku sangat merindukanmu." Ucap Mahesa,dia benar- benar sudah tidak bisa membendung rasa rindunya kepada dela sang kekasih.


"Apa yang kamu lakukan di tempat ini?" Tanya Grace sambil mendekati Mahesa dan duduk di samping pria itu.Mahesa mengabaikan pertanyaan Grace dia memilih meninggalkan Grace lalu masuk kedalam kamar dan mengambil bantal dan selimut tidur di atas sopa.Grace sangat tersinggung dengan sikap Mahesa yang selalu mengabaikannya.


Grace masuk kedalam kamar dan membuka pintu dengan kasar,dia sudah mulai kesal dengan sikap Mahesa yang selalu mengabaikannya setiap saat.


"Apa wanita sialan itu yang membuatmu mengabaikan aku,dia hannya wanita kampung,kamu sudah tau resikonya jika kamu masih mengharapkan dia lupakan wanita itu dan mari membangun rumah tangga denganku."Ucap Grace.Seketika amarah di hati Mahesa memuncak apa lagi dia ingat dengan ucapan Grace tadi siang saat dia melihat Dela.Mahesa langsung melempar selimut,lalu mencengkram dagunya dengan kasar Grace begitu takut melihat kemarahan di wajah Mahesa.


"Berhenti berbicara di hadapanku,kamu tidak ada harganya sedikitpun di mataku." Ucap Mahesa lalu melepaskan cengkeramannya dengan kasar hingga wajah Grace memerah akibat cengkraman tangan Mahesa.Dia kembali tidur dan mengabaikan Grace yang menagis sesegukan di atas ranjang.


Malam ini Dela sedang menatap bulan,dari atas balkon dia merasakan kedamaian di hatinya.Sekarang ini jika dia merasa rindu kepada kekasihnya itu dia akan memakai bajunya ,dengan begitu dia akan merasakan kehangatan dari Mahesa.


"Nak!!! maafkan papamu,dia tidak bisa menjenguk kita setiap saat,tapi mama yakin papamu punya rencana yang baik buat kita." Ucap Dela sambil mengelus-elus perutnya.


Dela benar-benar merasa hatinya sangat kosong,dia begitu merindukan pria itu tapi dia tidak tau harus berbuat apa,kecuali memakai baju pria itu untuk mengurangi rasa rindu yang ada dihatinya.

__ADS_1


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Mahesa langsung berangkat ke kantor bahkan para penghuni rumah kecuali pelayan belum ada yang bangun dia sudah jalan.Dia menghubungi Doni,agar sampai di kantor secepat mungkin.


Setelah sampai dikantor dia langsung masuk keruangan nya dan tidak lama Doni juga sudah sampai dan menemuinya di ruangannya itu.


"Ada apa bos,pagi sekali aku harus menemui bos kekantor ini,bukan kah aku sudah dipecat jadi asisten ,aku takut ikut campur urusan pribadi bos,karna aku tidak mau terlibat jika bos nekat melanggar semua aturan sang pemilik kekuasaan." Ucap Doni,dia sedikit mengancam bosnya agar tidak terlalu berani melawan aturan yang sudah dibuat sang nyonya besar.


"Aku ingin kamu menghancurkan wanita yang selalu menganggu dela,dia bekerja di sebuah rumah bordir XX,kamu harus bisa membuatnya pergi dari kota ini karna sudah berani mengganggu kekasihku." Ucap Mahesa,dia mengingat bagaimana Nadia selalu menganggu kekasihnya.


"Baik bos,aku ijin ke ruangan ku bos." Ucap Doni lalu meninggalkan Mahesa di ruangan itu,dia takut asistennya datang dan melihat mereka berdua.


Pagi ini Grace membuat ulah dirumah dia datang menemui sang nenek dengan menagis meraung-raung.Hingga membuat wanita tua itu merasa heran.


"Nenek,sampai hari ini Mahesa tidak mau tidur denganku,dia masih sangat berharap dengan wanita miskin itu,bahkan semalam dia terus memandangi gambar wanita itu yang ada di ponselnya.Wanita itu menarik napasnya lalu membuangnya ke udara.


"Kenapa seorang Mahesa harus bisa bertemu dengan wanita yang tidak jelas kehidupannya.Apa kamu tau di mana wanita itu tinggal" Tanya sang nenek.


"Tidak nenek." jawab Grace,dia berharap wanita itu segera disingkirkan sang nenek agar Mahesa miliknya seutuhnya.


*****


Nadia sedang menikmati makan sorenya bersama putri,dari kemarin dia dan putri tidak kembali ke rumahnya,karna akhir-akhir ini pelanggan lumayan banyak yang datang.Hari ini mereka sudah mulai berdandan,Mereka ingin kejar target agar putri bisa membeli sesuatu yang di inginkan nya.

__ADS_1


"Siapa yang bernama Nadia ditempat ini?" Tanya seorang pria,hal itu mengagetkan putri dan Nadia.


"Saya ada apa,ini terlalu sore untuk melayani tamu,tunggulah sebentar lagi." Ucap Nadia,karna dia mengira pria itu mencarinya karna ingin memakai jasanya.


"Aku tidak mencari mu untuk melayaniku nona,aku datang kesini karna bos ingin kamu segera meninggalkan kota ini,kamu telah menyinggung kekasih bos kami kemarin jadi dia ingin kamu pergi dari kota ini atau tidak rumah bordir ini kami hancurkan." Ucap pria itu.


"Siapa yang berani menghancurkan rumah bordir ini SIAPA?" tanya pemilik bisnis kecil itu,dia sedikit meninggikan nada suaranya agar para suruhan Mahesa takut.


"Aku bisa menghancurkannya sekarang apa kamu tidak kenal denganku." Ucap Mahesa saat itu dia baru saja turun dari mobil spot yang dia tumpangi.Putri langsung ternganga saat melihat penampilan Mahesa,dia benar-benar kagum dengan kharisma dari pria itu.Seketika nyali pemilik rumah bordir itu ciut,dia tidak menyangka seorang Mahesa akan datang ke tempatnya.


"Maafkan aku tuan,aku begitu terhormat saat tuan hadir ke lokasi kami ini,maaf tuan jika anggota ku sudah menyinggung tuan." Ucap wanita itu.


Aku terlalu jijik untuk menginjakkan kakiku di lokasimu ini,tetapi karna anggota mu sudah berani menantang ku,bahkan aku sudah pernah mengingatkannya tetapi sepertinya dia begitu hebat hingga dia berani melawanku." Ucap Mahesa.Lalu dia mendekati Nadia dan mencengkram tangan Nadia dengan kasar hingga Nadia meringis kesakitan.


"Maafkan aku tuan!!! aku mohon ampuni aku." Ucap Nadia,berulang-ulang dia memohon kepada Mahesa agar dia dilepaskan.


"Tangan kotor mu ini telah menyakiti kekasihku,bahkan aku dulu sudah mengatakan jangan menanggung kekasihku,tapi kamu mengabaikan permintaanku." Ucap Mahesa.Dia begitu marah kepada wanita itu karna sudah berani menganggu kekasihnya Dela.


Akhirnya Nadia harus meninggalkan kota ini karna Mahesa sudah mengancamnya,bahkan dia membeli rumah bordir itu,agar semua wanita yang ada di tempat itu bisa mencari pekerjaan lain.


*****bersambung*****

__ADS_1


__ADS_2