Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 208


__ADS_3

Setelah kepergian Mathew dan orang tuanya dari rumah Julie....


"Apa kamu mau pergi melihat mantan kekasih kamu yang sedang sekarat sayang?" , tanya Kevin.


"Aku gak akan pernah mau melihat dia. Terserah dia mau sekarat , mau mati kek , sudah gak ada urusannya sama aku" , jawab Julie.


"Bagus , mama setuju dengan kamu Julie. Jangan pernah mau melihat orang yang telah mencampakkan kamu dalam keadaan hamil. Sudah sekarat aja baru keluarganya memohon kepada kamu" , ucap mama Farah yang juga ikut kesal melihat orang tua Alberto.


"Iya ma. Selesai acara besok , aku akan mulai mengumpulkan barang-barang kita dan kita akan pindah ke Jakarta secepatnya" , ucap Julie.


"Memangnya bisa kamu pindah secepatnya? Bukankah barang-barang kamu banyak" , ucap mama Shinta.


"Bisa ma , karena aku hanya akan membawa baju , perlengkapan kerja dan barang-barang Christian. Sekarang yang paling banyak itu barangnya Christian , karena Kevin suka sekali membelikan mainan yang banyak" , ucap Julie.


"Itu karena aku sayang kepada anak kita" , jawab Kevin.


"Iya , maka dari itu...untuk bagian packing mainan Christian itu tugas kamu ya suamiku sayang" , ucap Julie sambil mengulum senyumnya.


"Baiklah sayang , tidak masalah...besok aku yang packing mainan Christian" , jawab Kevin.


Papa dan mama hanya tersenyum melihat Julie dan Kevin.


"Ya sudah , hari sudah mulai larut malam. Christian juga sudah tidur dalam gendongan Kevin. Mari kita semua juga mulai istirahat lagi" , ucap papa Sebastian.


"Iya" , jawab mereka semua sambil berjalan masuk ke dalam kamar masing-masing.


Kevin meletakkan Christian yang sudah tertidur pulas di dalam box bayi dan Julie mulai mengganti bajunya dengan baju piyama yang digunakan sebelumnya.


Selesai mengganti bajunya , Julie berjalan naik ke atas kasur dan masuk ke dalam pelukan suami tercintanya.


"Sayang , apa benar Christian mirip dengan mantan pacar kamu itu?" , tanya Kevin yang teringat dengan ucapan mama Isabella.


"Mata dan hidungnya memang mirip dengan Alberto , tapi yang lainnya gak sayang" , ucap Julie.


"Kalau kamu melihat Christian , apakah kamu akan teringat dengan mantan pacar kamu itu?" , tanya Kevin lagi.

__ADS_1


"Aku tau kamu pasti cemburu kan.....Kamu tenang aja suamiku sayang. Sejak aku meninggalkan Singapura , aku sudah membunuh perasaan yang pernah aku miliki dulu. Sekarang hanya kamu yang selalu ada di dalam hati dan pikiran aku" , jawab Julie sambil mencium bibir suaminya.


"Ya wajar dong aku cemburu" , ucap Kevin setelah Julie melepaskan bibirnya.


"Gak ada yang perlu kamu cemburukan , sekarang aku hanya akan selalu ada buat kamu dan anak kita. Apalagi nanti setelah di Jakarta aku juga belum bekerja , jadi perhatian aku hanya akan tercurah kepada kamu dan anak-anak kita" , ucap Julie sambil menyentuh wajah Kevin dengan kedua tangannya.


"Baiklah sayang , kayaknya setelah kita pindah ke Jakarta mungkin hidup kita bisa lebih tenang" , ucap Kevin.


"Iya sayang , sudah benar kita harus tinggal di Jakarta saja" , ucap Julie.


"Iya" , jawab Kevin sambil mengeratkan pelukannya.


"Aku sudah ngantuk sayang , besok akan banyak yang harus kita kerjakan" , ucap Julie.


"Baiklah , ayo kita tidur lagi" , jawab Kevin sambil mencium kening istri tercintanya.


Kevin dan Julie tidur bersama masuk ke alam mimpi yang sangat indah.


********


Semakin papa Gerardo mengingat hal itu , semakin teringat pula papa Gerardo dengan cucu laki-lakinya.


"Seandainya dulu aku mengetahui bahwa wanita itu hamil dan tidak ada Yui san saat itu , mungkin aku akan menyetujui hubungan mereka" , ucap Gerardo dalam hatinya.


Tapi semuanya sudah terlambat , sekarang yang tinggal hanyalah penyesalan yang amat terdalam di dalam diri papa Gerardo.


Tidak lama papa Gerardo yang sudah mulai lelah berkutat dengan perasaan dan pikirannya sendiri pun mulai tertidur.


Sampai pagi tiba....


Mama Isabella yang sudah bangun dan masih merasa kesal dengan kejadian yang kemaren , mulai mengumpulkan barang-barang mereka , karena siang itu mereka akan kembali ke Singapura.


Papa Gerardo yang tidak lama pun bangun dari tidurnya , melihat istrinya yang sudah mulai kelihatan sangat tua itu membereskan pakaian mereka.


"Ma , kenapa cepat sekali bangunnya?" , tanya papa Gerardo.

__ADS_1


"Ya lebih baik kita cepat bersiap-siap , setelah ini papa telpon Mathew dan minta untuk membawa kita ke rumah Julie untuk mengambil anak Alberto" , ucap mama Isabella yang masih menginginkan cucu kandungnya yang kelihatan sangat sehat itu.


"Cukup ma , kita jangan membuat masalah baru lagi. Biarkan Julie sendiri yang membuat keputusan. Dulu salah kita juga yang gak bisa menerimanya menjadi bagian keluarga kita. Sekarang kondisi Alberto juga sudah seperti ini , mama jangan membuat masalah yang bisa membuat Alberto tambah sedih lagi" , ucap papa Gerardo.


"Tapi pa , ini benar-benar keturunan dari Alberto pa. Masa papa mau membiarkannya begitu saja. Mana kita sudah sampai disini. Apa papa mau kita pulang dengan tangan kosong" , ucap mama Isabella.


"Tujuan papa kesini bukan untuk mengambil anaknya ma , papa cuma mau Julie melihat anak kita" , ucap papa Gerardo.


"Julie kan sudah mengatakan kalau dia gak mau melihat Alberto pa. Siapa tau kalau kita membawa anaknya , Alberto akan bangun dari koma nya" , ucap mama Isabella.


"Gak mungkin ma , anak-anak kan tidak diperbolehkan untuk masuk ke ruangan ICU" , ucap papa Gerardo.


"Kalau gitu berarti kita sia-sia ke Bali pa. Kita gak mendapatkan apa-apa ini" , ucap mama Isabella.


"Paling gak papa sudah bertemu dengan Mathew ma" , ucap papa Gerardo.


"Tapi Mathew juga gak mau ikut dengan kita ke Singapura pa" , ucap mama Isabella.


"Itu karena mama yang selalu tidak suka dengan istrinya" , ucap papa Gerardo.


"Memangnya papa mau menerima istrinya di keluarga kita?" , tanya mama Isabella.


"Sudah saatnya kita memperbaiki kesalahan yang sudah kita perbuat ma" , ucap papa Gerardo.


"Mama gak ngerti lagi dengan papa. Papa benar-benar sudah berubah , bukan papa yang mama kenal dulu" , ucap mama Isabella.


"Kita sudah semakin tua ma , belum juga kita melihat anak kita bahagia , kita sudah akan melihat anak kita meninggalkan kita terlebih dahulu" , ucap papa Gerardo sambil menitikkan air matanya.


Papa Gerardo yang terkenal dingin , egois dan berambisi itu pun sudah gak kelihatan lagi di dalam dirinya. Sekarang yang terlihat hanyalah wajah tua yang sudah mulai lelah dan juga mulai kelihatan banyak garis-garis di wajahnya yang sudah tua itu.


"Alberto gak akan meninggalkan kita pa. Mama yakin pasti Alberto bisa bangun dari komanya" , ucap mama Isabella.


"Terserah mama mau berkata apa. Papa sudah tidak tau lagi bagaimana caranya supaya Alberto bisa bangun. Sekarang harapan papa , semoga Julie mau datang ke bandara siang ini dan berangkat bersama dengan kita untuk melihat Alberto" , ucap papa Gerardo.


"Terserah papa saja" , ucap mama Isabella dengan wajah sedikit kesal.

__ADS_1


__ADS_2