Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 189


__ADS_3

Yui san mengabari papa nya yang sedang berada di Jepang tentang anaknya yang sudah lahir.


"Bukankah kamu melahirkannya masih beberapa hari lagi nak" , ucap papa Satoshi lewat sambungan ponsel.


"Sebenarnya aku dan Alberto mengalami kecelakaan pa ketika mau pulang ke apartemen setelah melihat karnaval natal di jalan" , jawab Yui san dengan lirih.


"Keadaan kalian baik-baik saja kan nak?" , ucap papa Satoshi.


"Aku hanya mengalami luka ringan , tapi Alberto yang mengalami luka berat pa" , ucap Yui san yang mulai menangis lagi.


"Alberto bagaimana kondisinya sekarang nak?" , tanya papa Satoshi.


"Sekarang Alberto dalam keadaan koma pa , sudah 5 hari Alberto belum sadarkan diri juga pa. Dokter Peter bilang kalau saat kecelakaan Alberto mengalami pendarahan di kepala yang cukup luas. Dokter sudah melakukan operasi , sekarang hanya menunggu kapan Alberto akan sadar pa" , ucap Yui san yang sudah berderai air mata.


"Kamu yang sabar ya nak. Besok pagi papa ke Singapura , kamu sekarang tinggal bersama dengan mertua kamu?" , ucap papa Satoshi.


"Gak pa , aku tinggal sendiri bersama dengan Aniela di apartemen yang baru Alberto belikan untuk kami tinggal setelah aku melahirkan" , jawab Yui san.


"Apa kamu bisa tinggal sendiri disana nak? Menjaga bayi itu gak mudah kalau kamu sendirian" , ucap papa Satoshi.


"Besok pagi asisten rumah tangga dan perawat yang aku minta dari rumah sakit akan datang ke sini pa. Mereka yang akan membantu dan menemani aku disini" , jawab Yui san.


"Baiklah nak , kalau gitu besok papa dari bandara langsung ke apartemen kamu saja. Nanti kamu berikan alamat apartemen yang baru sama papa ya" , ucap papa Satoshi.


"Besok aku minta Kiehl untuk menjemput papa di bandara" , ucap Yui san.


"Baiklah nak , nanti setelah papa beli tiket , papa kabari kamu lagi ya" , ucap papa Satoshi.


"Iya pa" , jawab Yui san.


Tidak lama terdengar suara Aniela yang menangis , karena sudah waktunya untuk minum ASI.


"Anak kamu sudah menangis , kamu coba lihat dulu. Nanti papa kabari lagi" , ucap papa Satoshi.


"Iya pa" , jawab Yui san sambil menutup sambungan telponnya.


Yui san meletakkan ponselnya di atas lemari yang ada di samping kasurnya yang berukuran king itu.


"Anak mama sudah lapar ya" , ucap Yui san sambil membuka baju atasnya.


Yui san mengangkat anaknya dan mulai menyusui anaknya.


Melihat anaknya yang sedang meminum langsung ASI dari tubuhnya , membuat Yui san bahagia juga bersedih. Yui san merasa sedih karena tidak ada suaminya yang menemaninya pada saat itu.


Sampai Aniela selesai menyusui , tiba-tiba Aniela pun muntah.


Yui san yang sendirian sangat panik dan gak tau mau melakukan apa.

__ADS_1


"Kenapa bisa muntah nak? Kemaren ketika di rumah sakit kamu gak ada muntah. Mama harus bagaimana nak?" , ucap Yui san yang sangat cemas dan hanya bisa membersihkan muntahan anaknya yang keluar dari mulut dengan mengunakan tissue.


Tidak lama akhirnya Aniela sudah tidak muntah lagi , Yui san pun akhirnya merasa lega.


Yui san meletakkan anaknya di atas kasur.


"Sampai kapan aku harus menjalani semua ini sendiri? Suamiku , kamu harus cepat bangun , aku gak sanggup kalau harus sendirian menjaga anak kita. Kalau terjadi apa-apa dengan Aniela , aku harus bagaimana?" , ucap Yui san sambil meneteskan air matanya lagi.


Hari sudah mulai sore , perut Yui san pun sudah mulai lapar karena dia belum makan siang sejak pulang dari rumah sakit.


Yui san pun memesan makanan lewat telpon dan meminta untuk mengantarkannya di apartemennya yang baru.


Setelah selesai memesan makanannya , Yui san berjalan melihat ke lemarinya.


Saat itu Yui san baru sadar bahwa bajunya belum ada disana , tapi masih di apartemen lama , karena rencananya setelah selesai natal baru dia dan Alberto akan memindahkan barang-barang mereka.


Sampai barang-barang untuk Aniela juga masih ada di apartemen lama.


Yui san pun menutup pintu lemarinya dan berjalan menuju ke kasur.


"Nanti setelah makanan mama datang , kita pulang ke apartemen lama ya nak. Kalau gak ada papa , mama juga gak tau nak... harus bagaimana" , ucap Yui san sambil menitikkan air matanya lagi.


Tidak lama terdengar suara bel berbunyi di apartemen Yui san.


Ting....tong....


Yui san berjalan menuju ke pintu dan membukanya.


"Iya pak , ini uangnya. Kembaliannya buat bapak saja" , ucap Yui san sambil memberikan uang dolar Singapura kepada kurir pengantar makanan tersebut.


"Terima kasih banyak nyonya" , ucap kurir tersebut.


Setelah itu Yui san menutup pintu apartemennya dan masuk kembali ke dalam kamar.


Yui san mengikat plastik makanannya di tangkai kopernya dan setelah itu dia menggendong anaknya dan membawanya keluar dari apartemen baru , menuju ke apartemen lama.


Sampai di apartemen lama , Yui san meletakkan anaknya di kamar yang biasa dia gunakan bersama dengan Alberto , setelah itu dia memakan makanannya sendiri di meja makan.


********


Sorenya di Bali....


Julie yang sudah pulang kerja dan sudah selesai mandi , langsung dipeluk oleh suaminya dari belakang.


"Ya ampun sayang , aku kaget tau" , ucap Julie karena tiba-tiba mendapatkan pelukan setelah dia keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Gak tau kenapa aku pengen meluk kamu aja" , ucap Kevin.

__ADS_1


"Christian kamu tinggalin sendiri dong" , ucap Julie.


"Iya gak apa-apa sayang , kan ada Wayan yang menemani Christian bermain diluar" , jawab Kevin.


"Ya sudah , aku mau mengeringkan rambut aku dulu suamiku sayang" , ucap Julie.


"Sini aku yang keringkan ya sayang" , ucap Kevin.


Julie pun menganggukkan kepalanya sambil berjalan menuju ke meja riasnya.


Setelah Julie duduk di kursi meja riasnya , Kevin langsung mengambil hair dryer dan mulai mengeringkan rambut istrinya.


"Sayang , apa kamu sudah memberitahukan bahwa kamu ingin keluar dari pekerjaan kamu?" , tanya Kevin.


"Sudah suamiku sayang" , jawab Julie.


"Mathew setuju gak kalau kamu berhenti?" , tanya Kevin lagi.


"Dia setuju , tapi aku harus menunggu sampai dia mendapatkan pengganti aku" , jawab Julie.


"Mau sampai kapan sayang? Bulan depan aku mulai banyak kerjaan yang mengharuskan aku berada di kantor Jakarta" , ucap Kevin.


"Kalau gitu kita pisah sementara dulu suamiku" , jawab Julie.


"Tapi aku gak mau pisah dari kamu lama-lama sayang" , ucap Kevin.


"Terus aku harus bagaimana?" , ucap Julie.


"Semoga saja Mathew bisa mendapatkan pengganti kamu secepatnya" , ucap Kevin.


"Iya , tapi kalau belum dapat sampai bulan depan bagaimana?" , tanya Julie.


"Aku pasti berat harus berpisah dengan kamu dan anak kita" , ucap Kevin.


"Memangnya kamu harus di Jakarta terus ya?" , tanya Julie.


"Iya sayang , aku sudah mulai banyak kerja sama dengan perusahaan di sana. Papa juga sudah gak mungkin disuruh untuk mengurus semuanya sendiri. Belum lagi aku harus ke Kalimantan juga" , ucap Kevin.


"Berarti kita bisa gak ketemu ya dalam sebulan" , ucap Julie.


"Iya makanya kamu harus cepat keluar , jadi kita bisa kembali ke Jakarta bersama" , ucap Kevin sambil meletakkan hair dryer di meja rias.


Julie membalikkan tubuhnya dan memeluk pinggang suaminya dari depan.


"Kalau aku masih harus bekerja disini , aku juga pasti akan merindukan kamu" , ucap Julie.


"Makanya kalau bisa kamu kerjanya sampai akhir bulan ini aja" , ucap Kevin.

__ADS_1


"Besok aku coba tanyakan ke Mathew lagi ya" , jawab Julie.


"Baiklah sayang" , jawab Kevin.


__ADS_2