Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 81~ Keluarga ~


__ADS_3

Setelah keluar dari gedung rumah sakit Mahesa membawa nenek dan istrinya untuk sekedar makan di restoran mereka terlihat begitu bahagia.


saat mereka sedang menunggu pesanan mereka tiba-tiba seseorang memukul punggung Dela hingga dia kaget bukan kepalang.


"Putri....Apa yang kamu lakukan disini?"Tanya Dela dia sedikit takut jika putri berbicara yang tidak-tidak di hadapan sang nenek dan juga suaminya.Tiba-tiba wajah Dela pucat pasi dia ingin beranjak pergi dan meninggalkan Mahesa dan neneknya tapi dilarang oleh sang nenek.


"Duduk,kamu tidak bisa kemana-mana kenapa kamu terlihat takut apa kamu menyembunyikan sesuatu dari kami?"tanya wanita tua itu membuat Dela semakin takut.


"Siapa kamu?" Tanya sang nenek saat melihat penampilan Dela dan juga pria yang ada di samping Dela seperti bukan orang biasa sikap putri langsung berubah dia ingin hidup enak dengan kalanya itu.


"Saya putri nenek,adik dari Kaka Dela."Ucap Putri terlihat ramah dia langsung menyalami sang nenek dan juga Mahesa.


"Maafkan aku kak,aku tidak pernah mengabari kaka kalau aku di kota ini,aku sudah lama tinggal di kota ini semenjak ibu meninggal."Ucap Putri dan lagi-lagi Dela kaget setengah mati.


"Apa...!!!! meninggal kapan? kenapa kalian tidak mengabari ku."Ucap Dela seketika tubuhnya lemas dan wajahnya terlihat sangat pucat.


"Tenang sayang..."Ucap Mahesa dia memijat pundak istrinya agar dia merasakan tenang dan tidak tega.


"Maafkan kami kak,ini semua karna kesalahan kami,seandainya saja kami bisa bersikap baik kepada Kaka mungkin Kaka tidak akan meninggalkan kami."Ucap Putri,Dela mengerutkan keningnya dia sedikit heran dengan perubahan adiknya yang dulu sangat jahat kepadanya.

__ADS_1


"Putri ngapain kamu berdiri disini terus menejer memanggilmu,ngapain kamu berbicara panjang lebar dengan tamu?" Ucap rekan kerjanya.


"Baik kak,aku akan segera datang."Ucap Putri lalu dia menatap ke arah Dela seakan meminta sesuatu kepadanya melihat itu Mahesa lalu mengambil kartu namanya lalu memberikannya kepada putri.


"Terima kasih tuan,permisi nenek "Lalu putri meninggalkan mereka tiba-tiba saja nafsu makan Dela hilang saat dia bertemu dengan adiknya itu.


"Makan sayang,kamu kenapa?Tanya Mahesa Dela hannya menggeleng lalu dia mulai menyendok kan makanan ke mulutnya karna sang nenek sudah mulai menatapnya.


"Apa dia adik kandungmu?" Tanya sang nenek dengan nada menusuk.


"Tidak nenek mamanya tanteku,tapi karna aku dibesarkan mereka dari kecil aku menganggap Tante dan om ku sebagai orang tuaku."Ucap Dela mulai jujur,dia khawatir wanita tua itu curiga yang tidak-tidak kepadanya.Akhirnya mereka menikmati makanan dengan lahap dengan obrolan-obrolan kecil tanpa mereka sadari Grace menatap mereka dengan sangat itu,dia tidak menyangka wanita tua itu akan secepat itu menerima Dela di keluarganya.


Setelah keluarga kaya itu meninggalkan restoran Grace lalu membuka masker yang menutupi wajahnya.Dia tidak terima sama sekali saat mereka tidak menganggapnya sama sekali.


"Aku harus bagaimana,apa aku harus ikhlas menerima takdir buruk ini,bagaimana bisa aku bisa janda di usia se muda ini."Suara hati Grace.Tidak ada semangat di hatinya sedikit pun setelah Mahesa tidak pernah menganggapnya ada.


Sementara itu putri memandangi kartu nama yang diberikan oleh Mahesa kepadanya,dia tidak menyangka wanita yang dulu polos dan lugu bisa mendapat suami seorang konglomerat.


"Hahaha,aku harus bersikap baik kepada Dela, agar takdirku berubah aku sudah tidak tahan bekerja sebagai budak selamanya,setelah Nadia pergi aku bebas dari rumah bordir,tetapi malah hidup menjadi budak di restoran ini terlalu capek jadi orang miskin."Suara hati putri,dia terus memandangi kartu nama itu dan wajahnya tersenyum bahagia.

__ADS_1


Dela terus kepikiran dengan putri apa lagi saat suaminya memberikan dia kartu nama dia takut adiknya akan menganggu hidupnya yang sudah sangat bahagia.Sebenarnya dia ingin sekali bertemu berdua dengan putri ingin menanyakan apa yang terjadi kepada mereka hingga bisa berantakan seperti itu.Setelah Nadia meminjamkan uang kepada keluarganya dan menjaminkan dia sebagain penjamin dia sudah menganggap keluarga itu tidak ada lagi,tapi dia sungguh tidak menyangka ibunya bisa meninggal secepat itu.


"Kamu kok kelihatan gelisah sih sayang?" Tanya Mahesa saat memasuki kamar dengan membawa segelas susu hamil kepada istrinya yang sedang duduk dia atas ranjang.Dia adalah pria yang sangat perhatian kepada istri,dia tidak pernah lupa memberikan istrinya susu jika dia sedang tidak sibuk.


"Nga papa sayang aku hannya lelah saja.Sayang berikan minumnya aku mau langsung tidur aku lelah sekali kakiku juga sangat kram." Ucap Dela lalu dia menghabiskan susunya dan meletakkan gelas nya di atas meja lalu menarik selimut dan tidur.Mahesa menarik napas lalu membuangnya ke udara.Dengan perhatian Mahesa menaiki ranjang lalu mendekati Dela dan meraih kakinya istrinya lalu meletakkannya dia atas kakinya dan mulai memijatnya dengan lembut.


"Sayang apa apa pijatan ku menyenangkan?" Tanya Mahesa tetapi Dela tidak merespon dia berpura-pura tidur karna dia begitu frustasi memikirkan putri,dia sangat tau tabiat adiknya itu dia takut suatu saat adiknya datang dan menghancurkan kehidupannya yang sudah mulai merasakan kebahagian.


Keesokan paginya semua keluarga sudah berkumpul di meja makan,mereka akan memulai sarapan paginya dan lagi-lagi pagi hari ini tidak ada satu orang pun yang bertanya tentang Grace mereka sangat tidak peduli tentang wanita itu hingga Maya mamanya Mahesa sedikit heran.


"Ma,Grace kenapa tidak pernah terlihat kemana dia?" Tanya Maya walaupun dia tidak menyukai Dela tetapi dia tidak punya wewenang di rumah ini untuk tidak menyukai menantu keduanya itu.


"Engga tahu,mungkin di rumah orang tuanya sepertinya Mahesa akan menceraikannya Mahesa sudah merundingkan itu kepadaku."Ucap sang nenek.Seketika wanita itu membuatkan matanya dia tidak menyangka pernikahan anaknya itu bisa berakhir secepat itu.


"Ma,bagaimana mungkin mereka bercerai bukankah keluarga Grace sudah memberikan seluruh tanahnya kepada Mahesa? mama jangan egois gitu dong."Ucap Maya dia sebenarnya tidak ambil pusing tetapi dia sedikit simpati kepada keluarga itu.


"Maya,ngapain kamu meninggikan nada kepadaku,jika pun kita membayar tanahnya itu semua sesuai harga pasar itu takkan membuat keluarga ini ini jatuh miskin."Ucap sang nenek dengan lantang membuat Dela kaget dia merasa terharu kepada sang nenek karna sudah mulai menerimanya dengan baik.


****bersambung*"""

__ADS_1


__ADS_2